KATA
PENGANTAR
Dengan
mengucap puji syukur Alhamdulillahirabbilalamin penulis
panjatkan kepada kehadirat ilahi rabbi Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga terselesaikanya penulisan buku tentang PERPUSTAKAAN
ini.
Sholawat
serta salam tetap tercurah kepada nabi besar Nabi Muhammad SAW beserta
keluarga,sahabat dan semoga sampai kepada kita selaku umatnya sampai akhir
zaman.
Di
eraglobalisai sekarang ini teknologi sudah sangat maju dalam segala bidang,
semakin tahun semakin bertambah teknologi yang di ciptakan.dengan demikian
penulis bermaksud memberikan sedikit informasi dari teknologi sistem
otomasi pengolahan perpustakaan yang semoga dapat memberikan kemudahan
dan efesiensi dalam mengolah data khusunya dalam bidang perpustakaan.
Semoga buku ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR......................................................................... i
DAFTAR
ISI..................................................................................... ii
BAB
I
I.
BIBLIOGRAFI..................................................................... 1
1.
Pengertian Bibliografi................................................. 1
1.1.
Hvcvn.................................................................... 1
1.2.
Hdfgksjdg.............................................................. 1
BAB
II
II.
KLASIFIKASI........................................................................ 2
2.
Pengertian Klasifikasi.................................................. 2
2.1.
Macam-macam Klasifikasi................................... 2
2.2.
Contoh Klasifikasi................................................. 2
BAB
III
III.
IT Dasar............................................................................. 3
3.
Pengertian IT Dasar..................................................... 3
3.1.
Fg.......................................................................... 3
3.2.
Ed.......................................................................... 3
BAB
IV
IV.
IT Mahir............................................................................. 4
4.
Pengertian IT Mahir.................................................... 4
4.1.
Apa itu IT Mahir................................................... 4
4.2.
Ded....................................................................... 4
BAB
V
V.
LITERASI INFORMASI........................................................ 5
5.
Pengertian Literasi Informasi...................................... 5
5.1.
Apa saja si............................................................. 5
5.2.
Fungsinya.............................................................. 5
PENUTUP........................................................................................ 6
DAFTAR
PUSTAKA.......................................................................... 7
LAMPIRAN...................................................................................... 8
PROFIL
PENULIS............................................................................. 9
BAB
I
BIBLIOGRAFI
A. Pengertian Pengatalogan
D
|
alam buku
ini akan di jelaskan peraturandan tahap-tahap dalam kegiatan pengatalogan
deskriptif buku. Penggunaan pedoman yang standarsangat di butuhkan untuk
menjaga keseragaman dan ketaatasan dalam kegiatan ini. Untuk itu dalam
pe,bahasan meteri ini akan menggunakan The Anglo American Catalouging Rules
ed. 2, yang di kenal dengan sebutan AACR 2.
Pengatalogan deskriptif di kenal dengan istilah pengatalogan,
untuk itu dalam buku materi pokok ini juga selanjutnya akan menggunakan istilan
pengatalogan. Kegiatan pengatalogan adalah proses pembuatan katalog,
yang merupakan kegiatan perekam data bibliografi, seperti pengarang, judul,
tempat terbit, nama pnerbit, jumlah halaman, dan lain sebagainya. Hasilnya
adalah lazim di sebut dengan istilah deskripsi bibliografi yang memberikan
sajian ringkas untuk membedakan satu buku dari buku lain.
Dalam pengatalogan juga di tentukan tajuk entri sebagai akses
untuk mendekati segi bibliografis buku. Nama pengarang pada umumnya di tentukan
sebagai tajuk entri utamanya, yaitu pada entri utama
sebagai titik akses pengarang.untuk pembahasan materi penentuan tajuk entri
akan di bahas pada modul lain dari buku Materi Pokok ini.
Setelah
mempelajari modul ini di harapkan Anda dapat:
v Mengetahui sejarah
pengatalogan
v Mengetahi
bagian-bagian buku sebagai sumber informasi
v Memahami
pengaturan pengatalogan
v Menjelaskan
tahap pengatalogan deskriptif
v Membuat
deskripsi bibliografi buku
B. Sejarah Pengatalogan
Peraturan pengataloganpada awalnya di susun oleh pustakawan
perorangan. Misalnya Antonio Panizzi dari British Museum menyusun Rules for
Compiling of the Dictionary Catalogue (1841.). Charles Ammi Cutter dari
Amerika menyusun Rules for Compiling of the Dictionary Catalogue (1903).yang
mengemukakan peraturan katalog sistem leksikal (dictionary catalogue)yaitu
katalog 3matra artinya katalog pengarang, judul dan subjek buku di satukan
dalamsatu jajaran.
Mulai permulaan abad XX, peraturan pengatalogan selalu di buat
oleh sebuah komisi atau panitia khusus. Misalnya Library of Congressdari
Amerika Serikat menerbitkan Rules of Printed Cards (1903 hingga 1930-an)
dan Rules of Descriptive Cataloguing (1949). Amerika Library
Assosciation mengeluarkan Rules (1908, 1941, 1949) Amerika Library Assosciation
bekerja sama dengan Library Association (Inggris) membentuk "Catalog
Revision Comittee" sebagai usaha bersama menyusun peraturan katalog.
Pada tahun 1976 terbit sebuah pedoman yang berjudul Anglo American
Catologuing Rules yang di kenal dengan sebutan AACR1. Prinsip umum pada
peraturan tersebut didasarkan atas "Statement of principles"yang di
setujui oleh 53 negara pada International Conference on Cataloguing Principles
di paris 1961. Pertemuan ini merupakan langkah penting ke arah standarisasi
data bibliografis internasional. Sebagai tindak lanjut ke arah penyeragaman
peraturan pengatalogan, pada tahun 1988 terbitlah Anglo American Catologuing
Rules edisi 2 yang merupakan revesi dari AACR 1 sebagai hasil kerja sama
antara American Library Association,
Library Association (Inggris), Library of Conggres, dan Canadian Library
Association.
C.
Bagian-Bagian
Buku
Kegiatan pengatalogan adalah proses pembuatan katalog, yang
merupakan kegiatan merekam data bibliografi, seperti pengarang, judul, tempat
terbit, nama penerbit, jumlah halaman, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui
data bibliografi tersebut, di perlukan keterangan fisik dari bahan pustaka
yangakan di katalog. Untuk itu pengataloga perlu mengenali dengan baik
bagian-bagian sebuah buku.dengan mengenali bagian-bagian buku, mengatalog akan
lebih mudah mengumpulkan keterangan yangdi perlukan dalam pembuatan katalog.
Sumber informasi dalam pengatalogan adalah ciri-ciri fisik dari
buku yangdi olah. Bagian-bagian buku tidak selalu sama antara buku satu dengan
buku lainnya, tetapi pada dasarnya berkisar pada unsur-unsur berikut.
1. Kulit Buku
Kulit buku di ambil dari istilah cover, biasannya terdapat
judul buku. Judul pada kulit buku dalam pengatalogan tidak penting, kecuali
kalau judul tersebut berbeda dengan judul yangtercantum pada halaman judul.
Dalam hal ini judul tersebut perlu di catat dalam katalog, sebab sebagian
pembaca kemungkinan akan menelusuri judul buku melalui judul di kulit
bukutersebut
2.
Punggung
Buku
Pada punggung buku biasannya terdapat judul buku.seperti halnya
judul yangterdapatpada kulit buku, judul punggungbuku kemungkinan tidak sama
dengan apa yang terdapat pada halaman judul.
3. Halaman Kosong
Halaman kosong adalah halaman tanpa teks yang terletak setelah
kulit buku di bagian depan dan di bagian belakang. Halaman ini berfungsi
sebagai penguat jilidan buku. Oleh karana itu, biasanya halaman kosong adalah
kertas yang lebih kuat (tidak mungkin sobek).
4. Halaman judul Singkat (Half Title)
Halaman judul singkat terletak setelah halaman kosong dan berisi
judul singkat dari buku. Jadi kalau sebuah buku mempunyai judul pokok dan judul
tambahan, maka yangtercantum pada halaman ini adalah judul pokok saja.
5. Judul Seri
a. Seri penerbit
Sejumlah karya berjilid yangsaling berkaitan
dalam subjek atau bentuk, di terbitkan oleh penerbit dengan satu judul yang
merangkum, di kenal dengan istilah judul kolektif.
b. Seri Monografi
Sejumlah karya monograf yang di keluarkan oleh
suatu badan dalam penampilan yang seragam.
c. Halaman Judul
Halaman judul buku merupakan halaman
yangberisi keterangan yangdi berikan penerbit, antara lain judul buku, nama
pengarang, dan pihak-pihak lain yangterlibat dalam kepengarangan seperti
penerjemah, editor, dan ilustrator. Di samping itu juga berisi informasi
tentang kota tempatterbit, penerbit, dan tahun terbit. Oleh karena itu, halaman
judul buku merupakan halaman yang sangat penting untuk di perhatikan dalam
proses pengatalogan. Halaman judul merupakan sumber informasi utama dalam
mengumpulkan keterangan yang di perlukan dalam pengatalogan.
d.
Halaman
Balik Judul (Verso-Recto)
Pada halaman balik judul sering kali terdapat informasi penting
antara lain: keterangan kepengarangan; (2) judul asli dari karya terjemahan;
(3) kota tempatterbit dan penerbit; (4) tahun terbit dan tahun copyright; (5)
keterangan edisi.
e.
Halaman
Persenbahan (Dedication)
Halaman persembahan biasanya terletak sebelum halaman prakata.
Halaman ini tidak perlu di perhatikan dalam proses pengatalogan.
f.
Kata
Pengantar
Kata pengantar merupakan catatan singkat yang mendahului teks,
berisi penjelasan yang di berikan si pengarang kepada para pembaca. Penjelasan
ini dapat berupa tujuan dan alasan penulisan buku, ruang lingkup, dan
keterangan subjek yang di bahas. Sering kali kata pengantar berisi ucapan
terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penulisan buku
tersebut serta penjelasan tentang cetakan.
g. Daftar Isi
Daftar isi biasanya terletak sesudah kata pengantar tetapi dapat
juga terletak di bagian akhir dari buku. Daftar isi memuat judul-judul bab dan
rincian berupa subbab. Dari daftar isi kita dapat melihat sekilas ruang lingkup
subjek yang di bahas pengarang.
h. Pendahuluan
Pendahuluan biasanya mengikuti daftar isi dan merupakan bab
pertama dari buku. Pendahuluan memberi wawasan tentang subjek yang di bahas.
i.
Naskah
(Teks)
Naskah atau teks merupakan isi buku yang di sajikan dalam bab-bab
secara sistematik.
j.
Indeks
Indeks buku merupakan daftar nama dan subjek secara terinci yang
menujuk kepada halaman buku tempat kata subjek atau istilah itu tercantum.
Indeks biasanya terletak di bagian akhir dari sebuah buku. Indeks buku sangat
bermanfaat, untuk itu perlu di catat keberadaanya di katalog.
k.
Bibliografi
Bibliografi merupakan daftar kepustakaan yangdi gunakan si
pengarang dalam menulis buku. Bagi pembaca, bibliografi ini penting untuk lebih
mendalami isi buku tersebut. Bibliografi biasanya terletak di bagian akhir dari
buku atau pada catatan kaki.
l.
Glossary
Glossary merupakan daftar kata-kata atau istilah yang
di anggapmasih asing bagi pembaca pada umumnya atau masih penjelasan. Glossary
biasanya terletak pada akhir buku.
m.
Kolofon
Kolofon adalah keterangan yang terdapat pada bagian akhir dokumen
yang memberikan informasi tentang salah satu keterangan berikut yaitu judul,
pengarang, penerbit, pencetak, tahun penerbitan atau pencetakan,dan informasi
lainnya.
n.
Nomor
Pagina
Nomor pagina dari sebuah buku biasanya terdiri dari angka Romawi
kecil dan angka Arab. Angka Romawai kecil di gunakan pada penomoran halaman
kata pengantar sampai
dengan
daftar isi, sedangkan untuk bab-bab pendahuluan sempai akhir biasanya di
gunakan angka Arab.
D. Peraturan Pengatalogan
1. Mengenal AACR2
Anglo-American Cataloguing Rules edisi 2 di
kenal sebutan AACR2 yang di gunakan sebagai pedoman dalam pembuatan katalog dan
bisa di gunakan untuk semua jenis bahan pustaka. AACR2 merupaka perangkat
peraturan yang Flexible, karena dalam AACR2 tersedia aturan yang
bersifatalternatif dan pilihan. Artinya beberapa aturan boleh di gunakan atau
tidak. Dengan demikian pustakawan dapat menentukan kebijakan yang akan di
gunakan oleh perpustakaannya. Data bibliografi yang di cantumkan dalam katalog
dapat di sesuaikan dengan situasi dan kondisi perpustakaan. Tentunya kebijakan
ini harus di buatkan pedoman kerjanya sehingga pustakawan yang melaksanakan
kegiatan ini akan taat asas dan konsisten.
Tahap-tahap dalam pengatalogan di lakukan dua tahap, yaitu pertama
mencatat terlebih dahulu data bibliografi bahan pustaka, dan yang kedua
menentukan titik akses yang meliputi penentuan tajuk entri utama, tajuk entri
tambahan dan bentuk tajuknya. Demikian halnya struktur peraturan dalam AACR2 di
bagi atas dua bagian (part). Bagian pertama (part 1) peraturan aturan untuk membuat deskripsi
bibliografi (description), dan bagian kedua (part II) peraturan
untuk menentukan titik akses (Heading, Uniform Titles, and Reference).
Peraturan untuk deskripsi bibliografi terdiri 13 bab. Bab1 besrisi
peraturan umum yang berlaku untuk semua jenis bahan pustaka, sedangkan dalam
bab2 sampai Bab 10 berisi peraturan bagi satu jenis bahan pustaka tertentu. Bab
11 sampai Bab 13 memuat peraturan yang bersifat parsial, sebagian dapat
mengikuti peraturan umum sebagian merupakan peraturan khusus, misalnya
peraturan untuk pengatalogan bentuk mikro, terbitan berseri dan analisis.
Peraturan pada bab 1 untuk daerah deskripsi di dasarkan pada General
International Standart Bibliographic Description (ISBD (G)). ISBD (G) di
serap dalam AACR2 sebagai kerangka kerja umum deskripsi bibliografis.
Dari hasil tersebut kemudian di kembangkan berbagai ISBD untuk
berbagai jenis bahan pustaka seperti ISBD (M) untuk monograf. Ada 8 daerah
deskripsi yaitu:
v Daerah judul
dan keterangan penanggung jawab.
v Daerah edisi
v Daerah data
khusus
v Daerah
penerbitan dan distribusi
v Daerah
deskripsi fisik
v Daerah seri
v Daerah
catatan
v Daerah nomor
standar (ISBN)
Tabel 1.1
Sumber
Informasi Daerah Deskripsi Buku
No
|
Daerah
|
Sumber informasi
|
1
|
Judul dan
Pernyataan tanggung jawab
|
Halaman
Judul
|
2
|
Edisi
|
Halaman
judul,Halaman lain,kolofon
|
3
|
Data
khusus(tidak dipakai)
|
-
|
4
|
Terbitan
dan publikasi lainnya
|
Halaman
judul,halman lain ,kolofon
|
5
|
Deskripsi Fisik
|
Terbitan
yang bersangkutan
|
6
|
Seri
|
Halaman
judul seri ,halaman judul monograf,kulit buku ,bagian lain dari publikasi
|
7
|
Catatan
|
Sumber apa
saja
|
8
|
Nomor
standard an keterangan harga
|
Sumber apa
saja
|
Tabel 1.2
Garis Besar
Susunan Deskripsi
No
|
Daerah
|
Tanda baca
|
Unsur
|
1
|
Judul dan
pernyataan tanggung jawab
|
1.1 Judul
sebenarnya
|
|
[](kurung
siku)
|
1.2
Pernyataan jenis bahan umum
|
||
=(sama
dengan)
|
1.3 Judul
parallel
|
||
:(titik
dua)
|
1.4 Judul
lain /anak judul
|
||
/ (garis
miring)
|
1.5
Pernyataan tanggung jawab
|
||
; (titik
koma)
|
Pernyataan
tanggung jawab yang kedua dan seterusnya
|
||
2
|
Edisi
|
.--
|
2.1
Pernyataan edisi
|
/ (garis
miring)
|
2.2
Pernyataan taggung jawab
|
||
; (titik
koma)
|
2.3
Pernyataan tanggung jawab yang kedua dan seterusnya,berhubungan dengan edisi
,ybs.
|
||
3
|
Data
khusus
|
Digunakan
untuk terbitan berseri,kartografi,sumber daya elektronik
|
|
4
|
Penerbitan
|
.--
|
4.1 Tempat
terbit
|
: (titik
dua)
|
4.2 Nama
Penerbit
|
||
, (tanda
koma)
|
4.3 Tahun
terbit
|
||
5
|
Deskripsi
fisik(Jika tidak berparagraf)
|
.--
|
5.1 Jumlah
halaman dan jumlah jilid
|
: (titilk
dua)
|
5.2
Pernyataan ilustrasi
|
||
; (titik
koma)
|
5.3 Ukuran
|
||
+(tanda
tambah)
|
5.4
Lampiran
|
||
6
|
Seri
(Ditulis dalam tanda kurung)
|
.--
|
6.1 Judul
seri
|
: (titik
dua)
|
6.2
Keterangan seri lainnya
|
||
;(titik
koma)
|
6.3 ISSN
|
||
; (titik
koma)
|
6.4 Nomor
seri
|
||
7
|
Catatan(Jika
tidak berparagraf)
|
.--
|
|
8
|
Nomor
standard dan harga (Jika tidak berparagraf)
|
.--
|
ISBN
|
:
|
8.1 Harga
dan sebagainya
|
||
E. BIBLIOGRAFI
Berasal dari bahasa latin yaitu
Biblio (buku) dan Graphein(menulis).(V.W. Clapp, 1985)Secara
etimologisBibliografi adalah adalah nama yang diterapkan untuk ilmu, senidan
produk senidalam merekam bahan-bahan yangditerbitkan.· Sebagai ilmu =
pengetahuan tentang buku dilihat dari berbagai aspeknya (fisik atau
ide).Pengetahuan tersebut dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman tentang
sejarah buku, status karya individu, hubunganya dengan karya lain. Maka
pengetahuan tentang p archment(kertas), penjilidan, percetakan( xylography/seni
cetak di ukiran kayu dan typography/tata huruf), ilustrasi buku, penyusunan
bagian-bagian menjadi volume, kepengarangan, penerbit, dll semua itu tercakup
dalam bibliographi.Sebagai seni = proses dalam membuat bibliografi itu sendiri ( teknik,penyajian,
dll).Sebagai produk seni= daftar sistematis buku atau lainya yang disusun untuk
maksud dan tujuan tertentu.
(Prytherch,
1990)Bibliografi adalah seni dalam mendeskripsikan buku dari segi fisik atau
gagasan, buku sebagai objek fisik dan sejarah produksi buku. Kadang digunakan
istilah critical, analitical,historycal or physical bibliography.
(Downs, 1967)Bibliografi sebagai objek fisik (analitical
bibliografi) Bibliografi sebagai ide(systematic bibliografi ), fungsiutama
pembuatan daftar buku, mengenali buku apa yang ada, menjemin pelestarian,
pelengkap bagi pekerja informasi . (World Book Encyclopedia, 1992)adalah daftar
buku atau artikel tentang sebuah subjek. Biasanya bibliografi diakhir halaman
disertai dengan teks atau artikel yang panjang untuk rujuakan para pembaca atau
penulis dan untuk memberikan informasi tambahan dalam subjek.
(John Feather & Paul Sturges, 1997)adalah daftar sistematikatau studi analytic tentang buku, manuskrip dan dokumen lain. Bibliografi bermaksud menyediakan ulasanyang luas tentang pilihan berbagai area yang mungkin berdasarkan kronologis, geografi, subjek, pengarang, bentuk publikasi atau kumpulan lain. Enumerative bibliographi adalah sebuah istilah yang lebih banyak mencakup bibliografi. .
1.
Tujuan Bibbliografi
a. Mendaftar/menyusun informasi mengenai buku serta bahan
pustaka yang terkait dalam susunan logis dan bermanfaat.
b. Untuk membantu pemakai dalam menentukan keberadaan sebuah
bahan pustaka atau mengenali sebuah buku yang populer.
c. Bagi peneliti , mengetahui subjek apa saja yang telah
ditulis, memperoleh
informasi yang actual , menghindarkan duplikasi penelitian.
informasi yang actual , menghindarkan duplikasi penelitian.
d. Sebagai sarana pemilihan buku (identifikasi, rincian
bibliografis, dll)
e. Sarana untuk mengetahui perkembangan buku.
f.
Untuk
memudahkan pengguna maka dibuatlah indeks pengarag, subjek,tempat.
2.
Fungsi Dan Kegunaan Bibliografi
a. Mencatat buku atau bahan pustaka yang ada.
b. Mempromosikan pendayagunaan buku dan bahan pustaka lainya.
c. Salah satu alat untuk mengembangkan ilmu karena bibliografi
merupakan kumulasi pengetahuan.
3.
Unsur-unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya.
a. Nama Pengarang, yang
dikutip secara lengkap.
b. Judul Buku, termasuk
judul tambahannya.
c. Data Publikasi:
penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid
buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d. Untuk sebuah artikel
diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah atau
surat kabar, tanggal dan tahun.
4.
Penyusunan Bibliografi
a. Nama pengarang
diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b. Jika tidak ada nama
pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
c. Jika untuk seorang
pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang
tidak diikutsertakan, tetapi diganti
dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu
refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah
dua spasi.
e. Baris pertama dimulai
dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan
ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.
5.
Jenis-Jenis Bibliografi
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam
pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan
didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku
yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar
katalog.
Sementara jika daftar yang disusun
berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut
daftar isi.
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
a. Bibliogrfi Deskriptif
Bibliografi yang dilengkapi deskripsi
singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan
pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data
terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
b. Bibliografi
evaluative
Bibliografi yang dilengkapi dengan
evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian
terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.
6.
Manfaat Bibliografi
Pencatatan informasi
mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan alasan
antara lain:
·
Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk
dan bidang kajiannya.
·
Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan
meningkat jumlahnya
·
Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran
informasi yang cepat dan tepat.
Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai
fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi
tertentu.Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai
tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat
menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan. Dengan demikian maka
bibliografi dapat digunakan sebagai:
·
Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan.
·
Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan.
·
Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian
tertentu, dan sebagainya.
7.
Cakupan Bibliografi
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat
dibagi menjadi:
1.
Bibliografi Retrospektif
Jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah
diterbitkan pada jaman yang lampau.
Misalnya : “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro”
2.
Bibbliografi Terkini/current
Jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau
masih terbit saat ini.
Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory
3.
Bibliografi selektif
Jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan
tujuan tertentu.
Misalnya : “Buku bacaan terpilih untuk anak usia
prasekolah”.
4.
Bibliografi subjek
Jenis bibliografi yang mencatat bahan
pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu.
Misalnya : “Bibliografi khusus ternak kelinci”
5.
Bibliografi nasional
Jenis bibbliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau
daerah regional tertentu.
Misalnya : “Bibbliografi Nasional Indonesia”
Penentuan cakupan /topik suatu
bibbliografi ditentukan berdasarkan berbagai pertimbangan antara lain:
·
Permintaan pengguna
·
Topic yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan
saat itu.
·
Dokumentasi koleksi yang dimiliki.
·
Mandate instansi.
8.
CONTOH BIBLIOGRAFI
SARWONO JUDUL
EDISI Teori
Psikologi/Sarwono,Sarlito,heSndrawan.
-Ed.1.Cet.3
-Jakarta;Diva Press.1995 PENERBIT
Ix:29
hal.;20 cm DESKRIPSI
FISIK
ISBN:
979-421-094-3 ISBN(International
Standar Book Number)
F.
Daerah dan unsur unsur Deskripsi
Seperti telah dijelaskan sebelumnya,langkah pertama dalam
pengatalogan adalah menentukan deskripsi bibliografi. Ada 8 daerah deskripsi
yaitu:
v Daerah judul
dan keterangan penanggung jawab.
v Daerah edisi
v Daerah data
khusus
v Daerah
penerbitan dan distribusi
v Daerah
deskripsi fisik
v Daerah seri
v Daerah
catatan
v Daerah nomor
standar (ISBN)
1.
Daerah judul dan keterangan tanggung jawab
Terdiri
atas judul sebenarnya,judul lain (termasuk judul peralel,anak judul) dan
pernyataan tanggung jawab.
a. Judul sebenarnya
Judul
sebenarnya di nyatakan sesuaidengan kata,susunan dan ejaan yang digunakan dalam
sumber infomasi utama, sedangkan penggunaan huruf kapital dan tanda bacanya
disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.
b. Pernyataan tanggung jawab
Pernyataan
tanggung jawab tidak terbatas pada pernyataan pengarang, tetapi dapat pula
meliputi editor,penghimpun, penggambar, penerjemah, dan lainnya yang terdapat
pada halaman judul.
2.
Dearah edisi
Terdiri
atas unsur-unsur edisi dan pernyataan pengarang yang khusus terkait pada edisi
tersebut.
3.
Daerah data khusus
Daerah
ini tidak di gunakan untuk monograf/buku tercetak, tetapi di gunakan untuk
penomoran dalam terbitan berseri dan bahan nonbuku lainnya.
4.
Daerah penerbitan
Daerah
penerbitan terdiri atas unsur-unsur tempat terbit,nama penerbit dan tahun
terbit. Peraturan umum untuk daerah ini adalah sebagai berikut.
a. Bila terdapat lebih dari satu tempat,nama atau tahun yang di
masukkan di daerah ini. Maka nyatakan tempat,
b. nama atau tahun tersebut dalam urutan yang sesuai dengan
karya yang dideskripsikan.
c. Masukkan nama dan tempat, orang atau badan. Sebagaimana
adanya dalam sumber informasi. Hilangkan kata depan yang menyertainya,kecuali
bila hal itu akan mempengaruhi pemahaman deskripsi
d. Bila rincian informasi mengenal karya asli tercakup
bersamaan dengan keterangan mengenai reproduksi, cetak ulang, dan sebagainya,
maka nyatakan informasi mengenai terbitan yang terkhir dalam daerah ini.
Informasi mengenai terbitan mengenai yang asli di masukkan dalam catatan
5.
Daerah deskripsi fisik
Terdiri
dari unsur-unsur jumlah satuan fisik,pernyataan ilustrasi, ukuran, dan
pernyataan bahan tambahan
6.
Daerah seri
Daerah
seri terdiri dari unsur-unsur judul seri, keterangan seri lainnya,
international Standard Serial Number (ISSN), nomor seri. Setiap seri di salin
dalam tanda kurung biasa.
7.
Daerah catatan
Meliputi
hal-hal yang penting tetapi tidak dapat di nyatakan dalam daerah deskripsi
sebelumnya. Pencatatannya di mulai pada paragraf baru dalam deskripsi bibliografi. Pengatalog bebas dalam
menentukan mengenai apa yang di masukkan dalam daerah catatan.
8.
Nomor standar dan keterangan pengadaan
Nyatakan
nomor standar seperti contoh berikut ini :
Contoh :
ISBN 978-602-978-337-7
Nyatakan harga atau keterangan
lain yang berhubungan dengan pengadaan dokumen. Nyatakan harga simbol dan
angka, dan istilah lain sesingkat mungkin.
BAB II
KLASIFIKASI
S
|
ebelum suatu bahan pustaka
yang relevan dapat ditemukan kembali harus diadakan penelusuran (search)
terlebih dahulu didalam “gudang informasi” yang disebut perpustakaan. Tentunya
tidak praktis jika seluruh koleksi perpustakaan ditelusuri satu persatu.
Prinsip dasar dalam temu kembali informasi adalah bahwa penelusuran untuk suatu
bahan pustaka dilakukan pada sebagian koleksi itu, yakni pada bagian yang
secara potensial paling relevan untuk memenuhi suatu permintaan. Bagian dari koleksi
bahan pustaka itu disebut kelas. Kelas dalam batasan umum adalah suatu kelompok
benda yang memiliki beberapa ciri yang sama. Kegiatan pengelompokan atau
pembentukan kelas disebut klasifikasi.
A. Pengertian Klasifikasi
1. Klasifiksi Secara Umum
Dalam Kehidupan sehari-hari
tanpa disadari kita sering melakukan dan melihat kegiatan klasifikasi.
Pekerjaan tersebut adalah mengelompokkan sejumlah barang, tanaman, uang,
gagasan, objek, manusia dan sebagainya, kedalm kelompok tertentu berdasarkan
ciri-ciri yang sama dan atau yang hampir sama.
Pasar yang merupakan tempat
jual beli, tanpa disadari para pemilik lapak atau toko telah melakukan kegiatan
pengklasifikasian. Barang-barang yang mereka jual biasanya dikelompokkan menurut
jenis barang, seperti buah-buahan, sayur mayur pakaia, alat tulis, perkakas,
mainan anak-anak. Apabila diperhatikan lebih lanjut dan mendalam seperti
pedagang buah maka akan terlihat buah-buahan itu dikelompokkan sesuai jenis
buahnya, misal jeruk dengan jeruk, pisang dengan pisang, mangga dengan mangga,
bahkan jika lebih diteliti kembali pedagangpun mengelompokkan lebih spesifik
lagi, misalnya buah mangga tu di kelompokkn lagi menjadi mangga arumanis,
mangga golek, mangga manalagi, mangga lalujiwoj dan berbagai jeis mangga
lainya. Pada setiap mangga itu juga di klasifikasikan berdasarkan besar
kecilnya atau menurut tingkat kematanganya.
Kegiatan pengelompokkan
diatas untuk menyesuaikan kebutuhan pembeli dan pedagangpun dengan mudah
memberikan pelayanan kepada pembeli.
Dari penjelasan singkat
diatas dapat ditarik pengertian bahwa klasifikasi secara umum adalah mengelompokkan sesuatu
berdasarkan ciri yang sama dan atau hampir sama pada tempat yang sama atau
berdekatan dan sekaligus memisahkan dari jenis lainya dengan tujuan untuk
memudahkan identifikasi.
2. Klasifikasi di Perpustakaan
Klasifikasi
perpustakan adalah pengelompokkan bahan pustaka yang sistematis ke dalam kelas
atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama atau hampir sama dan
sekaligus memisahkannya dari bahan pustaka lain berdasarkan tingkat
perbedaanya.
Perpustakaan pada hakekatnya
mengumpulkan bahan pustaka karena informasinya (subyeknya). Satu bahan pustaka
dapat memiliki beberapa ciri, misalnya ciri kepengarangan, ciri subyek, ciri
fisik dan ciri-ciri lainnya. Pengelompokan bedasarkan subyek ini disebut
klasifikasi fundamental, sedangkan pengelompokan menurut ciri lainnya disebut
klasifikasi artifisial.
Menurut Suwarno, pengertian
klasifikasi fundamental dan klasifikasi artificial secara umum, yaitu:
1. Klasifikasi artifisial (artificial classification), yaitu
klasifikasi bahan pustaka berdasarkan sifat-sifat yang secara kebetulan ada
pada bahan pustaka tersebut. Misalnya berdasarkan warna buku atau tinggi buku.
2. Klasifikasi fundamental (fundamental classification), yaitu
klasifikasi bahan pustaka berdasarkan isi atau subjek buku, yaitu sifat yang
tetap pada bahan pustaka meskipun kulitnya berganti-ganti atau formatnya
diubah. Klasifikasi fundamental sering digunakan perpustakaan saat ini.
B. Kuntungan, Fungsi, dan Tujuan
Klasifikasi
1. Keuntungan Klasifikasi
a. membantu pemakai jasa
perpustakaan mengidentifikasi dan melokalisasi bahan pustaka berdasarkan nomor
panggil dokumen.
b. mengelompokkan bahan pustaka
sejenis menjadi satu jajaran atau berdekatan.
Dua keuntungan tersebut sangat dimungkinkan karena dalam penentuan kelas,pendekatan yang
digunakan adalah pendekatan subyek atau
cakupan bidang ilmu dari suatu bahan pustaka.
2. Fugsi Klasifikasi
Klasifikasi berfungsi ganda
yaitu:
1. Sebagai sarana penyusunan bahan pustaka di rak,
2. Sebagai sarana penyusunan entri bibliografi dalam catalog tercetak,
dan indeks dalam tata susunan sistematis.
3. Tujuan Klasifikasi
a. Menghasilkan urutan yang berguna
Tujuan utama klasifikasi adalah menghasilkan urutan atau susunan
bahan pustaka yang berguna bagi staf perpustakaan maupun bagi pemakai perpustakaan.
b. Penempatan yang tepat
Bila bahan pustaka diperlukan pemakai, pustaka yang diinginkan
mudah diketemukanserta mudah dikembalikan oleh petugas ke tempat, yang pasti
sesuai dengan sistem klasifikasi yang digunakan.
c. Penyusunan mekanis
Bahan pustaka baru mudah disisipkan di antara bahan pustaka yang
sudah dimiliki. Demikian pula penarikan bahan pustaka (karena dipinjam) tidak
akan mengganggu susunan bahan pustaka di jajaran.
C. Sistem Klasifikasi
1. Klasifikasi Artiisial
Sistem ini adalah mengelompokkan bahan pustaka berdasarkan ciri
atau sifat-sifat lainnya, misalnya pengelompokan menurut pengarang, atau berdasarkan
ciri fisiknya, misalnya ukuran, warna sampul, dan sebagainya
2. Klasifikasi Utilitas
Pengelompokan bahan pustaka dibedakan berdasarkan kegunaan dan
jenisnya. Misal, buku bacaan anak dibedakan dengan bacaan dewasa. Buku pegangan
siswa di sekolah dibedakan dengan buku pegangan guru. Buku koleksi referensi
dibedakan dengan koleksi sirkulasi (berdasar kegunaannya).
3. Klasifikasi Fundamental
Pengelompokan bahan pustaka
berdasarkan ciri subyek atau isi pokok persoalan yang dibahas dalam suatu buku.
Pengelompokkan bahan pustaka berdasarkan sistem ini mempunyai beberapa
keuntungan, diantaranya:
•
bahan pustaka yang subyeknya sama atau hampir sama, letaknya berdekatan.
•
Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menilai koleksi
yang dimiliki dengan melihat subyek mana yang lemah dan mana yang kuat.
•
Menudahkan pemakai dalam menelusur informasi menurut subyeknya.
•
Memudahkan pembuatan bibliografi menurut pokok masalah.
•
Untuk membantu penyiangan atau weeding koleksi.
Klasifikasi fundamental banyak digunakan oleh perpustakaan besar
maupun kecil. Dalam sistem tersebut buku dikelompokkan berdasarkan subyek,
sehingga memudahkan pemakai dalam menelusur suatu informasi.
D. Pekerjaan Klasifikasi
Dalam melakukan kegiatan
mengkalasifikasikan sebuah buku, perlu diperhatikan hal-hal berikut
1. Menentukan Subjek Buku
a) Dari judul buku
Judul suatu buku adakalanya sudah menunjukan tema atau subjek yang
dibahas. Misalnya Pengantar Aljabar untuk Perguruan Tinggi maka subjeknya
adalah “Aljabar”, Pengantar Teknologi Informatika maka subjeknya “Informatika”,
dan seterusnya.
b) Dari ringkasan atau resume
buku
Apabila dari suatu judul buku tidak dapat diketahui secara pasti
tema atau subjeknya, maka ringkasan isi buku yang umumnya tertera pada cover
belakang dapat dijadikan pedoman. Dari ringkasan itu akan diketahui subjek yang
terkandung pada buku tersebut. Misalnya Laskar Pelangi, judul tersebut tidak
langsung menunjukan subjek yang dimaksud tapi harus terlebih dahulu dibaca
ringkasannya agar diketahui subjek apa yang dikandungnya.
c) Dari daftar isi, kata
pengantar atau pendahuluan buku
Apabila dari suatu judul buku tidak dapat diketahui, maka subjek
yang dibahas dalam buku tersebut dapat ditemukan dengan cara menganalisa daftar
isi atau kata pengantar atau pendahuluan buku tersebut.
d) Isi Buku
Apabila dalam pencarian
subjek buku belum diketahui dari kegiatan diatas maka membaca sebagian atau
keseluruhan isi dari buku tersebut.
e) Ahli Bidang Tetentu
Langkah terakhir untuk menentukan subjek buku adalah menanyakan
kepada orang yang ahli dalam bidang tersebut.
2. Menentukan Nomor Kelas
a) Tentukan nomor kelas
bedasarkan subjek tau pokok masalh yag dibahas buku.
Misalnya pendidikan adalah kelas 370.
b) Tentukan nomor kelas
berdasarkan subjek yang lbih spesifik.
Misalnya Kuda Ras adalah kelas 636.12
c) Buku yang terdiri dari dua
subjek, mak kelasnya mengambil dari subjek yang menonjol. Apabila subjek dari
keduaya setaraf maka subjek yang dipilih adalah yang lebih awal disebutkan
dalam halaman judul.
Misalnya Ekononi dan Kehutanan. Maka kelasnya adalah 330.
d) Apabila sebuah buku membahas
lebih dari dua subjek yang saling berkaitan maka masukkan karya tersebut ke
dalam subjek yang lebih luas cakupanya dan mencakup seluruh subjeknya.
Misalnya, Masalah psikologi sosial, kebudayaan, dan ekologi.
Psikologi Sosial 301.1
(aspek sosiologi)
Kebudayaan 301.2
(aspek sosiologi)
Ekologi 301.3
(aspek sosiologi)
Untuk karya ini masuk kedalam kelas 301
e) Apabila sebuah buku membahas
lebih dari dua subjek yang tidak saling berkaitan, maka dlam menentukan nomor
kelas berdasarkan bidang yang aspeknya diutamakan dalam pembahasan atau yang
paling luas kajianya.
E. Jenis-jenis Klasifikasi
Ada
beberapa jenis klasifikasi perpustakaan yang digunakan, diantaranya:
1. Dewey Decimal Classification (DDC)
2. Universal Decimal Classification (UDC)
3. Library of Congress Classification
Dari
ketiga sistem klasifikasi di atas, yang paling banyak digunakan di perpustakaan
adalah Dewey Decimal Classification. Pada kesempatan ini hanya akan diuraikan Dewey Decimal
Classification
a. Dewey Decimal Classification (DDC)
1) Sejarah Dewey Decimal Classification
Klasifikasi Persepuluhan Dewey Decimal
Classification karya Melvil Dewey. Nama
lengkapnya Melville Louis Kassuth Dewey (1851-1931).
Berlatar belakang dari pemikiran bagaimana untuk membuat sebuah
system penggolongan koleksi di perpustakaan yang mudah di mengerti dan diterima
secara universal di perpustakaan-perpustakaan lainnya. Hingga pada akhirnya
system klasifikasi DDC digunakan secara luas diseluruh dunia karena mudah
disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada 1874 Dewey sebagai pustakawan di
AmhersCollege, Massachuseetts, Tahun 1876 ia menerbitkan DDC edisi pertama
dengan judul “A classification and subject indexfor a library”. Terbit pertama
kali hanya sebanyak 42 halaman yang
berisi 12 halaman pendahuluan, 12 halaman bagan dan 18 halaman indeks. Sejak
edisi pertama diterbitkan,
DDC terus menerus mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan. Banyak subyek-subyek baru yang ditambahkan. Adakalanya notasi
mengalami perluasan dan perubahan
lokasi karena perkembangan subyek
tersebut. Kelestarian DDC sampai dapat mencapai umur lebih seabad dan banyak
pemakainya di dunia, disebabkan karena DDC secara berkala ditinjau kembali dan
diterbitkan edisi barunya. Lembaga yang mengawasi dan mendukung penerbitan DDC
ialah “The LakePlaced Education Foundation” dan “The Library of Congress” di Amerika Serikat sarana komunikasi
diterbitkan “DecimalClassification, adition, notes, decisions” (DC).
DDC terbit dalam 2 edisi/versi yaitu edisi
lengkap dan ringkas. Edisi ringkas dimaksudkan untuk digunakan di perpustakaan
yang memiliki koleksi di bawah 20.000 judul. Edisi ringkas ini yang paling
banyak digunakan oleh Perpustakaan Sekolah dan Umum yang koleksinya masih
terbatas. DDC telah digunakan oleh sekitar 135 negara dan diterjemahkan lebih
dari 30 bahasa, termasuk dalam Bahasa Indonesia dengan judul “Terjemahan Ringkasan Klasifikasi Desimal
Dewey dan Indeks Relatif”.
Dewey
Decimal Classification, juga disebut SistemDesimalDewey adalah sebuah system
klasifikasi. Kemudian beliau menciptakan system penggolongan koleksi
berdasarkan pembagian angka decimal dimana dari setiap angka tersebut mewakili
subjek/tema pengetahuan tertentu, dan sejak sata itu telah banyak dimodifikasi
dan dikembangankan dalam dua puluh dua kali revisi yang telah terjadi hingga
tahun 2004.
2) Unsur-Unsur Pokok Dewey Decimal Classification
Menurut Hamakonda dan Tairas,
system ini memiliki unsur-unsur pokok antara lain:
a) Sistematika pembagian ilmu pengetahuan yang dituangkan kedalam
suatu bagan yang lengkap dan dilandaskan pada beberapa prinsip dasar tertentu.
b) Notasi, yang terdiri dari serangkaian simbol berupa angka, yang
mewakili serangkaian istilah(yang mencerminkan subjek tertentu) yang terdapat
pada bagan.
c) Indeks relatif, yang terdiri dari sejumlah tajuk dengan perincian
aspek-aspeknya yang disusun secara alfabetis, dan memberikan petunjuk berupa
nomor kelas, yang memungkinkan orang mencari tajuk yang tercantum dalam indeks
bagan.
d) Tabel pembantu, yang berbentuk serangkaian notasi khusus, yang
dipakai untuk menyatakan aspek-aspek tertentu yang selalu terdapat dalam
beberapa subjek yang berbeda. Terdapat 7 tabel pembantu, yaitu:
● Tabel 1
Subdivisi Standar
● Tabel 2
Wilayah
● Tabel 3
Subdivisi Kesusastraan
● Tabel 4
Subdivisi Bahasa
● Tabel 5
Ras, Bangsa, Kelompok Etnis
● Tabel 6
Bahasa
● Tabel 7
tentang Orang/Pribadi
e) Di samping itu, sistem klasifikasi harus menyediakan kelas untuk
Karya Umum, untuk menempatkan karya-karya yang begitu luas cakupannya, sehingga tidak dapat dimasukkan
ke dalam salah satu kelas utama manapun
3) Komponen-komponen Dewey
Decimal Classification
Dalam klasifikasi
Persepuluhan Dewey ini terdapat 3 komponen, yaitu Bagan, indeks Relatif, dan
Tabel-tabel. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan pada uraian berikut ini :
·
Bagan (Schedules)
Klasifikasi Dewey adalah bagan klasifikasi sistem hirarki yang
menganut prinsip “desimal” untuk membagi semua bidang ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan dibagi ke dalam 10 kelas utama, yang diberi kode/lambang angka (selanjutnya
disebut notasi). Dalam DDC ini semakin khusus suatu subyek, semakin panjang
notasinya. Karena banyak angka yang ditambahkan pada notasi dasarnya.
Pembagiannya dari umum ke khusus.
·
Indeks Relatif (RelativeIndex)
Untuk membantu mencari notasi suatu subyek dalam DDC terdapat
‘Indeks Relatif’. Pada indeks relatif ini terdaftar sejumlah istilah yang
disusun berabjad. Istilah-istilah tersebut mengacu kenotasi yang terdapat dalam
bagan. Dalam indeks ini didaftar sinonim untuk suatu istilah, hubungan-hubungan
dengan subyek lainnya. Bila suatu subyek telah ditemukan dalam indeks relatif,
hendaklah ditentukan lebih lanjut aspek dari subyek yang bersangkutan. Cara yang paling cepat untuk
menentukan notasi suatu subyek adalah melalui indeks relatif. Tetapi menentukan
notasi hanya melalui dan berdasarkan indeks relatif saja tidak dapat
dibenarkan. Setelah suatu subyek diperoleh notasinya dalam indeks relatif,
harus diadakan pengecekan dengan notasi yang terdapat dalam bagan. Dengan
demikian dapat diketahui apakah notasi tersebut betul-betul sesuai dengan karya
yang sedang diklasifikasikan.
·
Tabel-Tabel
Kecuali pembagian kelas secara desimal dengan notasi yang terdaftar
dalam bagan, DDC juga mempunyai sarana lain. Untuk membagi/memperluas subyek lebih lanjut, yaitu dengan menyediakan
sejumlah tabel pembantu atau auxiliarytables. Notasi pada tabel-tabel tersebut
hanya dapat digunakan dalam rangkaian dengan notasi yang terdapat dalam bagan.
Dengan kata lain, notasi yang terdapat dalam tabel tidak pernah berdiri
sendiri, selalu dirangkaikan dengan notasi dalam bagan. Dalam klasifikasi DDC
edisi 22 terdapat 7 tabel pembantu/pelengkap.
Perluasan dari Tabel Wilayah DDC, terdapat perluasan khusus yang
berhubungan dengan wilayah Indonesia (tabel 2). Buku-buku tentang Indonesia
makin hari makin besar jumlahnya. Kebutuhan untuk perluasan/penyesuaian notasi
DDC untuk subyek Indonesia sangat diperlukan, karena untuk membedakan daerah
yang dibahas dalam subyek buku. Mengenai ikhtisar pembagian daerah-daerah
Indonesia kita menggunakan pedoman yang diterbitkan oleh Pusat Pembinaan
Perpustakaan, yang disusun oleh Sub Panitia Standarisasi Perpustakaan, Panitia
Teknis Perpustakaan pada Tahun Buku Internasional 1972, dengan judul “Perluasan
dan Penyesuaian Notasi untuk Beberapa Seksi dalam DDC khusus yang berhubungan
dengan Indonesia”.
4) Prinsip Dasar Dewey Decimal Classification
Dewey Decimal Classification
(DDC) membagi ilmu-ilmu pengetahuan ke dalam 10 kelas utama. Masing-masing
kelas utama dibagi lagi menjadi10 divisi. Masing-masing divisi dibagi lagi
menjadi 10 seksi. Sehingga terdapat 10 kelas utama, 100 divisi, dan1000 seksi.
Berikut contoh pengembangan
secara desimal.
600
0
|
Kelas Utama
|
630
|
636
|
Ilmu Terapan
|
Pertanian
|
Peternakan
|
Kelas Divisi
|
Kelas Seksi
|
636.1
|
Kelas Subseksi
|
Dan Seterusnya sehingga
membentuk bagan klasifikasi dewey yang lengkap
|
Kuda Ras
|
Kelas
Sub-subseksi
|
636.12
|
Kuda
|
Tabel
10 kelas
utama
000
|
Generalities (Karya Umum)
|
100
|
Philosopy and Psychology (Filsafat dan
Psikologi)
|
200
|
Religion (Agama)
|
300
|
|
400
|
|
500
|
|
600
|
|
700
|
|
800
|
|
900
|
Tabel
10 kelas
Divisi
000 Generalities(Karya
Umum)
|
||
000 - 009
|
||
010 - 019
|
||
020 - 029
|
||
030 - 039
|
||
040 - 049
|
Unassigned (Belum Digunakan)
|
|
050 - 059
|
||
060 - 069
|
||
070 - 079
|
||
080 - 089
|
||
090 - 099
|
||
100 Philosophy and Psychology(Filsafat
dan Psikolog)
|
||
110 – 119
|
Metaphysics (Metafisika)
|
|
120 – 129
|
Epistemology, Causation, Humankind (Epistemologi, Hukum Sebab Akibat
anusia)
|
|
130 - 139
|
||
140 - 149
|
||
150 – 159
|
Psychology (psikologi/Ilmu jiwa)
|
|
160 – 169
|
Logic (Logika)
|
|
170 – 179
|
||
180 - 189
|
Ancient, Medieval, Oriental Philosophy
(Filsafat Zaman Kuno, Abad Pertengahan dan Filsafat
|
|
190 - 199
|
Modern Western and Other Non-Oriental
Philosophy (Filsafat Barat Modern dan Selain Filsafat Timur)
|
|
200 Religion(Agama)
|
||
200 - 209
|
||
210 - 219
|
||
220 - 229
|
||
230 - 239
|
||
240 - 249
|
||
250 - 259
|
||
260 - 269
|
||
270 - 279
|
||
280 - 289
|
||
290 - 299
|
||
297
|
||
2X0
|
||
300 Social Science (Ilmu
Sosial)
|
||
300 - 309
|
||
310 - 319
|
||
320 - 329
|
||
330 - 339
|
||
340 - 349
|
||
350 - 359
|
||
360 - 369
|
||
370 - 379
|
||
380 - 389
|
||
390 - 399
|
||
400 Language (Bahasa) |
||
400 - 409
|
||
410 - 419
|
||
420 - 429
|
||
430 - 439
|
||
440 - 449
|
||
450 - 459
|
||
460 - 469
|
||
470 - 479
|
||
480 - 489
|
||
490 - 499
|
||
500 Natural Science and Mathematics (Ilmu-ilmu Alam dan Matematika) |
||
500 - 509
|
||
510 - 519
|
||
520 - 529
|
||
530 - 539
|
||
540 - 549
|
||
550 - 559
|
||
560 - 569
|
||
570 - 579
|
||
580 - 589
|
||
590 - 599
|
||
600 Technology and Applied Sciences (Teknologi
dan Ilmu-ilmu Terapan)
|
||
600 - 609
|
||
610 - 619
|
||
620 - 629
|
||
630 - 639
|
||
640 - 649
|
||
650 - 659
|
||
660 - 669
|
||
670 - 679
|
||
680 - 689
|
||
690 - 699
|
||
700 The Art, Fine and Sport (Kesenian,
Hiburan dan Olahraga)
|
||
700 - 709
|
||
710 - 719
|
||
720 - 729
|
||
730 - 739
|
||
740 - 749
|
||
750 - 759
|
||
760 - 769
|
||
770 - 779
|
||
780 - 789
|
||
790 - 799
|
||
800 Literature (Kesusastraan)
|
||
800 - 809
|
||
810 - 819
|
||
820 - 829
|
||
830 - 839
|
||
840 - 849
|
||
850 - 859
|
||
860 - 869
|
||
870 - 879
|
||
880 - 889
|
||
890 - 899
|
||
900 Geography and History (Sejarah,
Geografi &Disiplin Ilmu yang Berkaitan)
|
||
900 - 909
|
||
910 - 919
|
||
920 - 929
|
||
930 - 939
|
||
940 - 949
|
||
950 - 959
|
||
960 - 969
|
||
970 - 979
|
||
980 - 989
|
||
990 - 999
|
||
Sedangkan
untuk koleksi pustaka islam menggunakan notasi 2x yang merupakan penjabaran
dari notasi 297 pada notasi Dewey Decimal Classification (DDC).
Berikut ada 10 kelas utamanya
:
·
2x0 Islam (Umum)
·
2x1 Al-Quran dan Ilmu Terkait
·
2x2 Hadis dan Ilmu Terkait
·
2x3 Aqaid dan Ilmu Kalam
·
2x4 Fiqih
·
2x5 Akhlak dan Tasawuf
·
2x6 Sosial dan Budaya
·
2x7 Filsafat dan
Perkembangannya
·
2x8 Aliran dan Sekte
·
2x9 Sejarah, Islam dan
Modernisasi.
F. Beberapa Istilah
dalam Klasifikasi dan Katalogisasi,
1. Bahan pustaka dokumenadalah segala sesuatu yang menyimpan dan
membawa informasi, paket informasi yang diadakan dan disimpan di perpustakaan.
Bahan pustaka tidak hanya berupa teks atau bahan tercetak, seperti buku,
jurnal, tetapi meliputi bahan non-cetak, seperti gambar, peta, CD-ROM, VCD,
berkas computer dan sebagainya.
2. Katalogisasi (cataloging)adalah kegiatan atau proses pembuatan dari
bahan pustaka atau dokumen (buku, majalah, CD- ROM, microfilm, dll). Istilah
ini kadang- kadang juga meliputi klasifikasi bahan pustaka dan secara umum
menyiapan bahan pustaka untuk digunakan pemakai atau disebut juga denga istilah
pengindeksan (indexing).
3. Katalog (catalog)adalah presentasiciri-ciri dari sebuah bahan
pustaka atau dokumen misalnya judul, pengarang, deskripsi fisik, subyek, dll.
4. Klasifikasi (classification)adalah penyusunan sesuatu dalam susunan
yang logis sesuai dengan tingkat kemiripan atau kesamaannya.
5. Tajug (heading) adalah urutan
karakter (huruf, angka, dll) pada permulaan katalog, karakter ini menentukan
letak atau urutan catalog dalam berkas. Tajug biasanya berupa nama pengarang,
istilah subjek, judul atau notasi atau nomor klasifikasi yang diambil dari
sebuah bagan klasifikasi.
6. Entri (entry)adalah cantuman
bahan pustaka atau dokumen dalam sebuah katalog.
7. Entri utama (main entry)adalah
cantuman katalog lengkap dari sebuah bahan pustaka yang berisi deskripsi
lengkap dan disertai dengan jejakan atau indikasi tajug untuk entri lainnya.
8. Entri tambahan (added entry)
adalah entry katalog sekunder cantumannya lebih ringkas dari entri utama (tidak
disertai dengan jejakan)
.
Lisdiana, lahir pada tanggal 01 Januari 1994,
di Cirebon, Jawa Barat. Lahir dari pasangan suami istri Bpk. Salina dan Ibu.
Saeti, ia adalah anak kelima dari tujuh bersaudara, bertempat tinggal di Jl.
Moh. Ramdhan, No 79, Ds. Wangunharja, Kec. Jamblang-Cirebon. Ia pernah
bersekolah di Sekolah Dasar (SDN 2 Wangunharja), kemudian melanjutkan ke SLTP
(SMPN 2 Jamblang), dan pendidik terakhir dia saat ini adalah SMK (SMKN 1
Jamblang). Selama masa sekolah ia aktif di Organisasi, organisasi yang pernah
diikutinya yaitu PMR, Paskibra, Osis dan Seni Bela Diri (Cahaya Hati).
Pengalaman di Organisasi dan pergaulanlah yang
bisa membuat dia seperti sekarang, menjadi seorang penulis dalam sebuah buku
yang berjudul “Kuasai Dunia Dengan Perpustakaan”.
Ia memanjatkan rasa syukurnya kepada Allah SWT,
yang telah memberikannya kemampuan untuk menulis sebuah buku. Dan
berterimakasih kepada orang tua dan saudara-saudaranya yang selalu mmendukung
dan menyemangati dia dalam segala aktivitasnya, serta berterimakasih juga untuk
orang-orang disekeliling dia yang selalu membantu dan setia menemaninya.
Biodata
Nama :Moh.
Singgih waluyo
Tempat tanggal lahir :Purbalingga, 03 september 1990
Profesi :Mahasiswa
Agama :Islam
Hobi :Membaca
buku sejarah dan motivasi
Motto :Berkarya
setiap waktu untuk ibu dan mengabdi untuk masyarakat
Jabatan
organisasi :Dir. Marketing
Moh. Singgih
waluyo lahir di daerah Purbalingga tepatnya desa Pegandekan kec. Kemangkon kab.
Purbalingga. Pasangan dari bpk. Samso dan ibu Siti aminah anak kedua dari tiga
bersaudara dan sekarang berdomilisi di desa Kejuden kec. Plumbon kab. Cirebon.
Aktifitas yang sedang digeluti ialah di dunia pendidikan (Pendidik di SMP
SULTAN AGUNG SUMBER) serta sedang melanjutkan kuliah di salah satu perguruan
tinggi yang berada di Cirebon. Yaitu STAI BUNGA BANGSA. Banyak ide-ide yang
dilahirkan dari suatu perkuliahan yang di eksternalnya karena peranan yang
sedang digeluti di dunia pendidikan sehingga memunculkan suatu
keinginan,motivasi tinggi untuk membuat wadah agar dapat menampung suatu ide
kreatif anak-anak muda sehingga bisa membantu menuju perubahan yang signifikan
khususnya bagi dunia pendidikan. Harapan besar dari wadah ini (BATIC) Basic
Academic Tekhnology Information and Communication sumbangsih karya Kuasai Dunia
dengan Perpustakaan salah satu langkah terobosan untuk gemar membaca dan mudah
di pamahami isi dari buku ini.
Semoga
bermanfaat.
Wiryanto, lahir
di Cirebon 22 Juni
1989. Pendidikan di lalui sejakTKQ & TPQ Sirojul Muta’allimin Getasan
(1997), SD Negeri 1 Getasan (2002), MTs Salafiah Bode (2005), MA Negeri 1
Cirebon (2008), sekarang sedang menempuh program strata satu (S1) jurusan
tarbiyah prodi PAI di STAI Bunga Bangsa
Cirebon tingkat akhir dan sedang meyusun skripsi. Sejak tahun 2009-sekarang
bertugas sebagai guru DTA Sirojul Muta’allimin dan 2011-sekarang menjadi Kepala
Perpustakaan sekaligus Pustakawan SD Negeri 1 Getasan. Banyak Orgaisasi yang
diikuti yakni Pramuka MTs Salafiah, OSIS MTs
Salafiah, OSIS MAN 1Cirebon, PSTD (PencakSilatTenagaDasar), BEM STAI BBC, MIM
(MajelisInspirasiMahasiswa) BBC, BATIC (Basic Academic
Tecnologi Information Comunication). TIM otomasiperpustakaandari MANUAL sampai
DIGITAL Cirebon.deBEST (Basic Education & Social Teenagers)
Getasan.
Nama saya
Abdul Muiz saya lahir di Cirebon tepatnya di desa karangmangu blok Cantilan
Rt/Rw 14/04. Riwayat pendidikan saya :
TK Matlabul ulum tahun 1998
MI Tarbiyatul atfal Cirebon-2004
MTs al-hidayah karangmangu 2005-2007
MA agama Islam Mertapada 2008-2009
STAI Bunga Bangsa 2011-2015
Yusuf akbar
di lahirkan pada tanggal 28 juni 1994 di kota Cirebon.anak ke 3 dari keluarga
yang sederhana. tepatnya di perbatasan Cirebon-majalengka desa walahar rt 03/01
kec.gempol kab.cirebon.
Riwayat pendidikan
ia:
Pendidikan : SDN 1 WALAHAR
:SMPN 1 LEUWIMUNDING
:SMKN 1 JAMBLANG
Organisasi
yang pernah di ikuti ia adalah: OSIS,PMR,PENCAK SILAT,PECINTA ALAM.
Setelah
lulus SMK ia sempat mengikuti pendaftaran kepolisian, namun belum waktunnya
dapat ikut bersama teman yang lain untuk mengabdi kepada Negara. “Allah belum menghendaki” ^_~
Beberapa
waktu teman mengajak ia untuk ikut pelatihan tentang perpustakaan.
Ia tertarik
dan akhirnya ia ikut pelatihan tersebut. Dalam mengikuti pelatihan tersebut ia
mendapatkan ilmu yang belum pernah ia ketahui dan terfikirkan oleh ia.
Dan sampai
sekarang ini ia akan terus mencari apa yang belum ia ketahui kapan pun dan
dimanapun.
Karena: “ingin mendapatkan hasil yang maxsimal perlu
usaha yang maxsimal pula”^_^
Abdurokhim, ia lahir di cirebon pada tanggal 15 Desember 1994,
adalah anak pertama dari dua bersaudara, dari pasangan Sholi (Ayah) dan Anisa
(ibu). Ia bertempat tinggal disebuah desa kecil paling utara kecamatan
klangenan kabupaten Cirebon, desa Slangit namanya.
Ia merupakan lulusan DTA Islamiyah desa Slangit yang merupakan
salah satu pendidikan non formal yang pernah ia ikuti. dan juga salah satu
lulusan SDN 2 Slangit, kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Klangenan, dan
meneruskan sekolah di SMKN 1 Jamblang
dengan jurusan Teknik Komputer Jaringan. Semejak SMK ia aktif beroganisasi
diantaranya ia mengikuti eskul Pramuka sebagai Pradana 2010-2011, mengikuti
Saka Wirakartika KODIM 0620, Osis selama dua angkatan 2009-2010 dan 2010-2011,
termasuk juga pencak silat dan rohis, dan yang tengah diikuti saat ini adalah
BATIC.
Sejak kecil ia terbiasa hidup sederhana, hidup sederhana dalam
kesederhanaan nampak biasa saja tapi menjadi orang hebat yang tetap dalam
kesederhanaan itu tak biasa, itulah capaian yang hendak ia raih dengan selalu
berprestasi dan bermanfaat.
Dari banyak buku yang ada di dunia ini semoga buku ini menjadi
satu diantara banyak buku yang memberikan banyak manfaat dan meningkatkan
kualitas diri.
BIODATA DIRI
Nama
Ikhsan Nendi lahir di kota Cirebon 1 Agustus 1994, anak pertama dari dua
bersaudara dari pasangan Bpk Madi Mulyadi dan Ibu Ati.R, sekarang saya
bertempat tinggal di Perum Bumi Asri Pamijahan Blok E7 No.02 Rt 16/03
Kec.Plumbon Kab.Cirebon disana adalah
tempat tinggal yang sangat asri dan nyaman.Prinsip hidup “sukses dan
bermanfaat bagi banyak orang”.Riwayat pendidikan Tk/Tpa Al-hasan, Tk/Tpa
Az-Zahra, SDN 1 Pamijahan, SMPN 2 Plumbon, SMK Muhammadiyah Kota Cirebon.
Selama sekolah saya mengikuti beberapa organisasi dari Pramuka, Osis, HW
(Sekretaris), Mading (Peliput) dan organisasi yang non formal Remaja Masjid(Sekretaris), Karang
Taruna(Sekretaris) dan BATIC.Prestasi yang pernah saya dapatkan Juara 1 Gerak
Jalan SMP tingkat Kab.Cirebon,Juara 3 Lomba Mading se-Muhammadiyah Kab/Kota
Cirebon. Dengan dibuatnya buku ini semoga dapat berguna,bermanfaat dan bisa di
pergunakan oleh pembaca dengan sebaik-baiknya.Terimakasih…
Biodata Diri
Akyu
Nama saya Mohammad
Ali Nurul Alam
tempat
tanggal lahir cirebon,22 januari 1991.
Tentang
saya:
Saya anak ke7 dari 9 bersaudara dan kk saya yang ke2 telah kembali
ke sisi Allah SWT. saya lahir di gegesik hasil buah cinta dsari bapa dan ibu
saya yang begitu sempurna beliau bernama Moh. Achid dan muslihah atau biasa
saya panggil mama Achid dan mimi Mus, beliau adalah sosok yang begitu sempurna
dan luar biasa karna telah mengasuh dan membesarkansya sampai saat ini...
Dua bulan setelah kelahiran saya i bu dan bapakku pindah kkedaerah
kelahiran bapakdan ibuku sendiri yaitu daerah kalipasung kecamatan gebang
kabupaten cirebon. Pada thn 1998 pada usia 6 tahun saya masuk sekolah SDN 1
kalipasung sampai tahun 2003 dan pendidikan saya dilanjutkan kejenjang yang
lebih tinggi yaitu MTs Manbaul-hikmah gedongan, ender kkecamatan pangenan kab,
cirebon sanpai tahun 2006 setelah lulus dari MTs saya bingung untuk melanjutkan
pendidikan kejenjang yang lebih tinggi lagi kana kondisi ekonomi dalam keluarga
tidak cukup untuk membayar administrasi sekolah sehingga saya tdk dapat
melanjutkan pendidikan di sekolah yang saya inginkan, tapi semangat untuk
melanjutkan sekolah tidak berhenti sampai di situ, saya ikut kaka saya yang
bernama moh.komaruzzaman dan moh. Agus syifa merantau ke pulau sumatra waktu
itu msh dalam situasi libiur panjang dan msh masa-masa penerimaan siswa baru.
saya ikut bekerja dan
sinkat cerita Allah memberiukan jalan kepada saya melalui bos di tempat kerja
saya. bos di miniplant saya kasian melihat saya, karna keinginan saya untuk
sekolah sementara harus di tunda dulu, bos saya terketuk hatinya untuk membantu
saya dan siap membayar admnistrasi di sekolah SLTA yang ada di sumatra dengan
alasan beliau ingat di masa kecilnya tidak pernah mengenyam pendidikan padahal
pada waktu itu beliau ingin sekalisekolah seperti teman-teman yang lain.
Akhirnya aku di izinkan untuk sekolah di MA Hasanudin kupang teba
bandarlampung sambil kerja, dan waktu untuk bekerja itu diberikan setelah
pulang dari sekolah. Saya sekolah di MA hasanudin hanya 2 tahun saya pindah ke MA-NU
buntet pesantren cirebon di kelas XII IPS, dan saya sekolah sambil bekerja
di rumah makan padang AJO TONJONG saya
mengambil sif malam untuk bekerja di rumah makan tersebut sampai saya lulus
sekolah.
Lulus sekolah saya kerja di beberapatempt perusahaan swasta slama
2 tahun dan bekerja saja itu membuat saya bosan dan akhirnya pada tahun 2011
saya memberanikan diri untuk melanjutkan sekolah dan sekarang saya kuliah di
kampus STAI Bunga Bangsa cirebon dengan mengambil jurusan PAI.
Organisai yang pernah saya ikuti wakil ketua OSIS, pramuka, IRMAS,
PMII, MENWA, Dewan Esekutif Mahasiswa (DEMA). BATIC.
Kesukaan saya adalah olah raga dan main musik saya sudah bergabung
di tim sepak bola ( persip.fc, grandvera.fc, viscio.fc, metal fc) saya
juga ikut grup qosidah dari umur 5 tahun sampai sekarang (Nurkalijati)
bermain band dari kelas 1 MTs sampai sekarang dan grup band yang pernah
bergabung yaitu CIMLO BAN, ARTSENIC BAND, KOPYOR BAND..
Itulah sklumit kisah tentang saya yang menurut saya adalah sedikit
pengalaman yang sangat berharga bagi diri saya sebagai tolak ukur bahwa saya
harus berjuang untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi tentunya dengan
terus belajar. Karna sabda nabi Muhamm,ad SAW. Adalah "menuntut ilmu
itu wajib bagi musilm laki-laki dan perempuan"
"menuntut
ilmu dari dalam buaian sampai masuk keliang lahat"
BIODATA DIRI
Nama saya Dedy Setiawan umur 18
tahun. Saya lahir di Magelang 11 Februari 1994 Anak pertama dari 3 bersaudara
dari pasangan bpk Kawid Haryono dan ibu Sulasmi saya sekarang tinggal di Perum
Bumi Asri Pamijahan Desa Pamijahan D.06 No.17 Rt/Rw 15/03 Kec.Plumbon Kab.Cirebon. Riwayat pendidikan
TK sejahtera, SDN 1 Pamijahan, SMPN 2 Plumbon, SMKN 1 Jamblang.Salah satu
Prinsip hidup saya adalah ‘Dimana saya berpijak di situ ilmu akan datang’.
Pengalaman Organisasi yang pernah saya ikuti adalah : Pramuka(Jurdat), Osis,
Mpk (Wakil ketua), Pencak Silat, non
formal : Remaja masjid, Karang taruna(ketua) dan BATIC. Prestasi yang pernah
saya dapatkan : Juara 1 gerak jalan tingkat SMP se-Kab.Cirebon, Juara 1 Lomba
Band antar Kelas(SMKN 1 Jamblang).Alhamdulilah di umur saya yang ke 18 saya
sudah membuat buku bersama kawan-kawan BATIC yang berjudul : Kuasai Dunia
Dengan Perpustakaan. Semoga buku ini bermanfaat dalam segala lini dan dapat di
terima oleh masyarakat Indonesia. Terimakasih…..
BIODATA DIRI
Nurkhasanah,lahir dicirebon,10 maret
1988.Putri ke-5 dari delapan bersaudara pasangan Bapak H.moh.achid dan ibu
muslikhah.Sekarang bertempat tinggal di desa kalipasung,blok pesantren
Rt/03.Rw/08.No.49.Ia menghabiskan masa kanak-kanak di desa,bersekolah di SDN 1
Kalipasung dan melanjutkan sekolah menengah pertama di Mts Negeri Babakan
ciledug lalu melanjutkan ke SMA AL-hikmah Benda,kec.sirampog,kab.brebes.prinsip
hidupnya adalah ‘’Tidak ada batasan usia untuk terus belajar’’.pengalaman
berorganisasi yang pernah ia ikuti adalah REMAS.ia mempunyai cita-cita ingin
terus belajar selama hayat masih dikandung badan,dan selama ia masih mampu dan
bisa membagi waktu tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri
kelak.Alhamdulilah dengan rahmat dan ridhonya,ia dan kawan-kawan BATIC dapat membuat buku yang berjudul:kuasai dunia
dengan perpustakaan.Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan terima
kasih…..
BIODATA
Siti Hajar lahir di kota cirebon pada tanggal 2 juni 1992,dia
terlahir dari pasangan ibu maukufah dan bapak musthofah. Dia bungsu dari 4
bersaudara. Si bungsu ini Hobinya adalah bertanya,dan selalu ingin tau akan
sesuatu, sebelum mendapatkan jawaban dia tidak berhenti untuk bertanya.dia
dikenal sebagai gadis yang periang dan bawel.
Moto hidupnya adalah “ think the best,do the best,feel the best
and we can get the best”
Pada usia 5 tahun dia memulai pendidikan pertamanya di TK
Al-anwariyyah(1997-1999)
Kemudian setelah lulus dari TK orang tuanya memutuskan untuk
melanjutkan pendidikan dia di MI Hidayatul Mubtadiin (1999-2004),setelah
menyelesaikan pendidikan dasarnya dia memutuskan untuk melanjutkan ke tingkat
Tsanawiyah berbasis salafi(2004-2007),tepatnya di LPPA (Lembaga Pendidikan
Pondok Pesantren Al-anwariyyah).
Setelah lulus dari Mts dia terpaksa putus sekolah karena ikut
membantu pekerjaan orang tuanya menjadi baby sitter, setahun berselang dengan
niat dan kegigihan yang dia miliki dia akhirnya dia berhasil melanjutkan
sekolah di MA Daarul Fathonah(2008),tiap hari sambil jalan kaki sebelum
berangkat sekolah dia berjualan gorengan keliling kampung dan menitipkan
dagangan ibunya ke warung-warung langganan biasa.
Di MA daarul fathonah dia berhasil mendapatkan beasiswa selama
2tahun(2009-2010) pada pertengahan tahun 2011 dia telah resmi lulus dari MA
Daarul Fathonah dengan peringkat 4,
Karena melihat prestasinya yang baik,gurunya menyarankan agar
mendaftar ke IAIN dengan jalur beasiswa jurusan Ushuludin dan Dakwah,namun dia
sudah punya pilihan sendiri untuk mendaftar ke STAI Bunga Bangsa Cirebon,dengan
jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang nantinya kita akan di tempa menjadi
seorang guru agama yang profesional,islami dan mandiri.
Di STAI Bunga Bangsa dia
rekrut untuk bergabung di organisasi kemahasiswaan yaitu DEMA (Dewan
Eksekutif Mahasiswa) sebagai sekretaris bidang kekaryaan,selain aktif di DEMA
dia juga bergabung di tim BATIC (Basic Academic Technology Information and
Comunication).
Di komunitas ini (BATIC)nantinya akan dibekali ilmu bagaimana caranya mengolah
perpus yang baik dan benar,cara mengoperasikan perpus berbasis teknologi
(IT),membuat sebuah karya dalam hidup,cara mendesain grafis,pokoknya berbagai
hal yang berhubungan dengan teknologi yang canggih.
BIODATA
Siti
Nurohmah lahir pada tanggal 8 Agustus 1993, ia dilahirkan kedunia dengan
keadaan sehat Wal afiat didaerah Cirebon. Ia lahir sebagai anak keempat dari
empat bersaudara.
Ketika
berusia 4 tahun, Ia mengikuti kedua orang tuanya yang mencari usaha di daerah
Cianjur. Kemudian, Untuk pertama kalinya ia mengenyam pendidikan di MI
Al-Manar, melihat perkembangan akademisnya yang setiap tahunnya lumayan
gemilang membuat orangtuanya memutuskan agar
ia melanjutkan ke SMP setelah
lulus dari MI tersebut, maka ia memilih di SMP Darussalam. Menginjak umurnya
yang ke 15 tahun, ia mulai ingin mencari pengalaman lebih dari pada
masa-masanya ketika SMP, salah satunya yaitu jauh dari orangtua. Maka lulus
dari SMP, ia melanjutkan sekolahnya di SMA Az-Zain Sukabumi. Di sana ia tinggal
bersama dengan saudaranya. Selain mencari ilmu di sana, ia membantu saudaranya
berjualan es buah. Ketika menduduki bangku SMA, ia mulai berani mencoba dan
mengikuti banyak hal terutama organisasi. Menurutnya ‘pengalaman adalah guru
yang berharga, dari pengalaman kita bisa banyak belajar’.
Lulus
SMA, Keberuntungan merangkulnya ketika ada peluang melanjutkan pendidikan ke
bangku kuliah dengan jalur Tahfidz 1 juz di daerah Bogor di bawah dorongan
guru-guru. Namun, ke dua orang tuanya tidak memberikan izin untuk mengikuti
peluang tersebut. Maka, Ia lebih menuruti ke inginan orang tuanya untuk
melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah di Cirebon. Dimanapun belajarnya, ia
tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk terus mengenyam pendidikan dan ia yakin
bahwa ia bisa mendapatkan ilmu yang lebih, dan bisa berguna bagi kehidupannya
di STAI Bunga Bangsa Cirebon yang telah menerimaku menjadi salah satu
mahasiswanya.
Riva
Sholihatussa’adah Indriyani, lahir pada tanggal 04 Mei 1994, di Cirebon, Jawa
Barat. Ia adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ia bertempat tinggal di
Blok IV, Ds. Kebonturi, Kec. Arjawinangun Kab. Cirebon.Riwayat pendidikannya :
SDN 1 Jungjang (tamat 2006), SMPN 1 Arjawinangun (tamat 2009), SMKN 1 Jamblang
(tamat 2012).
Di
antara organisasi sekolah yang pernah didikutinya : Palang Merah Remaja (PMR)
di SMPN 1 Arjawinangun, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di SMKN 1 Jamblang,
Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis) di SMKN 1 Jamblang, dan kini menjadi
Anggota tim Batic dan menjadi Team Ahli sistem Informasi dan Perpustakaan
(manual-Digital).
Pengalaman
di Organisasi dan pergaulanlah yang bisa membuatnya seperti sekarang, Meski ia
masih berumur 18 tahun ia telah menjadi seorang penulis dalam sebuah buku yang
berjudul “Kuasai Dunia Dengan Perpustakaan” bersama kawan-kawannya. Ia
memanjatkan rasa syukurnya kepada Allah SWT, yang telah memberikannya kemampuan
untuk menulis sebuah buku. Dan berterimakasih kepada orang tua dan
saudara-saudaranya yang selalu memberi dukungan dan semangat dalam segala
aktivitasnya, serta berterimakasih juga untuk orang-orang disekelilingnya yang
selalu membantu dan setia menemaninya. Semoga buku tersebut bisa bermanfaat
bagi pembacanya.
Iryanti, Lahir di
Cirebon, 01 September 1994. Putri ketiga dari empat bersaudara pasangan Bpk.
Rumekso (Alm.) dan ibu Mutiah ini menghabiskan masa kanak-kanak di Desa jemaras
Kidul, Kec. Klangenan-Cirebon, yang hidup dikalangan keluarga yang amat teramat
sederhana. Ia melanjutkan pendidikan menengah di SMP Negeri 2 Jamblang lalu di
SMK Negeri 1 Jamblang dan hingga saat ini ia yang berusia 17 tahun yang sedang
akan menginjak dunia perguruan tinggi di Universitas Bunga Bangsa Cirebon dan
di Akademi Teknik Informatika Tunas Bangsa.
Ia menyukai dunia sosial sejak
remaja . Saat menjadi siswi di Sekolah Menengah Kejuruan.
Pengalaman Organisasi ia tekuni semenjak Sekolah Menengah pertama hingga saat ini, yaitu diantaranya PMR,PRAMUKA,PENCAK SILAT,dan Anggota Osis di Sekolah Menengah Kejuruan hingga kini menjadi Anggota tim Batic dan menjadi Team Ahli sistem Informasi dan Perpustakaan (manual-Digital). Prestasi yang pernah diraih diantaranya, juara 2 tingkat kecamatan Lomba senam Ayo Bersatu (SD), Juara 2 lomba kompetensi kelas (SD), Juara 3 tingkat Kabupaten Lomba Dongeng Sunda, Juara 1 lomba MTQ putri antar kelas (SMP). Dunia tinta ia geluti mulai tahun 2012, di sela-sela kesibukan menunaikan amanah organisasi dan tuntutan menyelesaikan studi. Penyuka warna biru ini adalah sosok yang ceria. Ia senang berkumpul dengan sahabat di kalangan manapun. Untuk kenal, bisa kontak di iry1169@gmail.com. Buku yang anda baca ini merupakan buku yang sangat tepat sebagai panduan untuk anda dalam membenahi perpustakaan manual menjadi perpustakaan digital. Jadilah buku ini menjadi buku yang bermutu yang penting anda baca. Semoga bermanfaat. Amin.
Pengalaman Organisasi ia tekuni semenjak Sekolah Menengah pertama hingga saat ini, yaitu diantaranya PMR,PRAMUKA,PENCAK SILAT,dan Anggota Osis di Sekolah Menengah Kejuruan hingga kini menjadi Anggota tim Batic dan menjadi Team Ahli sistem Informasi dan Perpustakaan (manual-Digital). Prestasi yang pernah diraih diantaranya, juara 2 tingkat kecamatan Lomba senam Ayo Bersatu (SD), Juara 2 lomba kompetensi kelas (SD), Juara 3 tingkat Kabupaten Lomba Dongeng Sunda, Juara 1 lomba MTQ putri antar kelas (SMP). Dunia tinta ia geluti mulai tahun 2012, di sela-sela kesibukan menunaikan amanah organisasi dan tuntutan menyelesaikan studi. Penyuka warna biru ini adalah sosok yang ceria. Ia senang berkumpul dengan sahabat di kalangan manapun. Untuk kenal, bisa kontak di iry1169@gmail.com. Buku yang anda baca ini merupakan buku yang sangat tepat sebagai panduan untuk anda dalam membenahi perpustakaan manual menjadi perpustakaan digital. Jadilah buku ini menjadi buku yang bermutu yang penting anda baca. Semoga bermanfaat. Amin.
Anak kedua dari empat
ber-sodara ini bernama MISBAH MUNIR , ya Itu adalah nama saya yang telah diberikan
orang tua . . . 23-JULI-1993 Tepat pada
waktu itu terlahir di muka bumi Kota
PURWAKARTA .
YA
MISBAH MUNIR
Purwakarta, 23-JULI-1993
Ds.Cibatu . RT 05/02 Kec . Cibatu Kab Purwakarta
Pendikan &
Organisasi : SDN 1 CIBATU (2006)
SMPN 1 CEMPAKA (2009)
SMA NEGRI CIBATU (2012)
Dan mahasiswa aktif STAI Bunga Bangsa Cirebon.
Islam, dan hidup dengan berpegang prinsip itulah ciri orang yang bertujuan ,Tak ada
kebahagiaan yang akan terasa tanpa Ada
restu orang tua. Itulah yang sllu aku kejar .Untuk sllu ada dalam rido-nya, dalam setiap
perjalanan hidup ini . Selamat Untukmu, Wahai kalbu yang halus dan
mata yang mudah menangis . . . !!!
Semoga dengan terbit-nya buku otomasi perpustakaan
(Manual-Digital) akan menbantu pustakawan sebagai bahan referensi.
(Basic Academic Tecnologi Information
Comunication).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar