BAB
I
BIBLIOGRAFI
A. Pengertian
Pengatalogan
D
|
alam buku ini akan di jelaskan peraturandan tahap-tahap
dalam kegiatan pengatalogan deskriptif buku. Penggunaan pedoman yang
standarsangat di butuhkan untuk menjaga keseragaman dan ketaatasan dalam
kegiatan ini. Untuk itu dalam pe,bahasan meteri ini akan menggunakan The
Anglo American Catalouging Rules ed. 2, yang di kenal dengan sebutan AACR
2.
Pengatalogan deskriptif di
kenal dengan istilah pengatalogan, untuk itu dalam buku materi pokok ini juga
selanjutnya akan menggunakan istilan pengatalogan. Kegiatan pengatalogan
adalah proses pembuatan katalog, yang merupakan kegiatan perekam data
bibliografi, seperti pengarang, judul, tempat terbit, nama pnerbit, jumlah
halaman, dan lain sebagainya. Hasilnya adalah lazim di sebut dengan istilah
deskripsi bibliografi yang memberikan sajian ringkas untuk membedakan satu buku
dari buku lain.
Dalam pengatalogan juga di
tentukan tajuk entri sebagai akses untuk mendekati segi bibliografis buku. Nama
pengarang pada umumnya di tentukan sebagai tajuk entri utamanya, yaitu pada
entri utama sebagai titik akses pengarang.untuk pembahasan
materi penentuan tajuk entri akan di bahas pada modul lain dari buku Materi
Pokok ini.
Setelah mempelajari modul ini di harapkan Anda dapat:
v Mengetahui sejarah pengatalogan
v Mengetahi bagian-bagian buku sebagai sumber informasi
v Memahami pengaturan pengatalogan
v Menjelaskan tahap pengatalogan deskriptif
v Membuat deskripsi bibliografi buku
B. Sejarah
Pengatalogan
Peraturan pengataloganpada
awalnya di susun oleh pustakawan perorangan. Misalnya Antonio Panizzi dari
British Museum menyusun Rules for Compiling of the Dictionary Catalogue
(1841.). Charles Ammi Cutter dari Amerika menyusun Rules for Compiling of
the Dictionary Catalogue (1903).yang mengemukakan peraturan katalog sistem
leksikal (dictionary catalogue)yaitu katalog 3matra artinya katalog
pengarang, judul dan subjek buku di satukan dalamsatu jajaran.
Mulai permulaan abad XX,
peraturan pengatalogan selalu di buat oleh sebuah komisi atau panitia khusus.
Misalnya Library of Congressdari Amerika Serikat menerbitkan Rules of
Printed Cards (1903 hingga 1930-an) dan Rules of Descriptive Cataloguing
(1949). Amerika Library Assosciation mengeluarkan Rules (1908, 1941, 1949)
Amerika Library Assosciation bekerja sama dengan Library Association (Inggris)
membentuk "Catalog Revision Comittee" sebagai usaha bersama
menyusun peraturan katalog. Pada tahun 1976 terbit sebuah pedoman yang berjudul
Anglo American Catologuing Rules yang di kenal dengan sebutan AACR1.
Prinsip umum pada peraturan tersebut didasarkan atas "Statement of
principles"yang di setujui oleh 53 negara pada International Conference on
Cataloguing Principles di paris 1961. Pertemuan ini merupakan langkah penting
ke arah standarisasi data bibliografis internasional. Sebagai tindak lanjut ke
arah penyeragaman peraturan pengatalogan, pada tahun 1988 terbitlah Anglo
American Catologuing Rules edisi 2 yang merupakan revesi dari AACR 1
sebagai hasil kerja sama antara American
Library Association, Library Association (Inggris), Library of Conggres, dan
Canadian Library Association.
C.
Bagian-Bagian Buku
Kegiatan pengatalogan
adalah proses pembuatan katalog, yang merupakan kegiatan merekam data
bibliografi, seperti pengarang, judul, tempat terbit, nama penerbit, jumlah
halaman, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui data bibliografi tersebut, di
perlukan keterangan fisik dari bahan pustaka yangakan di katalog. Untuk itu
pengataloga perlu mengenali dengan baik bagian-bagian sebuah buku.dengan
mengenali bagian-bagian buku, mengatalog akan lebih mudah mengumpulkan
keterangan yangdi perlukan dalam pembuatan katalog.
Sumber informasi dalam
pengatalogan adalah ciri-ciri fisik dari buku yangdi olah. Bagian-bagian buku
tidak selalu sama antara buku satu dengan buku lainnya, tetapi pada dasarnya
berkisar pada unsur-unsur berikut.
1. Kulit
Buku
Kulit buku di ambil dari
istilah cover, biasannya terdapat judul buku. Judul pada kulit buku
dalam pengatalogan tidak penting, kecuali kalau judul tersebut berbeda dengan
judul yangtercantum pada halaman judul. Dalam hal ini judul tersebut perlu di
catat dalam katalog, sebab sebagian pembaca kemungkinan akan menelusuri judul
buku melalui judul di kulit bukutersebut
2.
Punggung Buku
Pada punggung buku
biasannya terdapat judul buku.seperti halnya judul yangterdapatpada kulit buku,
judul punggungbuku kemungkinan tidak sama dengan apa yang terdapat pada halaman
judul.
3. Halaman
Kosong
Halaman kosong adalah
halaman tanpa teks yang terletak setelah kulit buku di bagian depan dan di
bagian belakang. Halaman ini berfungsi sebagai penguat jilidan buku. Oleh
karana itu, biasanya halaman kosong adalah kertas yang lebih kuat (tidak
mungkin sobek).
4. Halaman
judul Singkat (Half Title)
Halaman judul singkat
terletak setelah halaman kosong dan berisi judul singkat dari buku. Jadi kalau
sebuah buku mempunyai judul pokok dan judul tambahan, maka yangtercantum pada
halaman ini adalah judul pokok saja.
-- Judul
Seri
a. Seri penerbit
Sejumlah karya berjilid yangsaling berkaitan
dalam subjek atau bentuk, di terbitkan oleh penerbit dengan satu judul yang
merangkum, di kenal dengan istilah judul kolektif.
b. Seri Monografi
Sejumlah karya monograf yang di keluarkan oleh
suatu badan dalam penampilan yang seragam.
c. Halaman
Judul
Halaman
judul buku merupakan halaman yangberisi keterangan yangdi berikan penerbit,
antara lain judul buku, nama pengarang, dan pihak-pihak lain yangterlibat dalam
kepengarangan seperti penerjemah, editor, dan ilustrator. Di samping itu juga
berisi informasi tentang kota tempatterbit, penerbit, dan tahun terbit. Oleh
karena itu, halaman judul buku merupakan halaman yang sangat penting untuk di
perhatikan dalam proses pengatalogan. Halaman judul merupakan sumber informasi
utama dalam mengumpulkan keterangan yang di perlukan dalam pengatalogan.
d.
Halaman Balik Judul (Verso-Recto)
Pada halaman balik judul
sering kali terdapat informasi penting antara lain: keterangan kepengarangan;
(2) judul asli dari karya terjemahan; (3) kota tempatterbit dan penerbit; (4)
tahun terbit dan tahun copyright; (5) keterangan edisi.
e.
Halaman Persenbahan (Dedication)
Halaman persembahan
biasanya terletak sebelum halaman prakata. Halaman ini tidak perlu di
perhatikan dalam proses pengatalogan.
f.
Kata Pengantar
Kata pengantar merupakan
catatan singkat yang mendahului teks, berisi penjelasan yang di berikan si
pengarang kepada para pembaca. Penjelasan ini dapat berupa tujuan dan alasan
penulisan buku, ruang lingkup, dan keterangan subjek yang di bahas. Sering kali
kata pengantar berisi ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah
membantu dalam penulisan buku tersebut serta penjelasan tentang cetakan.
g. Daftar
Isi
Daftar isi biasanya
terletak sesudah kata pengantar tetapi dapat juga terletak di bagian akhir dari
buku. Daftar isi memuat judul-judul bab dan rincian berupa subbab. Dari daftar
isi kita dapat melihat sekilas ruang lingkup subjek yang di bahas pengarang.
h. Pendahuluan
Pendahuluan biasanya
mengikuti daftar isi dan merupakan bab pertama dari buku. Pendahuluan memberi
wawasan tentang subjek yang di bahas.
i. Naskah
(Teks)
Naskah atau teks merupakan
isi buku yang di sajikan dalam bab-bab secara sistematik.
j.
Indeks
Indeks buku merupakan
daftar nama dan subjek secara terinci yang menujuk kepada halaman buku tempat
kata subjek atau istilah itu tercantum. Indeks biasanya terletak di bagian
akhir dari sebuah buku. Indeks buku sangat bermanfaat, untuk itu perlu di catat
keberadaanya di katalog.
k.
Bibliografi
Bibliografi merupakan
daftar kepustakaan yangdi gunakan si pengarang dalam menulis buku. Bagi
pembaca, bibliografi ini penting untuk lebih mendalami isi buku tersebut.
Bibliografi biasanya terletak di bagian akhir dari buku atau pada catatan kaki.
l.
Glossary
Glossary merupakan daftar kata-kata atau istilah yang di anggapmasih
asing bagi pembaca pada umumnya atau masih penjelasan. Glossary biasanya terletak pada akhir buku.
m.
Kolofon
Kolofon adalah keterangan
yang terdapat pada bagian akhir dokumen yang memberikan informasi tentang salah
satu keterangan berikut yaitu judul, pengarang, penerbit, pencetak, tahun
penerbitan atau pencetakan,dan informasi lainnya.
n.
Nomor Pagina
Nomor pagina dari sebuah
buku biasanya terdiri dari angka Romawi kecil dan angka Arab. Angka Romawai
kecil di gunakan pada penomoran halaman kata pengantar sampai
dengan daftar isi, sedangkan untuk bab-bab pendahuluan
sempai akhir biasanya di gunakan angka Arab.
D. Peraturan
Pengatalogan
1. Mengenal AACR2
Anglo-American Cataloguing
Rules edisi 2 di kenal sebutan
AACR2 yang di gunakan sebagai pedoman dalam pembuatan katalog dan bisa di
gunakan untuk semua jenis bahan pustaka. AACR2 merupaka perangkat peraturan
yang Flexible, karena dalam AACR2 tersedia aturan yang
bersifatalternatif dan pilihan. Artinya beberapa aturan boleh di gunakan atau
tidak. Dengan demikian pustakawan dapat menentukan kebijakan yang akan di
gunakan oleh perpustakaannya. Data bibliografi yang di cantumkan dalam katalog
dapat di sesuaikan dengan situasi dan kondisi perpustakaan. Tentunya kebijakan
ini harus di buatkan pedoman kerjanya sehingga pustakawan yang melaksanakan
kegiatan ini akan taat asas dan konsisten.
Tahap-tahap dalam
pengatalogan di lakukan dua tahap, yaitu pertama mencatat terlebih dahulu data
bibliografi bahan pustaka, dan yang kedua menentukan titik akses yang meliputi
penentuan tajuk entri utama, tajuk entri tambahan dan bentuk tajuknya. Demikian
halnya struktur peraturan dalam AACR2 di bagi atas dua bagian (part). Bagian
pertama (part 1) peraturan aturan
untuk membuat deskripsi bibliografi (description), dan bagian kedua (part
II) peraturan untuk menentukan titik akses (Heading, Uniform Titles, and
Reference).
Peraturan untuk deskripsi
bibliografi terdiri 13 bab. Bab1 besrisi peraturan umum yang berlaku untuk
semua jenis bahan pustaka, sedangkan dalam bab2 sampai Bab 10 berisi peraturan
bagi satu jenis bahan pustaka tertentu. Bab 11 sampai Bab 13 memuat peraturan
yang bersifat parsial, sebagian dapat mengikuti peraturan umum sebagian
merupakan peraturan khusus, misalnya peraturan untuk pengatalogan bentuk mikro,
terbitan berseri dan analisis.
Peraturan pada bab 1 untuk
daerah deskripsi di dasarkan pada General International Standart
Bibliographic Description (ISBD (G)). ISBD (G) di serap dalam AACR2 sebagai
kerangka kerja umum deskripsi bibliografis.
Dari hasil tersebut
kemudian di kembangkan berbagai ISBD untuk berbagai jenis bahan pustaka seperti
ISBD (M) untuk monograf. Ada 8 daerah deskripsi yaitu:
v Daerah judul dan keterangan penanggung jawab.
v Daerah edisi
v Daerah data khusus
v Daerah penerbitan dan distribusi
v Daerah deskripsi fisik
v Daerah seri
v Daerah catatan
v Daerah nomor standar (ISBN)
Tabel 1.1
Sumber Informasi Daerah Deskripsi Buku
No
|
Daerah
|
Sumber informasi
|
1
|
Judul dan Pernyataan tanggung jawab
|
Halaman Judul
|
2
|
Edisi
|
Halaman judul,Halaman lain,kolofon
|
3
|
Data khusus(tidak dipakai)
|
-
|
4
|
Terbitan dan publikasi lainnya
|
Halaman judul,halman lain ,kolofon
|
5
|
Deskripsi Fisik
|
Terbitan yang bersangkutan
|
6
|
Seri
|
Halaman judul seri ,halaman judul monograf,kulit buku
,bagian lain dari publikasi
|
7
|
Catatan
|
Sumber apa saja
|
8
|
Nomor standard an keterangan harga
|
Sumber apa saja
|
Tabel 1.2
Garis Besar Susunan Deskripsi
No
|
Daerah
|
Tanda baca
|
Unsur
|
1
|
Judul dan pernyataan tanggung jawab
|
1.1 Judul sebenarnya
|
|
[](kurung siku)
|
1.2 Pernyataan jenis bahan umum
|
||
=(sama dengan)
|
1.3 Judul parallel
|
||
:(titik dua)
|
1.4 Judul lain /anak judul
|
||
/ (garis miring)
|
1.5 Pernyataan tanggung jawab
|
||
; (titik koma)
|
Pernyataan tanggung jawab yang kedua dan seterusnya
|
||
2
|
Edisi
|
.--
|
2.1 Pernyataan edisi
|
/ (garis miring)
|
2.2 Pernyataan taggung jawab
|
||
; (titik koma)
|
2.3 Pernyataan tanggung jawab yang kedua dan
seterusnya,berhubungan dengan edisi ,ybs.
|
||
3
|
Data khusus
|
Digunakan untuk terbitan berseri,kartografi,sumber daya
elektronik
|
|
4
|
Penerbitan
|
.--
|
4.1 Tempat terbit
|
: (titik dua)
|
4.2 Nama Penerbit
|
||
, (tanda koma)
|
4.3 Tahun terbit
|
||
5
|
Deskripsi fisik(Jika tidak berparagraf)
|
.--
|
5.1 Jumlah halaman dan jumlah jilid
|
: (titilk dua)
|
5.2 Pernyataan ilustrasi
|
||
; (titik koma)
|
5.3 Ukuran
|
||
+(tanda tambah)
|
5.4 Lampiran
|
||
6
|
Seri (Ditulis dalam tanda kurung)
|
.--
|
6.1 Judul seri
|
: (titik dua)
|
6.2 Keterangan seri lainnya
|
||
;(titik koma)
|
6.3 ISSN
|
||
; (titik koma)
|
6.4 Nomor seri
|
||
7
|
Catatan(Jika tidak berparagraf)
|
.--
|
|
8
|
Nomor standard dan harga (Jika tidak berparagraf)
|
.--
|
ISBN
|
:
|
8.1 Harga dan sebagainya
|
||
E. BIBLIOGRAFI
Berasal dari bahasa latin yaitu
Biblio (buku) dan Graphein(menulis).(V.W. Clapp, 1985)Secara
etimologisBibliografi adalah adalah nama yang diterapkan untuk ilmu, senidan
produk senidalam merekam bahan-bahan yangditerbitkan.· Sebagai ilmu =
pengetahuan tentang buku dilihat dari berbagai aspeknya (fisik atau
ide).Pengetahuan tersebut dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman tentang
sejarah buku, status karya individu, hubunganya dengan karya lain. Maka
pengetahuan tentang p archment(kertas), penjilidan, percetakan( xylography/seni
cetak di ukiran kayu dan typography/tata huruf), ilustrasi buku, penyusunan
bagian-bagian menjadi volume, kepengarangan, penerbit, dll semua itu tercakup
dalam bibliographi.Sebagai seni = proses dalam
membuat bibliografi itu sendiri ( teknik,penyajian, dll).Sebagai
produk seni= daftar sistematis buku atau lainya yang disusun untuk maksud dan
tujuan tertentu.
(Prytherch,
1990)Bibliografi adalah seni dalam mendeskripsikan buku dari segi fisik atau
gagasan, buku sebagai objek fisik dan sejarah produksi buku. Kadang digunakan
istilah critical, analitical,historycal or physical bibliography.
(Downs, 1967)Bibliografi sebagai objek fisik (analitical
bibliografi) Bibliografi sebagai ide(systematic bibliografi ), fungsiutama
pembuatan daftar buku, mengenali buku apa yang ada, menjemin pelestarian,
pelengkap bagi pekerja informasi . (World Book Encyclopedia, 1992)adalah daftar
buku atau artikel tentang sebuah subjek. Biasanya bibliografi diakhir halaman
disertai dengan teks atau artikel yang panjang untuk rujuakan para pembaca atau
penulis dan untuk memberikan informasi tambahan dalam subjek.
(John Feather & Paul Sturges, 1997)adalah daftar sistematikatau studi analytic tentang buku, manuskrip dan dokumen lain. Bibliografi bermaksud menyediakan ulasanyang luas tentang pilihan berbagai area yang mungkin berdasarkan kronologis, geografi, subjek, pengarang, bentuk publikasi atau kumpulan lain. Enumerative bibliographi adalah sebuah istilah yang lebih banyak mencakup bibliografi. .
1.
Tujuan
Bibbliografi
a. Mendaftar/menyusun
informasi mengenai buku serta bahan pustaka yang terkait dalam susunan logis
dan bermanfaat.
b. Untuk
membantu pemakai dalam menentukan keberadaan sebuah bahan pustaka atau
mengenali sebuah buku yang populer.
c. Bagi
peneliti , mengetahui subjek apa saja yang telah ditulis, memperoleh
informasi yang actual , menghindarkan duplikasi penelitian.
informasi yang actual , menghindarkan duplikasi penelitian.
d. Sebagai
sarana pemilihan buku (identifikasi, rincian bibliografis, dll)
e. Sarana
untuk mengetahui perkembangan buku.
f. Untuk
memudahkan pengguna maka dibuatlah indeks pengarag, subjek,tempat.
2.
Fungsi
Dan Kegunaan Bibliografi
a. Mencatat
buku atau bahan pustaka yang ada.
b. Mempromosikan
pendayagunaan buku dan bahan pustaka lainya.
c. Salah
satu alat untuk mengembangkan ilmu karena bibliografi merupakan kumulasi
pengetahuan.
3.
Unsur-unsur
Bibliografi dan Contoh Penulisannya.
a. Nama Pengarang, yang dikutip secara
lengkap.
b. Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c. Data Publikasi: penerbit, tempat
terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid
buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d. Untuk sebuah artikel diperlukan pula
judul artikel yang bersangkutan, nama majalah atau
surat kabar, tanggal dan tahun.
4.
Penyusunan
Bibliografi
a. Nama pengarang diurutkan berdasarkan
urutan abjad.
b. Jika tidak ada nama pengarang, judul
buku atau artikel yang dimasukkan dalam
urutan abjad.
c. Jika untuk seorang pengarang terdapat
lebih dari satu bahan referensi, untuk
refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan,
tetapi diganti dengan garis sepanjang
5 atau 7 ketikan.
d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu
refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah
dua spasi.
e. Baris pertama dimulai dari margin kiri.
Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak
tiga atau empat ketikan.
5.
Jenis-Jenis
Bibliografi
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam
pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar.
Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang
dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog.
Sementara jika daftar yang disusun
berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut
daftar isi.
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
a. Bibliogrfi Deskriptif
Bibliografi yang dilengkapi deskripsi
singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan
pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data
terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
b. Bibliografi evaluative
Bibliografi yang dilengkapi dengan
evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian
terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.
6.
Manfaat Bibliografi
Pencatatan informasi
mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan alasan
antara lain:
· Jumlah koleksi perpustakaan yang
semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya.
· Kebutuhan informasi para pengguna yang
semakin beragam dan meningkat jumlahnya
· Upaya untuk meningkatkan kualitas
layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat.
Oleh karena itu penyusunan
suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari
dan menelusuri informasi tertentu.Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai
bagian dari jasa pelayanan perpustakaan
kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta
dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan. Dengan demikian
maka bibliografi dapat digunakan sebagai:
· Bahan rujukan terhadap koleksi
perpustakaan.
· Daftar koleksi yang dimiliki
perpustakaan.
· Daftar informasi bahan pustaka mengenai
suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.
7.
Cakupan
Bibliografi
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat
dibagi menjadi:
1.
Bibliografi
Retrospektif
Jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah
diterbitkan pada jaman yang lampau.
Misalnya : “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro”
2.
Bibbliografi Terkini/current
Jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau
masih terbit saat ini.
Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory
3.
Bibliografi selektif
Jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan
tujuan tertentu.
Misalnya : “Buku bacaan terpilih untuk anak usia
prasekolah”.
4.
Bibliografi subjek
Jenis bibliografi yang mencatat bahan
pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu.
Misalnya : “Bibliografi khusus ternak kelinci”
5.
Bibliografi nasional
Jenis bibbliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau
daerah regional tertentu.
Misalnya : “Bibbliografi Nasional Indonesia”
Penentuan cakupan /topik suatu
bibbliografi ditentukan berdasarkan berbagai pertimbangan antara lain:
· Permintaan pengguna
· Topic yang sedang berkembang atau yang
banyak diperlukan saat itu.
· Dokumentasi koleksi yang dimiliki.
· Mandate instansi.
8.
CONTOH
BIBLIOGRAFI
SARWONO JUDUL
EDISI Teori
Psikologi/Sarwono,Sarlito,heSndrawan.
-Ed.1.Cet.3 -Jakarta;Diva Press.1995 PENERBIT
Ix:29 hal.;20 cm DESKRIPSI
FISIK
ISBN: 979-421-094-3 ISBN(International
Standar Book Number)
F.
Daerah
dan unsur unsur Deskripsi
Seperti telah dijelaskan sebelumnya,langkah pertama dalam
pengatalogan adalah menentukan deskripsi bibliografi. Ada 8 daerah deskripsi
yaitu:
v Daerah judul dan keterangan penanggung jawab.
v Daerah edisi
v Daerah data khusus
v Daerah penerbitan dan distribusi
v Daerah deskripsi fisik
v Daerah seri
v Daerah catatan
v Daerah nomor standar (ISBN)
1.
Daerah
judul dan keterangan tanggung jawab
Terdiri
atas judul sebenarnya,judul lain (termasuk judul peralel,anak judul) dan
pernyataan tanggung jawab.
a. Judul
sebenarnya
Judul
sebenarnya di nyatakan sesuaidengan kata,susunan dan ejaan yang digunakan dalam
sumber infomasi utama, sedangkan penggunaan huruf kapital dan tanda bacanya
disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.
b. Pernyataan
tanggung jawab
Pernyataan
tanggung jawab tidak terbatas pada pernyataan pengarang, tetapi dapat pula
meliputi editor,penghimpun, penggambar, penerjemah, dan lainnya yang terdapat
pada halaman judul.
2.
Dearah
edisi
Terdiri
atas unsur-unsur edisi dan pernyataan pengarang yang khusus terkait pada edisi
tersebut.
3.
Daerah
data khusus
Daerah
ini tidak di gunakan untuk monograf/buku tercetak, tetapi di gunakan untuk
penomoran dalam terbitan berseri dan bahan nonbuku lainnya.
4.
Daerah
penerbitan
Daerah
penerbitan terdiri atas unsur-unsur tempat terbit,nama penerbit dan tahun
terbit. Peraturan umum untuk daerah ini adalah sebagai berikut.
a. Bila
terdapat lebih dari satu tempat,nama atau tahun yang di masukkan di daerah ini.
Maka nyatakan tempat,
b. nama
atau tahun tersebut dalam urutan yang sesuai dengan karya yang dideskripsikan.
c. Masukkan
nama dan tempat, orang atau badan. Sebagaimana adanya dalam sumber informasi.
Hilangkan kata depan yang menyertainya,kecuali bila hal itu akan mempengaruhi
pemahaman deskripsi
d. Bila
rincian informasi mengenal karya asli tercakup bersamaan dengan keterangan
mengenai reproduksi, cetak ulang, dan sebagainya, maka nyatakan informasi
mengenai terbitan yang terkhir dalam daerah ini. Informasi mengenai terbitan
mengenai yang asli di masukkan dalam catatan
5.
Daerah
deskripsi fisik
Terdiri
dari unsur-unsur jumlah satuan fisik,pernyataan ilustrasi, ukuran, dan
pernyataan bahan tambahan
6.
Daerah
seri
Daerah
seri terdiri dari unsur-unsur judul seri, keterangan seri lainnya,
international Standard Serial Number (ISSN), nomor seri. Setiap seri di salin
dalam tanda kurung biasa.
7.
Daerah
catatan
Meliputi
hal-hal yang penting tetapi tidak dapat di nyatakan dalam daerah deskripsi sebelumnya.
Pencatatannya di mulai pada paragraf baru dalam deskripsi bibliografi. Pengatalog bebas dalam
menentukan mengenai apa yang di masukkan dalam daerah catatan.
8.
Nomor
standar dan keterangan pengadaan
Nyatakan
nomor standar seperti contoh berikut ini :
Contoh :
ISBN 978-602-978-337-7
Nyatakan harga atau keterangan
lain yang berhubungan dengan pengadaan dokumen. Nyatakan harga simbol dan
angka, dan istilah lain sesingkat mungkin.