Senin, 03 Desember 2012

classification of Library


            Bahan pustaka adalah salah satu unsur penting dalam sebuah sistem perpustakaan, sehingga harus dilestarikan ,mengingat nilainya yang mahal. Bahan pustaka di sini berupa terbitan buku, berkala surat kabar, majalah, dan bahan audiovisual seperti audio kaset, video, slide dan sebagainya. Adapun Sebuah perpustakaan harus disusun menurut  aturan  tertentu, dan harus dibuatkan daftar koleksinya. Perpustakaan juga merupakan gudang pengetahuan, maka koleksi perpustakaan harus disusun menurut subjek. Kemampuan praktis akan menentukan bagaimana subjek-subjek dikelompokkan di perpustakaan. Maka dengan itu butuh nya peng-klasifikasian .
      I.            Pengertian Klasifikasi Perpustakaan
             klasifikasi yaitu proses pengelompokan sistematis pada sejumlah objek, gagasan, buku atau benda-benda lain kedalam kelas atau gololngan tertentu berdasarkan cirri-ciri yang sama. Klasifikasi (LCC) adalah sistem klasifikasi yang pertama kali dikembangkan pada abad kedua puluh  untuk mengorganisir dan mengatur koleksi buku dari Perpustakaan Selama abad kedua puluh, sistem diadopsi untuk digunakan oleh perpustakaan dan Saat ini salah satu sistem perpustakaan yang paling banyak digunakan klasifikasi di dunia. Yaitu Dewey Decimal Classification (DDC).

a.      Berdasarkan ciri-ciri yang sama, secara umum klasifikasi terbagi dalam dua jenis, yaitu:
1. Klasifikasi artifisial (artificial classification), yaitu klasifikasi bahan pustaka
berdasarkan sifat-sifat yang secara kebetulan ada pada bahan pustaka
tersebut. Misalnya berdasarkan warna buku atau tinggi buku.
2. Klasifikasi fundamental (fundamental classification), yaitu klasifikasi bahan
pustaka berdasarkan isi atau subjek buku, yaitu sifat yang tetap pada bahan
pustaka meskipun kulitnya berganti-ganti atau formatnya diubah.
Klasifikasi fundamental ini yang sering digunakan perpustakaan saat ini.


b.    jenis klasifikasi perpustakaan yang digunakan
1.      Dewey Decimal Classification (DDC)
2.      Universal Decimal Classification (UDC)
3.      Library of Congress Classification (LCC)

1)      Dari  ketiga  system  klasifikasi  di  atas,  yang  paling  banyak  digunakan  di perpustakaan  adalah  Dewey  Decimal  Classification  (DDC). Dewey  Decimal  Classification  (DDC)  diciptakan  oleh  seorang  pustakawan   Ambhers  College  bernama  Melvil  Dewey  pada  tahun  1873.  Dan Software e-DDC (electronic-Dewey Decimal Classification)  yang disusun berdasarkan  Sistem Klasifikasi DDC  versi cetak Edisi 22  dan  merupakan  penyempurnaan dari e-DDC versi sebelumnya yang berdasarkan  DDC cetak Edisi 21. Software e-DDC ini menggunakan 2 (dua) bahasa, Software e-DDC (Dewey Decimal Classification) bersifat freeware yang khusus dikembangkan  untuk membantu tugas  pustakawan atau pengelola perpustakaan dalam  menentukan  nomor  klasifikasi  suatu  koleksi. Karena sifatnya yang free, maka software ini boleh digunakan dan didistribusikan  siapa saja secara bebas demi  kemajuan perpustakaan.
       a.   Cara Penggunaan e-DDC
o   1. Tampilan default  (tampilan awal ketika pertama kali software dijalankan) e-DDC adalah menu Contents.  Pada menu Contents  semua  nomor  klasifikasi DDC  mulai nomor kelas 000 - 999  dan  tabel-tabel ditampilkan,  sebagaimana  ilustrasi  berikut ini:
§  untuk  klasifikasi  perluasan Agama  Islam  pada  software e-DDC menyediakan  nomor dasar  297 dan 2X0*. Silakan memakai SALAH SATU di antara keduanya sesuai keperluan. *Keterangan: cara mengeja 2X0, 'X' dibaca eks (seperti mengeja huruf 'x' yaitu huruf setelah 'w' di alfabet).
           Dan  adapun   Unsur-Unsur  Pokok  DDC  yaitu  system  yang  memiliki  unsur-unsur  pokok  antara  lain:
                                             i.            Sistematika pembagian ilmu pengetahuan yang dituangkan ke dalam
suatu bagan yang lengkap dan dilandaskan pada beberapa prinsip-prinsip dasar
tertentu.
                                          ii.            Notasi, yang terdiri dari serangkaian symbol yang berupa angka, dan yang
mewakili serangkaian istilah (yang mencerminkan subjek tertentu) yang
terdapat pada suatu  bagan dalam suatu buku ataw notasi.
                                        iii.            Indeks relatif,  yang  terdiri  dari  sejumlah  tajuk  dalam  suatu  pemikiran  dengan  perincian dari aspek-aspek nya yang disusun secara alfabetis, dan memberikanpetunjuk berupa nomor kelas, yang memungkinkan orang akan mencari tajukyang telah tercantum dalam indeks suatu bagan.
                                        iv.            Tabel pembantu, yang berbentuk serangkaian notasi khusus,
dipakai untuk menyatakan aspek-aspek tertentu yang selalu terdapat
dalam beberapa  subjek  berbeda.
                                          v.            sistem  klasifikasi  harus  menyediakan  kelas  untuk  Karya Umum, untuk menempatkan karya-karya  yang  begitu  luas  cakupannya,  sehingga  tidak  dapat dimasukkan ke dalam salah satu kelas utama, Sistem ini membagi ilmu- ilmu pengetahuan ke dalam 10 kelas utama.
Masing-masing kelas utama dibagi lagi menjadi 10 divisi. Dan Masing-masing divisi
dibagi lagi menjadi 10 seksi. Sehingga terdapat 10 kelas utama, 100 divisi, dan
1000seksi.

1)    a.   Contoh peng-klasipikasian 10  Seksi-Seksi
o   330  Ilmu Ekonomi
o   331  Ekonomi perubahan
o   332  Ekonomi keuangan
o   333  Ekonomi tanah
o   334  Koperasi
o   335  Sosialisme
o   336  Keuangan Negara
o   337  Ekonomi internasional
o   338  Produksi & Industri
o   339  Makroekonomi
b.      Contoh peng-klasipikasian 10  denisi-devisi
o   300  Ilmu-ilmu social
o   310  statistik
o   320  Ilmu politik
o   330  Ilmu ekonomi
o   340  Ilmu hokum
o   350  Administrasi Negara
o   360  Layanan social asosiasi
o   370  Pendidikan
o   380  Perdagangan
o   390  Adat istiadat & kebiasaan, etiket folklore
c.       Contoh peng-klasipikasian 10 Kelas  utama
o   karya umum
o   100  Filsafat dan psikologi
o   200  Agama
o   300  Ilmu-ilmu social
o   400  Bahasa
o   500  Ilmu murni
o   600  Ilmu terapan
o   700  Kesenian
o   800  Kesusastraan
o   900  Sejarah dan geograpi

C.      Indeks Relatif
Indeks relatif merupakan sarana yang sangat membantu proses klasifikasi
yang disediakan oleh DDC. Indeks relatif ini merupakan daftar subjek yang
diurutkan secara alfabetis dengan disertai notasi klasifikasi dan adapun Cara
                                 i.            penggunaan indeks relatif dalam proses klasifikasi adalah sebagai berikut:
Tentukan subjek dari koleksi
                               ii.             Cari subjek tersebut pada indeks relatif
                              iii.            Cek notasi yang didapatkan dari indeks relatif ke dalam bagan DDC
D.     Home Classification
Home classification adalah sistem klasifikasi yang dibuat khusus oleh petugas
untuk mengklasifikasi koleksi tertentu yang dimiliki perpustakaan. Sistem ini dipakai
apabila di dalam perpustakaan terdapat koleksi-koleksi khusus yang dipandang lebih
efektif menggunakan sistem home classification dari pada sistem klasifikasi yang umum
digunakan, seperti DDC. Koleksi-koleksi khusus itu antara lain laporan penelitian,
disertasi, tesis, skripsi, dan lain sebagainya. Notasi yang digunakan bersifat fleksibel,
bisa berupa angka atau huruf. Beberapa alternatif yang bisa digunakan pada home
classification adalah:
Alternatif I
Menggunakan nomor urut pencatatan, sehingga notasinya
Alternatif II
Mengelompokkan dulu topik-topik yang sama kemudian diberikan kode huruf. Selajutnya,
masing-masing topik yang diberikan kode huruf tadi diikuti nomor urut pencatatan.


Referensi
Hamakonda, Towa P. & Tairas, J.N.B. (1999). Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey.
Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Suwarno, Wiji. (2007). Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan: Sebuah Pendekatan Praktis.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Modul 2 Klasifikasi 14




Tidak ada komentar:

Posting Komentar