Bahan pustaka adalah salah satu unsur penting dalam sebuah sistem
perpustakaan, sehingga harus dilestarikan ,mengingat nilainya yang mahal. Bahan
pustaka di sini berupa terbitan buku, berkala surat kabar, majalah, dan bahan
audiovisual seperti audio kaset, video, slide dan sebagainya. Adapun Sebuah
perpustakaan harus disusun menurut
aturan tertentu, dan harus
dibuatkan daftar koleksinya. Perpustakaan juga merupakan gudang pengetahuan, maka koleksi perpustakaan harus
disusun menurut subjek. Kemampuan praktis akan menentukan bagaimana subjek-subjek dikelompokkan di
perpustakaan. Maka dengan itu butuh nya peng-klasifikasian .
I.
Pengertian Klasifikasi Perpustakaan
klasifikasi yaitu proses pengelompokan sistematis pada
sejumlah objek, gagasan, buku atau benda-benda lain kedalam kelas atau
gololngan tertentu berdasarkan cirri-ciri yang sama. Klasifikasi (LCC) adalah
sistem klasifikasi yang pertama kali dikembangkan pada abad kedua puluh untuk mengorganisir dan mengatur koleksi buku
dari Perpustakaan Selama abad kedua puluh, sistem diadopsi untuk digunakan oleh
perpustakaan dan Saat ini salah satu sistem perpustakaan yang paling banyak
digunakan klasifikasi di dunia. Yaitu Dewey Decimal Classification (DDC).
a. Berdasarkan ciri-ciri yang sama, secara umum
klasifikasi terbagi dalam dua jenis, yaitu:
1. Klasifikasi artifisial (artificial classification), yaitu
klasifikasi bahan pustaka
berdasarkan sifat-sifat yang secara kebetulan ada pada bahan pustaka
tersebut. Misalnya berdasarkan warna buku atau tinggi buku.
2. Klasifikasi fundamental (fundamental classification), yaitu klasifikasi bahan
pustaka berdasarkan isi atau subjek buku, yaitu sifat yang tetap pada bahan
pustaka meskipun kulitnya berganti-ganti atau formatnya diubah.
Klasifikasi fundamental ini yang sering digunakan perpustakaan saat ini.
berdasarkan sifat-sifat yang secara kebetulan ada pada bahan pustaka
tersebut. Misalnya berdasarkan warna buku atau tinggi buku.
2. Klasifikasi fundamental (fundamental classification), yaitu klasifikasi bahan
pustaka berdasarkan isi atau subjek buku, yaitu sifat yang tetap pada bahan
pustaka meskipun kulitnya berganti-ganti atau formatnya diubah.
Klasifikasi fundamental ini yang sering digunakan perpustakaan saat ini.
b.
jenis klasifikasi perpustakaan yang digunakan
1.
Dewey Decimal Classification
(DDC)
2. Universal Decimal Classification (UDC)
3. Library of Congress Classification (LCC)
1)
Dari ketiga system klasifikasi di atas, yang paling banyak digunakan di perpustakaan adalah Dewey
Decimal Classification (DDC). Dewey Decimal
Classification (DDC) diciptakan oleh seorang
pustakawan Ambhers
College bernama Melvil Dewey
pada tahun 1873.
Dan Software e-DDC (electronic-Dewey Decimal
Classification) yang disusun berdasarkan Sistem
Klasifikasi DDC versi cetak Edisi 22 dan merupakan
penyempurnaan dari e-DDC versi sebelumnya yang berdasarkan DDC
cetak Edisi 21. Software e-DDC ini menggunakan 2 (dua)
bahasa, Software e-DDC (Dewey Decimal Classification) bersifat freeware yang khusus dikembangkan untuk membantu tugas
pustakawan atau pengelola perpustakaan dalam menentukan
nomor klasifikasi suatu koleksi. Karena sifatnya yang free,
maka software ini boleh digunakan dan didistribusikan siapa
saja secara bebas demi kemajuan perpustakaan.
a.
Cara Penggunaan e-DDC
o 1.
Tampilan default (tampilan awal ketika pertama kali software
dijalankan) e-DDC adalah menu Contents. Pada menu Contents
semua nomor klasifikasi DDC mulai nomor kelas 000 -
999 dan tabel-tabel ditampilkan, sebagaimana
ilustrasi berikut ini:
§ untuk
klasifikasi perluasan Agama Islam pada software e-DDC
menyediakan nomor dasar 297 dan 2X0*. Silakan memakai SALAH
SATU di antara keduanya sesuai keperluan. *Keterangan: cara
mengeja 2X0, 'X' dibaca eks (seperti mengeja huruf 'x' yaitu huruf
setelah 'w' di alfabet).
Dan
adapun Unsur-Unsur Pokok DDC
yaitu
system yang memiliki unsur-unsur pokok antara
lain:
i.
Sistematika
pembagian ilmu pengetahuan yang dituangkan ke dalam
suatu bagan yang lengkap dan dilandaskan pada beberapa prinsip-prinsip dasar
tertentu.
suatu bagan yang lengkap dan dilandaskan pada beberapa prinsip-prinsip dasar
tertentu.
ii.
Notasi, yang terdiri
dari serangkaian symbol yang berupa angka, dan yang
mewakili serangkaian istilah (yang mencerminkan subjek tertentu) yang
terdapat pada suatu bagan dalam suatu buku ataw notasi.
mewakili serangkaian istilah (yang mencerminkan subjek tertentu) yang
terdapat pada suatu bagan dalam suatu buku ataw notasi.
iii.
Indeks relatif, yang terdiri
dari sejumlah tajuk
dalam suatu pemikiran dengan perincian dari aspek-aspek nya yang disusun secara
alfabetis, dan memberikanpetunjuk berupa nomor kelas, yang memungkinkan orang akan
mencari tajukyang telah tercantum dalam indeks suatu bagan.
iv.
Tabel pembantu, yang
berbentuk serangkaian notasi khusus,
dipakai untuk menyatakan aspek-aspek tertentu yang selalu terdapat
dalam beberapa subjek berbeda.
dipakai untuk menyatakan aspek-aspek tertentu yang selalu terdapat
dalam beberapa subjek berbeda.
v.
sistem klasifikasi harus menyediakan
kelas untuk Karya Umum, untuk menempatkan karya-karya yang
begitu luas cakupannya,
sehingga tidak dapat dimasukkan ke dalam salah satu kelas
utama, Sistem ini membagi ilmu- ilmu pengetahuan ke dalam 10 kelas utama.
Masing-masing kelas utama dibagi lagi menjadi 10 divisi. Dan Masing-masing divisi
dibagi lagi menjadi 10 seksi. Sehingga terdapat 10 kelas utama, 100 divisi, dan
1000seksi.
Masing-masing kelas utama dibagi lagi menjadi 10 divisi. Dan Masing-masing divisi
dibagi lagi menjadi 10 seksi. Sehingga terdapat 10 kelas utama, 100 divisi, dan
1000seksi.
1) a. Contoh
peng-klasipikasian 10 Seksi-Seksi
o
330 Ilmu Ekonomi
o
331 Ekonomi perubahan
o
332 Ekonomi keuangan
o
333 Ekonomi tanah
o
334 Koperasi
o
335 Sosialisme
o
336 Keuangan Negara
o
337 Ekonomi internasional
o
338 Produksi & Industri
o
339 Makroekonomi
b.
Contoh peng-klasipikasian
10 denisi-devisi
o
300 Ilmu-ilmu social
o
310 statistik
o
320 Ilmu politik
o
330 Ilmu ekonomi
o
340 Ilmu hokum
o
350 Administrasi Negara
o
360 Layanan social asosiasi
o
370 Pendidikan
o
380 Perdagangan
o
390 Adat istiadat & kebiasaan, etiket folklore
c. Contoh
peng-klasipikasian 10 Kelas utama
o
karya umum
o
100 Filsafat dan psikologi
o
200 Agama
o
300 Ilmu-ilmu social
o
400 Bahasa
o
500 Ilmu murni
o
600 Ilmu terapan
o
700 Kesenian
o
800 Kesusastraan
o
900 Sejarah dan geograpi
C.
Indeks Relatif
Indeks relatif merupakan sarana yang sangat membantu proses klasifikasi
yang disediakan oleh DDC. Indeks relatif ini merupakan daftar subjek yang
diurutkan secara alfabetis dengan disertai notasi klasifikasi dan adapun Cara
Indeks relatif merupakan sarana yang sangat membantu proses klasifikasi
yang disediakan oleh DDC. Indeks relatif ini merupakan daftar subjek yang
diurutkan secara alfabetis dengan disertai notasi klasifikasi dan adapun Cara
i.
penggunaan
indeks relatif dalam proses klasifikasi adalah sebagai berikut:
Tentukan subjek dari koleksi
Tentukan subjek dari koleksi
ii.
Cari subjek tersebut pada indeks relatif
iii.
Cek notasi
yang didapatkan dari indeks relatif ke dalam bagan DDC
D.
Home Classification
Home classification adalah sistem klasifikasi yang dibuat khusus oleh petugas
untuk mengklasifikasi koleksi tertentu yang dimiliki perpustakaan. Sistem ini dipakai
apabila di dalam perpustakaan terdapat koleksi-koleksi khusus yang dipandang lebih
efektif menggunakan sistem home classification dari pada sistem klasifikasi yang umum
digunakan, seperti DDC. Koleksi-koleksi khusus itu antara lain laporan penelitian,
disertasi, tesis, skripsi, dan lain sebagainya. Notasi yang digunakan bersifat fleksibel,
bisa berupa angka atau huruf. Beberapa alternatif yang bisa digunakan pada home
classification adalah:
Alternatif I
Menggunakan nomor urut pencatatan, sehingga notasinya
Alternatif II
Mengelompokkan dulu topik-topik yang sama kemudian diberikan kode huruf. Selajutnya,
masing-masing topik yang diberikan kode huruf tadi diikuti nomor urut pencatatan.
Referensi
Hamakonda, Towa P. & Tairas, J.N.B. (1999). Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey.
Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Suwarno, Wiji. (2007). Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan: Sebuah Pendekatan Praktis.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Modul 2 Klasifikasi 14
Home classification adalah sistem klasifikasi yang dibuat khusus oleh petugas
untuk mengklasifikasi koleksi tertentu yang dimiliki perpustakaan. Sistem ini dipakai
apabila di dalam perpustakaan terdapat koleksi-koleksi khusus yang dipandang lebih
efektif menggunakan sistem home classification dari pada sistem klasifikasi yang umum
digunakan, seperti DDC. Koleksi-koleksi khusus itu antara lain laporan penelitian,
disertasi, tesis, skripsi, dan lain sebagainya. Notasi yang digunakan bersifat fleksibel,
bisa berupa angka atau huruf. Beberapa alternatif yang bisa digunakan pada home
classification adalah:
Alternatif I
Menggunakan nomor urut pencatatan, sehingga notasinya
Alternatif II
Mengelompokkan dulu topik-topik yang sama kemudian diberikan kode huruf. Selajutnya,
masing-masing topik yang diberikan kode huruf tadi diikuti nomor urut pencatatan.
Referensi
Hamakonda, Towa P. & Tairas, J.N.B. (1999). Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey.
Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Suwarno, Wiji. (2007). Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan: Sebuah Pendekatan Praktis.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Modul 2 Klasifikasi 14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar