Kamis, 29 November 2012

bibliograpi


BAB I
BIBLIOGRAFI

A.     Pengertian Pengatalogan
D
alam buku ini akan di jelaskan peraturandan tahap-tahap dalam kegiatan pengatalogan deskriptif buku. Penggunaan pedoman yang standarsangat di butuhkan untuk menjaga keseragaman dan ketaatasan dalam kegiatan ini. Untuk itu dalam pe,bahasan meteri ini akan menggunakan The Anglo American Catalouging Rules ed. 2, yang di kenal dengan sebutan AACR 2.
Pengatalogan deskriptif di kenal dengan istilah pengatalogan, untuk itu dalam buku materi pokok ini juga selanjutnya akan menggunakan istilan pengatalogan. Kegiatan pengatalogan adalah proses pembuatan katalog, yang merupakan kegiatan perekam data bibliografi, seperti pengarang, judul, tempat terbit, nama pnerbit, jumlah halaman, dan lain sebagainya. Hasilnya adalah lazim di sebut dengan istilah deskripsi bibliografi yang memberikan sajian ringkas untuk membedakan satu buku dari buku lain.
Dalam pengatalogan juga di tentukan tajuk entri sebagai akses untuk mendekati segi bibliografis buku. Nama pengarang pada umumnya di tentukan sebagai tajuk entri utamanya, yaitu pada
entri utama sebagai titik akses pengarang.untuk pembahasan materi penentuan tajuk entri akan di bahas pada modul lain dari buku Materi Pokok ini.
Setelah mempelajari modul ini di harapkan Anda dapat:
v Mengetahui sejarah pengatalogan
v Mengetahi bagian-bagian buku sebagai sumber informasi
v Memahami pengaturan pengatalogan
v Menjelaskan tahap pengatalogan deskriptif
v Membuat deskripsi bibliografi buku

B.     Sejarah Pengatalogan

Peraturan pengataloganpada awalnya di susun oleh pustakawan perorangan. Misalnya Antonio Panizzi dari British Museum menyusun Rules for Compiling of the Dictionary Catalogue (1841.). Charles Ammi Cutter dari Amerika menyusun Rules for Compiling of the Dictionary Catalogue (1903).yang mengemukakan peraturan katalog sistem leksikal (dictionary catalogue)yaitu katalog 3matra artinya katalog pengarang, judul dan subjek buku di satukan dalamsatu jajaran.
Mulai permulaan abad XX, peraturan pengatalogan selalu di buat oleh sebuah komisi atau panitia khusus. Misalnya Library of Congressdari Amerika Serikat menerbitkan Rules of Printed Cards (1903 hingga 1930-an) dan Rules of Descriptive Cataloguing (1949). Amerika Library Assosciation mengeluarkan Rules (1908, 1941, 1949) Amerika Library Assosciation bekerja sama dengan Library Association (Inggris) membentuk "Catalog Revision Comittee" sebagai usaha bersama menyusun peraturan katalog. Pada tahun 1976 terbit sebuah pedoman yang berjudul Anglo American Catologuing Rules yang di kenal dengan sebutan AACR1. Prinsip umum pada peraturan tersebut didasarkan atas "Statement of principles"yang di setujui oleh 53 negara pada International Conference on Cataloguing Principles di paris 1961. Pertemuan ini merupakan langkah penting ke arah standarisasi data bibliografis internasional. Sebagai tindak lanjut ke arah penyeragaman peraturan pengatalogan, pada tahun 1988 terbitlah Anglo American Catologuing Rules edisi 2 yang merupakan revesi dari AACR 1 sebagai hasil kerja sama antara  American Library Association, Library Association (Inggris), Library of Conggres, dan Canadian Library Association.
C.     Bagian-Bagian Buku
Kegiatan pengatalogan adalah proses pembuatan katalog, yang merupakan kegiatan merekam data bibliografi, seperti pengarang, judul, tempat terbit, nama penerbit, jumlah halaman, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui data bibliografi tersebut, di perlukan keterangan fisik dari bahan pustaka yangakan di katalog. Untuk itu pengataloga perlu mengenali dengan baik bagian-bagian sebuah buku.dengan mengenali bagian-bagian buku, mengatalog akan lebih mudah mengumpulkan keterangan yangdi perlukan dalam pembuatan katalog.
Sumber informasi dalam pengatalogan adalah ciri-ciri fisik dari buku yangdi olah. Bagian-bagian buku tidak selalu sama antara buku satu dengan buku lainnya, tetapi pada dasarnya berkisar pada unsur-unsur berikut.
1.     Kulit Buku
Kulit buku di ambil dari istilah cover, biasannya terdapat judul buku. Judul pada kulit buku dalam pengatalogan tidak penting, kecuali kalau judul tersebut berbeda dengan judul yangtercantum pada halaman judul. Dalam hal ini judul tersebut perlu di catat dalam katalog, sebab sebagian pembaca kemungkinan akan menelusuri judul buku melalui judul di kulit bukutersebut
2.     Punggung Buku
Pada punggung buku biasannya terdapat judul buku.seperti halnya judul yangterdapatpada kulit buku, judul punggungbuku kemungkinan tidak sama dengan apa yang terdapat pada halaman judul.

3.     Halaman Kosong
Halaman kosong adalah halaman tanpa teks yang terletak setelah kulit buku di bagian depan dan di bagian belakang. Halaman ini berfungsi sebagai penguat jilidan buku. Oleh karana itu, biasanya halaman kosong adalah kertas yang lebih kuat (tidak mungkin sobek).
4.     Halaman judul Singkat (Half Title)
Halaman judul singkat terletak setelah halaman kosong dan berisi judul singkat dari buku. Jadi kalau sebuah buku mempunyai judul pokok dan judul tambahan, maka yangtercantum pada halaman ini adalah judul pokok saja.
 --   Judul Seri
a.     Seri penerbit
 Sejumlah karya berjilid yangsaling berkaitan dalam subjek atau bentuk, di terbitkan oleh penerbit dengan satu judul yang merangkum, di kenal dengan istilah judul kolektif.
b.     Seri Monografi
 Sejumlah karya monograf yang di keluarkan oleh suatu badan dalam penampilan yang seragam.
c.      Halaman Judul
Halaman judul buku merupakan halaman yangberisi keterangan yangdi berikan penerbit, antara lain judul buku, nama pengarang, dan pihak-pihak lain yangterlibat dalam kepengarangan seperti penerjemah, editor, dan ilustrator. Di samping itu juga berisi informasi tentang kota tempatterbit, penerbit, dan tahun terbit. Oleh karena itu, halaman judul buku merupakan halaman yang sangat penting untuk di perhatikan dalam proses pengatalogan. Halaman judul merupakan sumber informasi utama dalam mengumpulkan keterangan yang di perlukan dalam pengatalogan.


d.     Halaman Balik Judul (Verso-Recto)
Pada halaman balik judul sering kali terdapat informasi penting antara lain: keterangan kepengarangan; (2) judul asli dari karya terjemahan; (3) kota tempatterbit dan penerbit; (4) tahun terbit dan tahun copyright; (5) keterangan edisi.
e.     Halaman Persenbahan (Dedication)
Halaman persembahan biasanya terletak sebelum halaman prakata. Halaman ini tidak perlu di perhatikan dalam proses pengatalogan.
f.       Kata Pengantar
Kata pengantar merupakan catatan singkat yang mendahului teks, berisi penjelasan yang di berikan si pengarang kepada para pembaca. Penjelasan ini dapat berupa tujuan dan alasan penulisan buku, ruang lingkup, dan keterangan subjek yang di bahas. Sering kali kata pengantar berisi ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penulisan buku tersebut serta penjelasan tentang cetakan.













































g.      Daftar Isi
Daftar isi biasanya terletak sesudah kata pengantar tetapi dapat juga terletak di bagian akhir dari buku. Daftar isi memuat judul-judul bab dan rincian berupa subbab. Dari daftar isi kita dapat melihat sekilas ruang lingkup subjek yang di bahas pengarang.
h.     Pendahuluan
Pendahuluan biasanya mengikuti daftar isi dan merupakan bab pertama dari buku. Pendahuluan memberi wawasan tentang subjek yang di bahas.
i.       Naskah (Teks)
Naskah atau teks merupakan isi buku yang di sajikan dalam bab-bab secara sistematik.
j.       Indeks
Indeks buku merupakan daftar nama dan subjek secara terinci yang menujuk kepada halaman buku tempat kata subjek atau istilah itu tercantum. Indeks biasanya terletak di bagian akhir dari sebuah buku. Indeks buku sangat bermanfaat, untuk itu perlu di catat keberadaanya di katalog.

k.     Bibliografi
Bibliografi merupakan daftar kepustakaan yangdi gunakan si pengarang dalam menulis buku. Bagi pembaca, bibliografi ini penting untuk lebih mendalami isi buku tersebut. Bibliografi biasanya terletak di bagian akhir dari buku atau pada catatan kaki.
l.       Glossary
Glossary merupakan daftar kata-kata atau istilah yang di anggapmasih asing bagi pembaca pada umumnya atau masih penjelasan. Glossary  biasanya terletak pada akhir buku.
m.   Kolofon
Kolofon adalah keterangan yang terdapat pada bagian akhir dokumen yang memberikan informasi tentang salah satu keterangan berikut yaitu judul, pengarang, penerbit, pencetak, tahun penerbitan atau pencetakan,dan informasi lainnya.           
n.     Nomor Pagina
Nomor pagina dari sebuah buku biasanya terdiri dari angka Romawi kecil dan angka Arab. Angka Romawai kecil di gunakan pada penomoran halaman kata pengantar sampai










































dengan daftar isi, sedangkan untuk bab-bab pendahuluan sempai akhir biasanya di gunakan angka Arab.
D.    Peraturan Pengatalogan
1.     Mengenal  AACR2
Anglo-American Cataloguing Rules edisi 2 di kenal sebutan AACR2 yang di gunakan sebagai pedoman dalam pembuatan katalog dan bisa di gunakan untuk semua jenis bahan pustaka. AACR2 merupaka perangkat peraturan yang Flexible, karena dalam AACR2 tersedia aturan yang bersifatalternatif dan pilihan. Artinya beberapa aturan boleh di gunakan atau tidak. Dengan demikian pustakawan dapat menentukan kebijakan yang akan di gunakan oleh perpustakaannya. Data bibliografi yang di cantumkan dalam katalog dapat di sesuaikan dengan situasi dan kondisi perpustakaan. Tentunya kebijakan ini harus di buatkan pedoman kerjanya sehingga pustakawan yang melaksanakan kegiatan ini akan taat asas dan konsisten.
Tahap-tahap dalam pengatalogan di lakukan dua tahap, yaitu pertama mencatat terlebih dahulu data bibliografi bahan pustaka, dan yang kedua menentukan titik akses yang meliputi penentuan tajuk entri utama, tajuk entri tambahan dan bentuk tajuknya. Demikian halnya struktur peraturan dalam AACR2 di bagi atas dua bagian (part). Bagian pertama (part 1)  peraturan aturan untuk membuat deskripsi bibliografi (description), dan bagian kedua (part II) peraturan untuk menentukan titik akses (Heading, Uniform Titles, and Reference).
Peraturan untuk deskripsi bibliografi terdiri 13 bab. Bab1 besrisi peraturan umum yang berlaku untuk semua jenis bahan pustaka, sedangkan dalam bab2 sampai Bab 10 berisi peraturan bagi satu jenis bahan pustaka tertentu. Bab 11 sampai Bab 13 memuat peraturan yang bersifat parsial, sebagian dapat mengikuti peraturan umum sebagian merupakan peraturan khusus, misalnya peraturan untuk pengatalogan bentuk mikro, terbitan berseri dan analisis.
Peraturan pada bab 1 untuk daerah deskripsi di dasarkan pada General International Standart Bibliographic Description (ISBD (G)). ISBD (G) di serap dalam AACR2 sebagai kerangka kerja umum deskripsi bibliografis.
Dari hasil tersebut kemudian di kembangkan berbagai ISBD untuk berbagai jenis bahan pustaka seperti ISBD (M) untuk monograf. Ada 8 daerah deskripsi yaitu:
v Daerah judul dan keterangan penanggung jawab.
v Daerah edisi










































v Daerah data khusus
v Daerah penerbitan dan distribusi
v Daerah deskripsi fisik
v Daerah seri
v Daerah catatan
v Daerah nomor standar (ISBN)

Tabel 1.1
Sumber Informasi Daerah Deskripsi Buku

No
Daerah
Sumber informasi
1
Judul dan Pernyataan tanggung jawab
Halaman Judul
2
Edisi
Halaman judul,Halaman lain,kolofon
3
Data khusus(tidak dipakai)
-
4
Terbitan dan publikasi lainnya
Halaman judul,halman lain ,kolofon
5
Deskripsi Fisik
Terbitan yang bersangkutan
6
Seri
Halaman judul seri ,halaman judul monograf,kulit buku ,bagian lain dari publikasi
7
Catatan
Sumber apa saja
8
Nomor standard an keterangan harga
Sumber apa saja

Tabel 1.2
Garis Besar Susunan Deskripsi

No
Daerah
Tanda baca
Unsur
1
­
Judul dan pernyataan tanggung jawab

1.1 Judul sebenarnya
[](kurung siku)
1.2 Pernyataan jenis bahan umum
=(sama dengan)
1.3 Judul parallel
:(titik dua)
1.4 Judul lain /anak judul
/ (garis miring)
1.5 Pernyataan tanggung jawab
; (titik koma)
Pernyataan tanggung jawab yang kedua dan seterusnya
2
Edisi
.--
2.1 Pernyataan edisi
/ (garis miring)
2.2 Pernyataan taggung jawab
; (titik koma)
2.3 Pernyataan tanggung jawab yang kedua dan seterusnya,berhubungan dengan edisi ,ybs.
3
Data khusus

Digunakan untuk terbitan berseri,kartografi,sumber daya elektronik
4
Penerbitan
.--
4.1 Tempat terbit
: (titik dua)
4.2 Nama Penerbit
, (tanda koma)
4.3 Tahun terbit
5
Deskripsi fisik(Jika tidak berparagraf)
.--
5.1 Jumlah halaman dan jumlah jilid
: (titilk dua)
5.2 Pernyataan ilustrasi
; (titik koma)
5.3 Ukuran
+(tanda tambah)
5.4 Lampiran













































































6
Seri (Ditulis dalam tanda kurung)
.--
6.1 Judul seri
: (titik dua)
6.2 Keterangan seri lainnya
;(titik koma)
6.3 ISSN
; (titik koma)
6.4 Nomor seri
7
Catatan(Jika tidak berparagraf)
.--

8
Nomor standard dan harga (Jika tidak berparagraf)
.--
 ISBN
:
8.1 Harga dan sebagainya



E.      BIBLIOGRAFI
     
Berasal dari bahasa latin yaitu Biblio (buku) dan Graphein(menulis).(V.W. Clapp, 1985)Secara etimologisBibliografi adalah adalah nama yang diterapkan untuk ilmu, senidan produk senidalam merekam bahan-bahan yangditerbitkan.· Sebagai ilmu = pengetahuan tentang buku dilihat dari berbagai aspeknya (fisik atau ide).Pengetahuan tersebut dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman tentang sejarah buku, status karya individu, hubunganya dengan karya lain. Maka pengetahuan tentang p archment(kertas), penjilidan, percetakan( xylography/seni cetak di ukiran kayu dan typography/tata huruf), ilustrasi buku, penyusunan bagian-bagian menjadi volume, kepengarangan, penerbit, dll semua itu tercakup dalam bibliographi.Sebagai seni = proses dalam





















membuat bibliografi itu sendiri ( teknik,penyajian, dll).Sebagai produk seni= daftar sistematis buku atau lainya yang disusun untuk maksud dan tujuan tertentu.
            (Prytherch, 1990)Bibliografi adalah seni dalam mendeskripsikan buku dari segi fisik atau gagasan, buku sebagai objek fisik dan sejarah produksi buku. Kadang digunakan istilah critical, analitical,historycal or physical bibliography.
(Downs, 1967)Bibliografi sebagai objek fisik (analitical bibliografi) Bibliografi sebagai ide(systematic bibliografi ), fungsiutama pembuatan daftar buku, mengenali buku apa yang ada, menjemin pelestarian, pelengkap bagi pekerja informasi . (World Book Encyclopedia, 1992)adalah daftar buku atau artikel tentang sebuah subjek. Biasanya bibliografi diakhir halaman disertai dengan teks atau artikel yang panjang untuk rujuakan para pembaca atau penulis dan untuk memberikan informasi tambahan dalam subjek.

            (John Feather & Paul Sturges, 1997)adalah daftar sistematikatau studi analytic tentang buku, manuskrip dan dokumen lain. Bibliografi bermaksud menyediakan ulasanyang luas tentang pilihan berbagai area yang mungkin berdasarkan kronologis, geografi, subjek, pengarang, bentuk publikasi atau kumpulan lain. Enumerative bibliographi adalah sebuah istilah yang lebih banyak mencakup bibliografi. .

1.     Tujuan Bibbliografi
a.     Mendaftar/menyusun informasi mengenai buku serta bahan pustaka yang terkait dalam susunan logis dan bermanfaat.
b.     Untuk membantu pemakai dalam menentukan keberadaan sebuah bahan pustaka atau mengenali sebuah buku yang populer.
c.      Bagi peneliti , mengetahui subjek apa saja yang telah ditulis, memperoleh
informasi yang actual , menghindarkan duplikasi penelitian.
d.     Sebagai sarana pemilihan buku (identifikasi, rincian bibliografis, dll)
e.     Sarana untuk mengetahui perkembangan buku.
f.       Untuk memudahkan pengguna maka dibuatlah indeks pengarag, subjek,tempat.















































2.     Fungsi Dan Kegunaan Bibliografi
a.     Mencatat buku atau bahan pustaka yang ada.
b.     Mempromosikan pendayagunaan buku dan bahan pustaka lainya.
c.      Salah satu alat untuk mengembangkan ilmu karena bibliografi merupakan kumulasi pengetahuan.

3.     Unsur-unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya.
a.     Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap.
b.     Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c.      Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid
buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d.     Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama                                majalah atau surat kabar, tanggal dan tahun.
4.     Penyusunan Bibliografi
a.     Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b.     Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam      urutan abjad.
c.      Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, untuk  refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti    dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d.      Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e.     Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

5.     Jenis-Jenis Bibliografi
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog.












































Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi.
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
a.     Bibliogrfi Deskriptif
Bibliografi yang dilengkapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
b.     Bibliografi evaluative
Bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.

6.     Manfaat Bibliografi
Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan alasan antara lain:
·       Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya.
·       Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya
·       Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat.
Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu.Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari  jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan. Dengan demikian maka bibliografi dapat digunakan sebagai:
·       Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan.
·       Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan.
·       Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.















































7.     Cakupan Bibliografi
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
1.     Bibliografi Retrospektif
Jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau.
Misalnya : “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro”
2.     Bibbliografi Terkini/current
Jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini.
Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory
3.     Bibliografi selektif
Jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu.
Misalnya : “Buku bacaan terpilih untuk anak usia prasekolah”.
4.     Bibliografi subjek
Jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu.
Misalnya : “Bibliografi khusus ternak kelinci”


5.     Bibliografi nasional
Jenis bibbliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu.
Misalnya : “Bibbliografi Nasional Indonesia”
Penentuan cakupan /topik suatu bibbliografi ditentukan berdasarkan berbagai pertimbangan antara lain:
·       Permintaan pengguna
·       Topic yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu.
·       Dokumentasi koleksi yang dimiliki.
·       Mandate instansi.

8.     CONTOH BIBLIOGRAFI          
SARWONO                                                                    JUDUL
            EDISI               Teori Psikologi/Sarwono,Sarlito,heSndrawan.
-Ed.1.Cet.3 -Jakarta;Diva Press.1995                PENERBIT
Ix:29 hal.;20 cm                                  DESKRIPSI FISIK
ISBN: 979-421-094-3               ISBN(International Standar Book Number)





















F.      Daerah dan unsur unsur Deskripsi
Seperti telah dijelaskan sebelumnya,langkah pertama dalam pengatalogan adalah menentukan deskripsi bibliografi. Ada 8 daerah deskripsi yaitu:
v    Daerah judul dan keterangan penanggung jawab.
v    Daerah edisi
v    Daerah data khusus
v    Daerah penerbitan dan distribusi
v    Daerah deskripsi fisik
v    Daerah seri
v    Daerah catatan
v    Daerah nomor standar (ISBN)

1.     Daerah judul dan keterangan tanggung jawab
Terdiri atas judul sebenarnya,judul lain (termasuk judul peralel,anak judul) dan pernyataan tanggung jawab.
a.     Judul sebenarnya
Judul sebenarnya di nyatakan sesuaidengan kata,susunan dan ejaan yang digunakan dalam sumber infomasi utama, sedangkan penggunaan huruf kapital dan tanda bacanya disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.
b.     Pernyataan tanggung jawab
Pernyataan tanggung jawab tidak terbatas pada pernyataan pengarang, tetapi dapat pula meliputi editor,penghimpun, penggambar, penerjemah, dan lainnya yang terdapat pada halaman judul.

2.     Dearah edisi
Terdiri atas unsur-unsur edisi dan pernyataan pengarang yang khusus terkait pada edisi tersebut.

3.     Daerah data khusus
Daerah ini tidak di gunakan untuk monograf/buku tercetak, tetapi di gunakan untuk penomoran dalam terbitan berseri dan bahan nonbuku lainnya.

4.     Daerah penerbitan
Daerah penerbitan terdiri atas unsur-unsur tempat terbit,nama penerbit dan tahun terbit. Peraturan umum untuk daerah ini adalah sebagai berikut.
a.     Bila terdapat lebih dari satu tempat,nama atau tahun yang di masukkan di daerah ini. Maka nyatakan tempat,










































b.     nama atau tahun tersebut dalam urutan yang sesuai dengan karya yang dideskripsikan.
c.      Masukkan nama dan tempat, orang atau badan. Sebagaimana adanya dalam sumber informasi. Hilangkan kata depan yang menyertainya,kecuali bila hal itu akan mempengaruhi pemahaman deskripsi
d.     Bila rincian informasi mengenal karya asli tercakup bersamaan dengan keterangan mengenai reproduksi, cetak ulang, dan sebagainya, maka nyatakan informasi mengenai terbitan yang terkhir dalam daerah ini. Informasi mengenai terbitan mengenai yang asli di masukkan dalam catatan

5.     Daerah deskripsi fisik
Terdiri dari unsur-unsur jumlah satuan fisik,pernyataan ilustrasi, ukuran, dan pernyataan bahan tambahan

6.     Daerah seri
Daerah seri terdiri dari unsur-unsur judul seri, keterangan seri lainnya, international Standard Serial Number (ISSN), nomor seri. Setiap seri di salin dalam tanda kurung biasa.

7.     Daerah catatan
Meliputi hal-hal yang penting tetapi tidak dapat di nyatakan dalam daerah deskripsi sebelumnya. Pencatatannya di mulai pada paragraf baru dalam deskripsi  bibliografi. Pengatalog bebas dalam menentukan mengenai apa yang di masukkan dalam daerah catatan.

8.     Nomor standar dan keterangan pengadaan
Nyatakan nomor standar seperti contoh berikut ini :
Contoh :
ISBN 978-602-978-337-7
Nyatakan harga atau keterangan lain yang berhubungan dengan pengadaan dokumen. Nyatakan harga simbol dan angka, dan istilah lain sesingkat mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar