Senin, 29 Oktober 2012

ASIKNYA BELAJAR PERPUSTAKAAN

 
KATA PENGANTAR



Dengan mengucap puji syukur  Alhamdulillahirabbilalamin penulis panjatkan kepada kehadirat ilahi rabbi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga terselesaikanya penulisan buku tentang PERPUSTAKAAN ini.
Sholawat serta salam tetap tercurah kepada nabi besar Nabi Muhammad SAW beserta keluarga,sahabat dan semoga sampai kepada kita selaku umatnya sampai akhir zaman.
Di eraglobalisai sekarang ini teknologi sudah sangat maju dalam segala bidang, semakin tahun semakin bertambah teknologi yang di ciptakan.dengan demikian penulis bermaksud memberikan sedikit informasi dari teknologi sistem otomasi pengolahan perpustakaan yang semoga dapat memberikan kemudahan dan efesiensi dalam mengolah data khusunya dalam bidang perpustakaan.
            Semoga buku ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.........................................................................        i
DAFTAR ISI.....................................................................................        ii
BAB I
          I.            BIBLIOGRAFI.....................................................................        1
1.      Pengertian Bibliografi.................................................        1
1.1.   Hvcvn....................................................................        1
1.2.   Hdfgksjdg..............................................................        1
BAB II
        II.            KLASIFIKASI........................................................................        2
2.      Pengertian Klasifikasi..................................................        2
2.1.   Macam-macam Klasifikasi...................................        2
2.2.   Contoh Klasifikasi.................................................        2

BAB III
      III.            IT Dasar.............................................................................        3
3.      Pengertian IT Dasar.....................................................        3
3.1.   Fg..........................................................................        3
3.2.   Ed..........................................................................        3
BAB IV
      IV.          IT Mahir.............................................................................        4
4.      Pengertian IT Mahir....................................................        4
4.1.   Apa itu IT Mahir...................................................        4
4.2.   Ded.......................................................................        4
BAB V
        V.            LITERASI INFORMASI........................................................        5
5.      Pengertian Literasi Informasi......................................        5
5.1.   Apa saja si.............................................................        5
5.2.   Fungsinya..............................................................        5
PENUTUP........................................................................................        6
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................        7
LAMPIRAN......................................................................................        8
PROFIL PENULIS.............................................................................        9
 
BAB I
BIBLIOGRAFI

A.     Pengertian Pengatalogan
D
alam buku ini akan di jelaskan peraturandan tahap-tahap dalam kegiatan pengatalogan deskriptif buku. Penggunaan pedoman yang standarsangat di butuhkan untuk menjaga keseragaman dan ketaatasan dalam kegiatan ini. Untuk itu dalam pe,bahasan meteri ini akan menggunakan The Anglo American Catalouging Rules ed. 2, yang di kenal dengan sebutan AACR 2.
Pengatalogan deskriptif di kenal dengan istilah pengatalogan, untuk itu dalam buku materi pokok ini juga selanjutnya akan menggunakan istilan pengatalogan. Kegiatan pengatalogan adalah proses pembuatan katalog, yang merupakan kegiatan perekam data bibliografi, seperti pengarang, judul, tempat terbit, nama pnerbit, jumlah halaman, dan lain sebagainya. Hasilnya adalah lazim di sebut dengan istilah deskripsi bibliografi yang memberikan sajian ringkas untuk membedakan satu buku dari buku lain.
Dalam pengatalogan juga di tentukan tajuk entri sebagai akses untuk mendekati segi bibliografis buku. Nama pengarang pada umumnya di tentukan sebagai tajuk entri utamanya, yaitu pada  entri utama sebagai titik akses pengarang.untuk pembahasan materi penentuan tajuk entri akan di bahas pada modul lain dari buku Materi Pokok ini.
Setelah mempelajari modul ini di harapkan Anda dapat:
v  Mengetahui sejarah pengatalogan
v  Mengetahi bagian-bagian buku sebagai sumber informasi
v  Memahami pengaturan pengatalogan
v  Menjelaskan tahap pengatalogan deskriptif
v  Membuat deskripsi bibliografi buku

B.      Sejarah Pengatalogan

Peraturan pengataloganpada awalnya di susun oleh pustakawan perorangan. Misalnya Antonio Panizzi dari British Museum menyusun Rules for Compiling of the Dictionary Catalogue (1841.). Charles Ammi Cutter dari Amerika menyusun Rules for Compiling of the Dictionary Catalogue (1903).yang mengemukakan peraturan katalog sistem leksikal (dictionary catalogue)yaitu katalog 3matra artinya katalog pengarang, judul dan subjek buku di satukan dalamsatu jajaran.
Mulai permulaan abad XX, peraturan pengatalogan selalu di buat oleh sebuah komisi atau panitia khusus. Misalnya Library of Congressdari Amerika Serikat menerbitkan Rules of Printed Cards (1903 hingga 1930-an) dan Rules of Descriptive Cataloguing (1949). Amerika Library Assosciation mengeluarkan Rules (1908, 1941, 1949) Amerika Library Assosciation bekerja sama dengan Library Association (Inggris) membentuk "Catalog Revision Comittee" sebagai usaha bersama menyusun peraturan katalog. Pada tahun 1976 terbit sebuah pedoman yang berjudul Anglo American Catologuing Rules yang di kenal dengan sebutan AACR1. Prinsip umum pada peraturan tersebut didasarkan atas "Statement of principles"yang di setujui oleh 53 negara pada International Conference on Cataloguing Principles di paris 1961. Pertemuan ini merupakan langkah penting ke arah standarisasi data bibliografis internasional. Sebagai tindak lanjut ke arah penyeragaman peraturan pengatalogan, pada tahun 1988 terbitlah Anglo American Catologuing Rules edisi 2 yang merupakan revesi dari AACR 1 sebagai hasil kerja sama antara  American Library Association, Library Association (Inggris), Library of Conggres, dan Canadian Library Association.

C.      Bagian-Bagian Buku
Kegiatan pengatalogan adalah proses pembuatan katalog, yang merupakan kegiatan merekam data bibliografi, seperti pengarang, judul, tempat terbit, nama penerbit, jumlah halaman, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui data bibliografi tersebut, di perlukan keterangan fisik dari bahan pustaka yangakan di katalog. Untuk itu pengataloga perlu mengenali dengan baik bagian-bagian sebuah buku.dengan mengenali bagian-bagian buku, mengatalog akan lebih mudah mengumpulkan keterangan yangdi perlukan dalam pembuatan katalog.
Sumber informasi dalam pengatalogan adalah ciri-ciri fisik dari buku yangdi olah. Bagian-bagian buku tidak selalu sama antara buku satu dengan buku lainnya, tetapi pada dasarnya berkisar pada unsur-unsur berikut.
1.      Kulit Buku
Kulit buku di ambil dari istilah cover, biasannya terdapat judul buku. Judul pada kulit buku dalam pengatalogan tidak penting, kecuali kalau judul tersebut berbeda dengan judul yangtercantum pada halaman judul. Dalam hal ini judul tersebut perlu di catat dalam katalog, sebab sebagian pembaca kemungkinan akan menelusuri judul buku melalui judul di kulit bukutersebut
2.      Punggung Buku
Pada punggung buku biasannya terdapat judul buku.seperti halnya judul yangterdapatpada kulit buku, judul punggungbuku kemungkinan tidak sama dengan apa yang terdapat pada halaman judul.

3.      Halaman Kosong
Halaman kosong adalah halaman tanpa teks yang terletak setelah kulit buku di bagian depan dan di bagian belakang. Halaman ini berfungsi sebagai penguat jilidan buku. Oleh karana itu, biasanya halaman kosong adalah kertas yang lebih kuat (tidak mungkin sobek).
4.      Halaman judul Singkat (Half Title)
Halaman judul singkat terletak setelah halaman kosong dan berisi judul singkat dari buku. Jadi kalau sebuah buku mempunyai judul pokok dan judul tambahan, maka yangtercantum pada halaman ini adalah judul pokok saja.
5.      Judul Seri
a.      Seri penerbit
 Sejumlah karya berjilid yangsaling berkaitan dalam subjek atau bentuk, di terbitkan oleh penerbit dengan satu judul yang merangkum, di kenal dengan istilah judul kolektif.
b.      Seri Monografi
 Sejumlah karya monograf yang di keluarkan oleh suatu badan dalam penampilan yang seragam.
c.       Halaman Judul
Halaman judul buku merupakan halaman yangberisi keterangan yangdi berikan penerbit, antara lain judul buku, nama pengarang, dan pihak-pihak lain yangterlibat dalam kepengarangan seperti penerjemah, editor, dan ilustrator. Di samping itu juga berisi informasi tentang kota tempatterbit, penerbit, dan tahun terbit. Oleh karena itu, halaman judul buku merupakan halaman yang sangat penting untuk di perhatikan dalam proses pengatalogan. Halaman judul merupakan sumber informasi utama dalam mengumpulkan keterangan yang di perlukan dalam pengatalogan.


d.      Halaman Balik Judul (Verso-Recto)
Pada halaman balik judul sering kali terdapat informasi penting antara lain: keterangan kepengarangan; (2) judul asli dari karya terjemahan; (3) kota tempatterbit dan penerbit; (4) tahun terbit dan tahun copyright; (5) keterangan edisi.
e.      Halaman Persenbahan (Dedication)
Halaman persembahan biasanya terletak sebelum halaman prakata. Halaman ini tidak perlu di perhatikan dalam proses pengatalogan.
f.        Kata Pengantar
Kata pengantar merupakan catatan singkat yang mendahului teks, berisi penjelasan yang di berikan si pengarang kepada para pembaca. Penjelasan ini dapat berupa tujuan dan alasan penulisan buku, ruang lingkup, dan keterangan subjek yang di bahas. Sering kali kata pengantar berisi ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penulisan buku tersebut serta penjelasan tentang cetakan.
g.      Daftar Isi
Daftar isi biasanya terletak sesudah kata pengantar tetapi dapat juga terletak di bagian akhir dari buku. Daftar isi memuat judul-judul bab dan rincian berupa subbab. Dari daftar isi kita dapat melihat sekilas ruang lingkup subjek yang di bahas pengarang.
h.      Pendahuluan
Pendahuluan biasanya mengikuti daftar isi dan merupakan bab pertama dari buku. Pendahuluan memberi wawasan tentang subjek yang di bahas.
i.        Naskah (Teks)
Naskah atau teks merupakan isi buku yang di sajikan dalam bab-bab secara sistematik.
j.        Indeks
Indeks buku merupakan daftar nama dan subjek secara terinci yang menujuk kepada halaman buku tempat kata subjek atau istilah itu tercantum. Indeks biasanya terletak di bagian akhir dari sebuah buku. Indeks buku sangat bermanfaat, untuk itu perlu di catat keberadaanya di katalog.

k.      Bibliografi
Bibliografi merupakan daftar kepustakaan yangdi gunakan si pengarang dalam menulis buku. Bagi pembaca, bibliografi ini penting untuk lebih mendalami isi buku tersebut. Bibliografi biasanya terletak di bagian akhir dari buku atau pada catatan kaki.
l.        Glossary
Glossary merupakan daftar kata-kata atau istilah yang di anggapmasih asing bagi pembaca pada umumnya atau masih penjelasan. Glossary  biasanya terletak pada akhir buku.
m.    Kolofon
Kolofon adalah keterangan yang terdapat pada bagian akhir dokumen yang memberikan informasi tentang salah satu keterangan berikut yaitu judul, pengarang, penerbit, pencetak, tahun penerbitan atau pencetakan,dan informasi lainnya. 
n.      Nomor Pagina
Nomor pagina dari sebuah buku biasanya terdiri dari angka Romawi kecil dan angka Arab. Angka Romawai kecil di gunakan pada penomoran halaman kata pengantar sampai
 dengan daftar isi, sedangkan untuk bab-bab pendahuluan sempai akhir biasanya di gunakan angka Arab.
D.     Peraturan Pengatalogan
1.      Mengenal  AACR2
Anglo-American Cataloguing Rules edisi 2 di kenal sebutan AACR2 yang di gunakan sebagai pedoman dalam pembuatan katalog dan bisa di gunakan untuk semua jenis bahan pustaka. AACR2 merupaka perangkat peraturan yang Flexible, karena dalam AACR2 tersedia aturan yang bersifatalternatif dan pilihan. Artinya beberapa aturan boleh di gunakan atau tidak. Dengan demikian pustakawan dapat menentukan kebijakan yang akan di gunakan oleh perpustakaannya. Data bibliografi yang di cantumkan dalam katalog dapat di sesuaikan dengan situasi dan kondisi perpustakaan. Tentunya kebijakan ini harus di buatkan pedoman kerjanya sehingga pustakawan yang melaksanakan kegiatan ini akan taat asas dan konsisten.
Tahap-tahap dalam pengatalogan di lakukan dua tahap, yaitu pertama mencatat terlebih dahulu data bibliografi bahan pustaka, dan yang kedua menentukan titik akses yang meliputi penentuan tajuk entri utama, tajuk entri tambahan dan bentuk tajuknya. Demikian halnya struktur peraturan dalam AACR2 di bagi atas dua bagian (part). Bagian pertama (part 1)  peraturan aturan untuk membuat deskripsi bibliografi (description), dan bagian kedua (part II) peraturan untuk menentukan titik akses (Heading, Uniform Titles, and Reference).
Peraturan untuk deskripsi bibliografi terdiri 13 bab. Bab1 besrisi peraturan umum yang berlaku untuk semua jenis bahan pustaka, sedangkan dalam bab2 sampai Bab 10 berisi peraturan bagi satu jenis bahan pustaka tertentu. Bab 11 sampai Bab 13 memuat peraturan yang bersifat parsial, sebagian dapat mengikuti peraturan umum sebagian merupakan peraturan khusus, misalnya peraturan untuk pengatalogan bentuk mikro, terbitan berseri dan analisis.
Peraturan pada bab 1 untuk daerah deskripsi di dasarkan pada General International Standart Bibliographic Description (ISBD (G)). ISBD (G) di serap dalam AACR2 sebagai kerangka kerja umum deskripsi bibliografis.
Dari hasil tersebut kemudian di kembangkan berbagai ISBD untuk berbagai jenis bahan pustaka seperti ISBD (M) untuk monograf. Ada 8 daerah deskripsi yaitu:
v  Daerah judul dan keterangan penanggung jawab.
v  Daerah edisi
v  Daerah data khusus
v  Daerah penerbitan dan distribusi
v  Daerah deskripsi fisik
v  Daerah seri
v  Daerah catatan
v  Daerah nomor standar (ISBN)

Tabel 1.1
Sumber Informasi Daerah Deskripsi Buku

No
Daerah
Sumber informasi
1
Judul dan Pernyataan tanggung jawab
Halaman Judul
2
Edisi
Halaman judul,Halaman lain,kolofon
3
Data khusus(tidak dipakai)
-
4
Terbitan dan publikasi lainnya
Halaman judul,halman lain ,kolofon
5
Deskripsi Fisik
Terbitan yang bersangkutan
6
Seri
Halaman judul seri ,halaman judul monograf,kulit buku ,bagian lain dari publikasi
7
Catatan
Sumber apa saja
8
Nomor standard an keterangan harga
Sumber apa saja

Tabel 1.2
Garis Besar Susunan Deskripsi

No
Daerah
Tanda baca
Unsur
1
­
Judul dan pernyataan tanggung jawab

1.1 Judul sebenarnya
[](kurung siku)
1.2 Pernyataan jenis bahan umum
=(sama dengan)
1.3 Judul parallel
:(titik dua)
1.4 Judul lain /anak judul
/ (garis miring)
1.5 Pernyataan tanggung jawab
; (titik koma)
Pernyataan tanggung jawab yang kedua dan seterusnya
2
Edisi
.--
2.1 Pernyataan edisi
/ (garis miring)
2.2 Pernyataan taggung jawab
; (titik koma)
2.3 Pernyataan tanggung jawab yang kedua dan seterusnya,berhubungan dengan edisi ,ybs.
3
Data khusus

Digunakan untuk terbitan berseri,kartografi,sumber daya elektronik
4
Penerbitan
.--
4.1 Tempat terbit
: (titik dua)
4.2 Nama Penerbit
, (tanda koma)
4.3 Tahun terbit
5
Deskripsi fisik(Jika tidak berparagraf)
.--
5.1 Jumlah halaman dan jumlah jilid
: (titilk dua)
5.2 Pernyataan ilustrasi
; (titik koma)
5.3 Ukuran
+(tanda tambah)
5.4 Lampiran












































































6
Seri (Ditulis dalam tanda kurung)
.--
6.1 Judul seri
: (titik dua)
6.2 Keterangan seri lainnya
;(titik koma)
6.3 ISSN
; (titik koma)
6.4 Nomor seri
7
Catatan(Jika tidak berparagraf)
.--

8
Nomor standard dan harga (Jika tidak berparagraf)
.--
 ISBN
:
8.1 Harga dan sebagainya



E.       BIBLIOGRAFI
     
Berasal dari bahasa latin yaitu Biblio (buku) dan Graphein(menulis).(V.W. Clapp, 1985)Secara etimologisBibliografi adalah adalah nama yang diterapkan untuk ilmu, senidan produk senidalam merekam bahan-bahan yangditerbitkan.· Sebagai ilmu = pengetahuan tentang buku dilihat dari berbagai aspeknya (fisik atau ide).Pengetahuan tersebut dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman tentang sejarah buku, status karya individu, hubunganya dengan karya lain. Maka pengetahuan tentang p archment(kertas), penjilidan, percetakan( xylography/seni cetak di ukiran kayu dan typography/tata huruf), ilustrasi buku, penyusunan bagian-bagian menjadi volume, kepengarangan, penerbit, dll semua itu tercakup dalam bibliographi.Sebagai seni = proses dalam membuat bibliografi itu sendiri ( teknik,penyajian, dll).Sebagai produk seni= daftar sistematis buku atau lainya yang disusun untuk maksud dan tujuan tertentu.
            (Prytherch, 1990)Bibliografi adalah seni dalam mendeskripsikan buku dari segi fisik atau gagasan, buku sebagai objek fisik dan sejarah produksi buku. Kadang digunakan istilah critical, analitical,historycal or physical bibliography.
(Downs, 1967)Bibliografi sebagai objek fisik (analitical bibliografi) Bibliografi sebagai ide(systematic bibliografi ), fungsiutama pembuatan daftar buku, mengenali buku apa yang ada, menjemin pelestarian, pelengkap bagi pekerja informasi . (World Book Encyclopedia, 1992)adalah daftar buku atau artikel tentang sebuah subjek. Biasanya bibliografi diakhir halaman disertai dengan teks atau artikel yang panjang untuk rujuakan para pembaca atau penulis dan untuk memberikan informasi tambahan dalam subjek.

            (John Feather & Paul Sturges, 1997)adalah daftar sistematikatau studi analytic tentang buku, manuskrip dan dokumen lain. Bibliografi bermaksud menyediakan ulasanyang luas tentang pilihan berbagai area yang mungkin berdasarkan kronologis, geografi, subjek, pengarang, bentuk publikasi atau kumpulan lain. Enumerative bibliographi adalah sebuah istilah yang lebih banyak mencakup bibliografi. .

1.      Tujuan Bibbliografi
a.      Mendaftar/menyusun informasi mengenai buku serta bahan pustaka yang terkait dalam susunan logis dan bermanfaat.
b.      Untuk membantu pemakai dalam menentukan keberadaan sebuah bahan pustaka atau mengenali sebuah buku yang populer.
c.       Bagi peneliti , mengetahui subjek apa saja yang telah ditulis, memperoleh
informasi yang actual , menghindarkan duplikasi penelitian.
d.      Sebagai sarana pemilihan buku (identifikasi, rincian bibliografis, dll)
e.      Sarana untuk mengetahui perkembangan buku.
f.        Untuk memudahkan pengguna maka dibuatlah indeks pengarag, subjek,tempat.
2.      Fungsi Dan Kegunaan Bibliografi
a.      Mencatat buku atau bahan pustaka yang ada.
b.      Mempromosikan pendayagunaan buku dan bahan pustaka lainya.
c.       Salah satu alat untuk mengembangkan ilmu karena bibliografi merupakan kumulasi pengetahuan.

3.      Unsur-unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya.
a.      Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap.
b.      Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c.       Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid
buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d.      Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama                                majalah atau surat kabar, tanggal dan tahun.
4.      Penyusunan Bibliografi
a.      Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b.      Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam      urutan abjad.
c.       Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, untuk  refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti    dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d.       Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e.      Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

5.      Jenis-Jenis Bibliografi
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog.
Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi.
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
a.      Bibliogrfi Deskriptif
Bibliografi yang dilengkapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
b.      Bibliografi evaluative
Bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.

6.      Manfaat Bibliografi
Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan alasan antara lain:
·         Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya.
·         Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya
·         Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat.
Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu.Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari  jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan. Dengan demikian maka bibliografi dapat digunakan sebagai:
·         Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan.
·         Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan.
·         Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.
7.      Cakupan Bibliografi
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
1.      Bibliografi Retrospektif
Jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau.
Misalnya : “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro”
2.      Bibbliografi Terkini/current
Jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini.
Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory
3.      Bibliografi selektif
Jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu.
Misalnya : “Buku bacaan terpilih untuk anak usia prasekolah”.
4.      Bibliografi subjek
Jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu.
Misalnya : “Bibliografi khusus ternak kelinci”


5.      Bibliografi nasional
Jenis bibbliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu.
Misalnya : “Bibbliografi Nasional Indonesia”
Penentuan cakupan /topik suatu bibbliografi ditentukan berdasarkan berbagai pertimbangan antara lain:
·         Permintaan pengguna
·         Topic yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu.
·         Dokumentasi koleksi yang dimiliki.
·         Mandate instansi.

8.      CONTOH BIBLIOGRAFI          
SARWONO                                                                    JUDUL
            EDISI               Teori Psikologi/Sarwono,Sarlito,heSndrawan.
-Ed.1.Cet.3 -Jakarta;Diva Press.1995                 PENERBIT
Ix:29 hal.;20 cm                                  DESKRIPSI FISIK
ISBN: 979-421-094-3               ISBN(International Standar Book Number)
F.       Daerah dan unsur unsur Deskripsi
Seperti telah dijelaskan sebelumnya,langkah pertama dalam pengatalogan adalah menentukan deskripsi bibliografi. Ada 8 daerah deskripsi yaitu:
v    Daerah judul dan keterangan penanggung jawab.
v    Daerah edisi
v    Daerah data khusus
v    Daerah penerbitan dan distribusi
v    Daerah deskripsi fisik
v    Daerah seri
v    Daerah catatan
v    Daerah nomor standar (ISBN)

1.      Daerah judul dan keterangan tanggung jawab
Terdiri atas judul sebenarnya,judul lain (termasuk judul peralel,anak judul) dan pernyataan tanggung jawab.
a.      Judul sebenarnya
Judul sebenarnya di nyatakan sesuaidengan kata,susunan dan ejaan yang digunakan dalam sumber infomasi utama, sedangkan penggunaan huruf kapital dan tanda bacanya disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.
b.      Pernyataan tanggung jawab
Pernyataan tanggung jawab tidak terbatas pada pernyataan pengarang, tetapi dapat pula meliputi editor,penghimpun, penggambar, penerjemah, dan lainnya yang terdapat pada halaman judul.

2.      Dearah edisi
Terdiri atas unsur-unsur edisi dan pernyataan pengarang yang khusus terkait pada edisi tersebut.

3.      Daerah data khusus
Daerah ini tidak di gunakan untuk monograf/buku tercetak, tetapi di gunakan untuk penomoran dalam terbitan berseri dan bahan nonbuku lainnya.

4.      Daerah penerbitan
Daerah penerbitan terdiri atas unsur-unsur tempat terbit,nama penerbit dan tahun terbit. Peraturan umum untuk daerah ini adalah sebagai berikut.
a.      Bila terdapat lebih dari satu tempat,nama atau tahun yang di masukkan di daerah ini. Maka nyatakan tempat,
b.      nama atau tahun tersebut dalam urutan yang sesuai dengan karya yang dideskripsikan.
c.       Masukkan nama dan tempat, orang atau badan. Sebagaimana adanya dalam sumber informasi. Hilangkan kata depan yang menyertainya,kecuali bila hal itu akan mempengaruhi pemahaman deskripsi
d.      Bila rincian informasi mengenal karya asli tercakup bersamaan dengan keterangan mengenai reproduksi, cetak ulang, dan sebagainya, maka nyatakan informasi mengenai terbitan yang terkhir dalam daerah ini. Informasi mengenai terbitan mengenai yang asli di masukkan dalam catatan

5.      Daerah deskripsi fisik
Terdiri dari unsur-unsur jumlah satuan fisik,pernyataan ilustrasi, ukuran, dan pernyataan bahan tambahan

6.      Daerah seri
Daerah seri terdiri dari unsur-unsur judul seri, keterangan seri lainnya, international Standard Serial Number (ISSN), nomor seri. Setiap seri di salin dalam tanda kurung biasa.

7.      Daerah catatan
Meliputi hal-hal yang penting tetapi tidak dapat di nyatakan dalam daerah deskripsi sebelumnya. Pencatatannya di mulai pada paragraf baru dalam deskripsi  bibliografi. Pengatalog bebas dalam menentukan mengenai apa yang di masukkan dalam daerah catatan.

8.      Nomor standar dan keterangan pengadaan
Nyatakan nomor standar seperti contoh berikut ini :
Contoh :
ISBN 978-602-978-337-7
Nyatakan harga atau keterangan lain yang berhubungan dengan pengadaan dokumen. Nyatakan harga simbol dan angka, dan istilah lain sesingkat mungkin.
 
BAB II
KLASIFIKASI

S
ebelum suatu bahan pustaka yang relevan dapat ditemukan kembali harus diadakan penelusuran (search) terlebih dahulu didalam “gudang informasi” yang disebut perpustakaan. Tentunya tidak praktis jika seluruh koleksi perpustakaan ditelusuri satu persatu. Prinsip dasar dalam temu kembali informasi adalah bahwa penelusuran untuk suatu bahan pustaka dilakukan pada sebagian koleksi itu, yakni pada bagian yang secara potensial paling relevan untuk memenuhi suatu permintaan. Bagian dari koleksi bahan pustaka itu disebut kelas. Kelas dalam batasan umum adalah suatu kelompok benda yang memiliki beberapa ciri yang sama. Kegiatan pengelompokan atau pembentukan kelas disebut klasifikasi.

A.     Pengertian Klasifikasi
1.      Klasifiksi Secara Umum
Dalam Kehidupan sehari-hari tanpa disadari kita sering melakukan dan melihat kegiatan klasifikasi. Pekerjaan tersebut adalah mengelompokkan sejumlah barang, tanaman, uang, gagasan, objek, manusia dan sebagainya, kedalm kelompok tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama dan atau yang hampir sama.
Pasar yang merupakan tempat jual beli, tanpa disadari para pemilik lapak atau toko telah melakukan kegiatan pengklasifikasian. Barang-barang yang mereka jual biasanya dikelompokkan menurut jenis barang, seperti buah-buahan, sayur mayur pakaia, alat tulis, perkakas, mainan anak-anak. Apabila diperhatikan lebih lanjut dan mendalam seperti pedagang buah maka akan terlihat buah-buahan itu dikelompokkan sesuai jenis buahnya, misal jeruk dengan jeruk, pisang dengan pisang, mangga dengan mangga, bahkan jika lebih diteliti kembali pedagangpun mengelompokkan lebih spesifik lagi, misalnya buah mangga tu di kelompokkn lagi menjadi mangga arumanis, mangga golek, mangga manalagi, mangga lalujiwoj dan berbagai jeis mangga lainya. Pada setiap mangga itu juga di klasifikasikan berdasarkan besar kecilnya atau menurut tingkat kematanganya.
Kegiatan pengelompokkan diatas untuk menyesuaikan kebutuhan pembeli dan pedagangpun dengan mudah memberikan pelayanan kepada pembeli.
Dari penjelasan singkat diatas dapat ditarik pengertian bahwa klasifikasi secara  umum adalah mengelompokkan sesuatu berdasarkan ciri yang sama dan atau hampir sama pada tempat yang sama atau berdekatan dan sekaligus memisahkan dari jenis lainya dengan tujuan untuk memudahkan identifikasi.
2.      Klasifikasi di Perpustakaan
Klasifikasi perpustakan adalah pengelompokkan bahan pustaka yang sistematis ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama atau hampir sama dan sekaligus memisahkannya dari bahan pustaka lain berdasarkan tingkat perbedaanya.
Perpustakaan pada hakekatnya mengumpulkan bahan pustaka karena informasinya (subyeknya). Satu bahan pustaka dapat memiliki beberapa ciri, misalnya ciri kepengarangan, ciri subyek, ciri fisik dan ciri-ciri lainnya. Pengelompokan bedasarkan subyek ini disebut klasifikasi fundamental, sedangkan pengelompokan menurut ciri lainnya disebut klasifikasi artifisial.
Menurut Suwarno, pengertian klasifikasi fundamental dan klasifikasi artificial secara umum, yaitu:
1.      Klasifikasi artifisial (artificial classification), yaitu klasifikasi bahan pustaka berdasarkan sifat-sifat yang secara kebetulan ada pada bahan pustaka tersebut. Misalnya berdasarkan warna buku atau tinggi buku.
2.      Klasifikasi fundamental (fundamental classification), yaitu klasifikasi bahan pustaka berdasarkan isi atau subjek buku, yaitu sifat yang tetap pada bahan pustaka meskipun kulitnya berganti-ganti atau formatnya diubah. Klasifikasi fundamental sering digunakan perpustakaan saat ini.

B.      Kuntungan, Fungsi, dan Tujuan Klasifikasi

1.      Keuntungan Klasifikasi
a.      membantu pemakai jasa perpustakaan mengidentifikasi dan melokalisasi bahan pustaka berdasarkan nomor panggil dokumen.
b.      mengelompokkan bahan pustaka sejenis menjadi satu jajaran atau berdekatan.
Dua keuntungan tersebut sangat dimungkinkan karena  dalam penentuan kelas,pendekatan yang digunakan adalah pendekatan subyek  atau cakupan bidang ilmu dari suatu bahan pustaka.
2.      Fugsi Klasifikasi
Klasifikasi berfungsi ganda yaitu:
1.      Sebagai sarana penyusunan bahan pustaka di rak,
2.      Sebagai sarana penyusunan entri bibliografi dalam catalog tercetak, dan indeks dalam tata susunan sistematis.
3.      Tujuan Klasifikasi
a.      Menghasilkan urutan yang berguna
Tujuan utama klasifikasi adalah menghasilkan urutan atau susunan bahan pustaka yang berguna bagi staf perpustakaan  maupun bagi pemakai perpustakaan.
b.      Penempatan yang tepat
Bila bahan pustaka diperlukan pemakai, pustaka yang diinginkan mudah diketemukanserta mudah dikembalikan oleh petugas ke tempat, yang pasti sesuai dengan sistem klasifikasi yang digunakan.
c.       Penyusunan mekanis
Bahan pustaka baru mudah disisipkan di antara bahan pustaka yang sudah dimiliki. Demikian pula penarikan bahan pustaka (karena dipinjam) tidak akan mengganggu susunan bahan pustaka di jajaran.

C.      Sistem Klasifikasi

1.      Klasifikasi Artiisial
Sistem ini adalah mengelompokkan bahan pustaka berdasarkan ciri atau sifat-sifat lainnya, misalnya pengelompokan menurut pengarang, atau berdasarkan ciri fisiknya, misalnya ukuran, warna sampul, dan sebagainya
2.      Klasifikasi Utilitas
Pengelompokan bahan pustaka dibedakan berdasarkan kegunaan dan jenisnya. Misal, buku bacaan anak dibedakan dengan bacaan dewasa. Buku pegangan siswa di sekolah dibedakan dengan buku pegangan guru. Buku koleksi referensi dibedakan dengan koleksi sirkulasi (berdasar kegunaannya).
3.      Klasifikasi Fundamental
Pengelompokan bahan pustaka berdasarkan ciri subyek atau isi pokok persoalan yang dibahas dalam suatu buku. Pengelompokkan bahan pustaka berdasarkan sistem ini mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya:
         bahan pustaka yang subyeknya sama atau hampir  sama, letaknya berdekatan.
         Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menilai koleksi yang dimiliki dengan melihat subyek mana yang lemah dan mana yang kuat.
         Menudahkan pemakai dalam menelusur informasi menurut subyeknya.
         Memudahkan pembuatan bibliografi menurut pokok masalah.
         Untuk membantu penyiangan atau weeding koleksi.
Klasifikasi fundamental banyak digunakan oleh perpustakaan besar maupun kecil. Dalam sistem tersebut buku dikelompokkan berdasarkan subyek, sehingga memudahkan pemakai dalam menelusur suatu informasi.

D.     Pekerjaan Klasifikasi
Dalam  melakukan kegiatan mengkalasifikasikan sebuah buku, perlu diperhatikan hal-hal berikut
1.      Menentukan Subjek Buku
a)      Dari judul buku
Judul suatu buku adakalanya sudah menunjukan tema atau subjek yang dibahas. Misalnya Pengantar Aljabar untuk Perguruan Tinggi maka subjeknya adalah “Aljabar”, Pengantar Teknologi Informatika maka subjeknya “Informatika”, dan seterusnya.
b)      Dari ringkasan atau resume buku
Apabila dari suatu judul buku tidak dapat diketahui secara pasti tema atau subjeknya, maka ringkasan isi buku yang umumnya tertera pada cover belakang dapat dijadikan pedoman. Dari ringkasan itu akan diketahui subjek yang terkandung pada buku tersebut. Misalnya Laskar Pelangi, judul tersebut tidak langsung menunjukan subjek yang dimaksud tapi harus terlebih dahulu dibaca ringkasannya agar diketahui subjek apa yang dikandungnya.
c)      Dari daftar isi, kata pengantar atau pendahuluan buku
Apabila dari suatu judul buku tidak dapat diketahui, maka subjek yang dibahas dalam buku tersebut dapat ditemukan dengan cara menganalisa daftar isi atau kata pengantar atau pendahuluan buku tersebut.
d)      Isi Buku
Apabila dalam pencarian subjek buku belum diketahui dari kegiatan diatas maka membaca sebagian atau keseluruhan isi dari buku tersebut.
e)      Ahli Bidang Tetentu
Langkah terakhir untuk menentukan subjek buku adalah menanyakan kepada orang yang ahli dalam bidang tersebut.
2.      Menentukan Nomor Kelas
a)      Tentukan nomor kelas bedasarkan subjek tau pokok masalh yag dibahas buku.
Misalnya pendidikan adalah kelas 370.
b)      Tentukan nomor kelas berdasarkan subjek yang lbih spesifik.
Misalnya Kuda Ras adalah kelas 636.12
c)      Buku yang terdiri dari dua subjek, mak kelasnya mengambil dari subjek yang menonjol. Apabila subjek dari keduaya setaraf maka subjek yang dipilih adalah yang lebih awal disebutkan dalam halaman judul.
Misalnya Ekononi dan Kehutanan. Maka kelasnya adalah 330.
d)      Apabila sebuah buku membahas lebih dari dua subjek yang saling berkaitan maka masukkan karya tersebut ke dalam subjek yang lebih luas cakupanya dan mencakup seluruh subjeknya.
Misalnya, Masalah psikologi sosial, kebudayaan, dan ekologi.
Psikologi Sosial            301.1 (aspek sosiologi)
Kebudayaan                 301.2 (aspek sosiologi)
Ekologi             301.3 (aspek sosiologi)
Untuk karya ini masuk kedalam kelas 301
e)      Apabila sebuah buku membahas lebih dari dua subjek yang tidak saling berkaitan, maka dlam menentukan nomor kelas berdasarkan bidang yang aspeknya diutamakan dalam pembahasan atau yang paling luas kajianya.

E.      Jenis-jenis Klasifikasi
Ada beberapa jenis klasifikasi perpustakaan yang digunakan, diantaranya:
1.      Dewey Decimal Classification (DDC)
2.      Universal Decimal Classification (UDC)
3.      Library of Congress Classification
Dari ketiga sistem klasifikasi di atas, yang paling banyak digunakan di perpustakaan adalah Dewey Decimal Classification. Pada kesempatan  ini hanya akan diuraikan Dewey Decimal Classification
a.      Dewey Decimal Classification (DDC)
1)      Sejarah Dewey Decimal Classification
Klasifikasi Persepuluhan Dewey Decimal Classification karya Melvil Dewey. Nama lengkapnya Melville Louis Kassuth Dewey (1851-1931). Berlatar belakang dari pemikiran bagaimana untuk membuat sebuah system penggolongan koleksi di perpustakaan yang mudah di mengerti dan diterima secara universal di perpustakaan-perpustakaan lainnya. Hingga pada akhirnya system klasifikasi DDC digunakan secara luas diseluruh dunia karena mudah disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada 1874 Dewey sebagai pustakawan di AmhersCollege, Massachuseetts, Tahun 1876 ia menerbitkan DDC edisi pertama dengan judul “A classification and subject indexfor a library”. Terbit pertama kali hanya sebanyak  42 halaman yang berisi 12 halaman pendahuluan, 12 halaman bagan dan 18 halaman indeks. Sejak edisi pertama diterbitkan,
DDC terus menerus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Banyak subyek-subyek baru yang ditambahkan. Adakalanya notasi mengalami  perluasan dan perubahan lokasi  karena perkembangan subyek tersebut. Kelestarian DDC sampai dapat mencapai umur lebih seabad dan banyak pemakainya di dunia, disebabkan karena DDC secara berkala ditinjau kembali dan diterbitkan edisi barunya. Lembaga yang mengawasi dan mendukung penerbitan DDC ialah “The LakePlaced Education Foundation” dan “The Library of Congress”  di Amerika Serikat sarana komunikasi diterbitkan “DecimalClassification, adition, notes, decisions” (DC).                               
DDC terbit dalam 2 edisi/versi yaitu edisi lengkap dan ringkas. Edisi ringkas dimaksudkan untuk digunakan di perpustakaan yang memiliki koleksi di bawah 20.000 judul. Edisi ringkas ini yang paling banyak digunakan oleh Perpustakaan Sekolah dan Umum yang koleksinya masih terbatas. DDC telah digunakan oleh sekitar 135 negara dan diterjemahkan lebih dari 30 bahasa, termasuk dalam Bahasa Indonesia dengan judul “Terjemahan Ringkasan Klasifikasi Desimal Dewey dan Indeks Relatif”.
Dewey Decimal Classification, juga disebut SistemDesimalDewey adalah sebuah system klasifikasi. Kemudian beliau menciptakan system penggolongan koleksi berdasarkan pembagian angka decimal dimana dari setiap angka tersebut mewakili subjek/tema pengetahuan tertentu, dan sejak sata itu telah banyak dimodifikasi dan dikembangankan dalam dua puluh dua kali revisi yang telah terjadi hingga tahun 2004.

2)      Unsur-Unsur Pokok Dewey Decimal Classification

Menurut Hamakonda dan Tairas, system ini memiliki unsur-unsur pokok antara lain:
a)      Sistematika pembagian ilmu pengetahuan yang dituangkan kedalam suatu bagan yang lengkap dan dilandaskan pada beberapa prinsip dasar tertentu.
b)      Notasi, yang terdiri dari serangkaian simbol berupa angka, yang mewakili serangkaian istilah(yang mencerminkan subjek tertentu) yang terdapat pada bagan.
c)      Indeks relatif, yang terdiri dari sejumlah tajuk dengan perincian aspek-aspeknya yang disusun secara alfabetis, dan memberikan petunjuk berupa nomor kelas, yang memungkinkan orang mencari tajuk yang tercantum dalam indeks bagan.
d)      Tabel pembantu, yang berbentuk serangkaian notasi khusus, yang dipakai untuk menyatakan aspek-aspek tertentu yang selalu terdapat dalam beberapa subjek yang berbeda. Terdapat 7 tabel pembantu, yaitu:
Tabel 1 Subdivisi Standar
Tabel 2 Wilayah
Tabel 3 Subdivisi Kesusastraan
Tabel 4 Subdivisi Bahasa
Tabel 5 Ras, Bangsa, Kelompok Etnis
Tabel 6 Bahasa
Tabel 7 tentang Orang/Pribadi
e)      Di samping itu, sistem klasifikasi harus menyediakan kelas untuk Karya Umum, untuk menempatkan karya-karya yang begitu luas cakupannya, sehingga tidak dapat dimasukkan ke dalam salah satu kelas utama manapun

3)      Komponen-komponen Dewey Decimal Classification
Dalam klasifikasi Persepuluhan Dewey ini terdapat 3 komponen, yaitu Bagan, indeks Relatif, dan Tabel-tabel. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan pada uraian berikut ini :
·         Bagan (Schedules)
Klasifikasi Dewey adalah bagan klasifikasi sistem hirarki yang menganut prinsip “desimal” untuk membagi semua bidang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dibagi ke dalam 10 kelas utama, yang diberi kode/lambang angka (selanjutnya disebut notasi). Dalam DDC ini semakin khusus suatu subyek, semakin panjang notasinya. Karena banyak angka yang ditambahkan pada notasi dasarnya. Pembagiannya dari umum ke khusus.
·         Indeks Relatif (RelativeIndex)
Untuk membantu mencari notasi suatu subyek dalam DDC terdapat ‘Indeks Relatif’. Pada indeks relatif ini terdaftar sejumlah istilah yang disusun berabjad. Istilah-istilah tersebut mengacu kenotasi yang terdapat dalam bagan. Dalam indeks ini didaftar sinonim untuk suatu istilah, hubungan-hubungan dengan subyek lainnya. Bila suatu subyek telah ditemukan dalam indeks relatif, hendaklah ditentukan lebih lanjut aspek dari subyek yang  bersangkutan. Cara yang paling cepat untuk menentukan notasi suatu subyek adalah melalui indeks relatif. Tetapi menentukan notasi hanya melalui dan berdasarkan indeks relatif saja tidak dapat dibenarkan. Setelah suatu subyek diperoleh notasinya dalam indeks relatif, harus diadakan pengecekan dengan notasi yang terdapat dalam bagan. Dengan demikian dapat diketahui apakah notasi tersebut betul-betul sesuai dengan karya yang sedang diklasifikasikan.
·         Tabel-Tabel
Kecuali pembagian kelas secara desimal dengan notasi yang terdaftar dalam bagan, DDC juga mempunyai sarana lain. Untuk membagi/memperluas subyek lebih lanjut, yaitu dengan menyediakan sejumlah tabel pembantu atau auxiliarytables. Notasi pada tabel-tabel tersebut hanya dapat digunakan dalam rangkaian dengan notasi yang terdapat dalam bagan. Dengan kata lain, notasi yang terdapat dalam tabel tidak pernah berdiri sendiri, selalu dirangkaikan dengan notasi dalam bagan. Dalam klasifikasi DDC edisi 22 terdapat 7 tabel pembantu/pelengkap.
Perluasan dari Tabel Wilayah DDC, terdapat perluasan khusus yang berhubungan dengan wilayah Indonesia (tabel 2). Buku-buku tentang Indonesia makin hari makin besar jumlahnya. Kebutuhan untuk perluasan/penyesuaian notasi DDC untuk subyek Indonesia sangat diperlukan, karena untuk membedakan daerah yang dibahas dalam subyek buku. Mengenai ikhtisar pembagian daerah-daerah Indonesia kita menggunakan pedoman yang diterbitkan oleh Pusat Pembinaan Perpustakaan, yang disusun oleh Sub Panitia Standarisasi Perpustakaan, Panitia Teknis Perpustakaan pada Tahun Buku Internasional 1972, dengan judul “Perluasan dan Penyesuaian Notasi untuk Beberapa Seksi dalam DDC khusus yang berhubungan dengan Indonesia”.
4)      Prinsip Dasar Dewey Decimal Classification

Dewey Decimal Classification (DDC) membagi ilmu-ilmu pengetahuan ke dalam 10 kelas utama. Masing-masing kelas utama dibagi lagi menjadi10 divisi. Masing-masing divisi dibagi lagi menjadi 10 seksi. Sehingga terdapat 10 kelas utama, 100 divisi, dan1000 seksi.
Berikut contoh pengembangan secara desimal.
600 0
Kelas Utama
630
636
Ilmu Terapan
Pertanian
Peternakan
 Kelas Divisi
 Kelas Seksi
636.1
Kelas Subseksi
 
Dan Seterusnya sehingga membentuk bagan klasifikasi dewey yang lengkap
Kuda Ras
Kelas Sub-subseksi
636.12
Kuda
                       

Tabel
10  kelas utama

000
Generalities (Karya Umum)
100
Philosopy and Psychology (Filsafat dan Psikologi)
200
Religion (Agama)
300
400
500
600
700
800
900

Tabel
10  kelas Divisi

000 Generalities(Karya Umum)
000 - 009
010 - 019
020 - 029
030 - 039
040 - 049
Unassigned (Belum Digunakan)
050 - 059


060 - 069
070 - 079
080 - 089
090 - 099

 100 Philosophy and Psychology(Filsafat dan Psikolog)


110 – 119
Metaphysics (Metafisika)
120 – 129
Epistemology, Causation, Humankind (Epistemologi, Hukum Sebab Akibat anusia)
130 - 139
140 - 149
150 – 159
Psychology (psikologi/Ilmu jiwa)
160 – 169
Logic (Logika)
170 – 179
180 - 189
Ancient, Medieval, Oriental Philosophy (Filsafat Zaman Kuno, Abad Pertengahan dan Filsafat
190 - 199
Modern Western and Other Non-Oriental Philosophy (Filsafat Barat Modern dan Selain Filsafat Timur)

200 Religion(Agama)
200 - 209
210 - 219
220 - 229
230 - 239
240 - 249
250 - 259
260 - 269
270 - 279
280 - 289
290 - 299
297
2X0

300 Social Science (Ilmu Sosial)
300 - 309
310 - 319
320 - 329
330 - 339
340 - 349
350 - 359
360 - 369
370 - 379
380 - 389
390 - 399

400 Language
(Bahasa)
400 - 409
410 - 419
420 - 429
430 - 439
440 - 449
450 - 459
460 - 469
470 - 479
480 - 489
490 - 499

500 Natural Science and Mathematics
(Ilmu-ilmu Alam dan Matematika)
500 - 509
510 - 519
520 - 529
530 - 539
540 - 549
550 - 559
560 - 569
570 - 579
580 - 589
590 - 599

600 Technology and Applied Sciences (Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan)
600 - 609
610 - 619
620 - 629
630 - 639
640 - 649
650 - 659
660 - 669
670 - 679
680 - 689
690 - 699

700 The Art, Fine and Sport (Kesenian, Hiburan dan Olahraga)
700 - 709
710 - 719
720 - 729
730 - 739
740 - 749
750 - 759
760 - 769
770 - 779
780 - 789
790 - 799

800 Literature (Kesusastraan)
800 - 809
810 - 819
820 - 829
830 - 839
840 - 849
850 - 859
860 - 869
870 - 879
880 - 889
890 - 899
900 Geography and History (Sejarah, Geografi &Disiplin Ilmu yang Berkaitan)
900 - 909
910 - 919
920 - 929
930 - 939
940 - 949
950 - 959
960 - 969
970 - 979
980 - 989
990 - 999




Sedangkan untuk koleksi pustaka islam menggunakan notasi 2x yang merupakan penjabaran dari notasi 297 pada notasi Dewey Decimal Classification (DDC).
Berikut ada 10 kelas utamanya :
·         2x0 Islam (Umum)
·         2x1 Al-Quran dan Ilmu Terkait          
·         2x2 Hadis dan Ilmu Terkait
·         2x3 Aqaid dan Ilmu Kalam
·         2x4 Fiqih
·         2x5 Akhlak dan Tasawuf
·         2x6 Sosial dan Budaya
·         2x7 Filsafat dan Perkembangannya
·         2x8 Aliran dan Sekte
·         2x9 Sejarah, Islam dan Modernisasi.

F.       Beberapa Istilah dalam Klasifikasi dan Katalogisasi,
1.      Bahan pustaka dokumenadalah segala sesuatu yang menyimpan dan membawa informasi, paket informasi yang diadakan dan disimpan di perpustakaan. Bahan pustaka tidak hanya berupa teks atau bahan tercetak, seperti buku, jurnal, tetapi meliputi bahan non-cetak, seperti gambar, peta, CD-ROM, VCD, berkas computer dan sebagainya.
2.      Katalogisasi (cataloging)adalah kegiatan atau proses pembuatan dari bahan pustaka atau dokumen (buku, majalah, CD- ROM, microfilm, dll). Istilah ini kadang- kadang juga meliputi klasifikasi bahan pustaka dan secara umum menyiapan bahan pustaka untuk digunakan pemakai atau disebut juga denga istilah pengindeksan (indexing).
3.      Katalog (catalog)adalah presentasiciri-ciri dari sebuah bahan pustaka atau dokumen misalnya judul, pengarang, deskripsi fisik, subyek, dll.
4.      Klasifikasi (classification)adalah penyusunan sesuatu dalam susunan yang logis sesuai dengan tingkat kemiripan atau kesamaannya.
5.      Tajug (heading) adalah urutan karakter (huruf, angka, dll) pada permulaan katalog, karakter ini menentukan letak atau urutan catalog dalam berkas. Tajug biasanya berupa nama pengarang, istilah subjek, judul atau notasi atau nomor klasifikasi yang diambil dari sebuah bagan klasifikasi.
6.      Entri (entry)adalah cantuman bahan pustaka atau dokumen dalam sebuah katalog.
7.      Entri utama (main entry)adalah cantuman katalog lengkap dari sebuah bahan pustaka yang berisi deskripsi lengkap dan disertai dengan jejakan atau indikasi tajug untuk entri lainnya.
8.      Entri tambahan (added entry) adalah entry katalog sekunder cantumannya lebih ringkas dari entri utama (tidak disertai dengan jejakan)
.
 
Lisdiana, lahir pada tanggal 01 Januari 1994, di Cirebon, Jawa Barat. Lahir dari pasangan suami istri Bpk. Salina dan Ibu. Saeti, ia adalah anak kelima dari tujuh bersaudara, bertempat tinggal di Jl. Moh. Ramdhan, No 79, Ds. Wangunharja, Kec. Jamblang-Cirebon. Ia pernah bersekolah di Sekolah Dasar (SDN 2 Wangunharja), kemudian melanjutkan ke SLTP (SMPN 2 Jamblang), dan pendidik terakhir dia saat ini adalah SMK (SMKN 1 Jamblang). Selama masa sekolah ia aktif di Organisasi, organisasi yang pernah diikutinya yaitu PMR, Paskibra, Osis dan Seni Bela Diri (Cahaya Hati).
Pengalaman di Organisasi dan pergaulanlah yang bisa membuat dia seperti sekarang, menjadi seorang penulis dalam sebuah buku yang berjudul “Kuasai Dunia Dengan Perpustakaan”.
Ia memanjatkan rasa syukurnya kepada Allah SWT, yang telah memberikannya kemampuan untuk menulis sebuah buku. Dan berterimakasih kepada orang tua dan saudara-saudaranya yang selalu mmendukung dan menyemangati dia dalam segala aktivitasnya, serta berterimakasih juga untuk orang-orang disekeliling dia yang selalu membantu dan setia menemaninya.
Biodata
Nama                          :Moh. Singgih waluyo
Tempat tanggal lahir :Purbalingga, 03 september 1990
Profesi                         :Mahasiswa
Agama                         :Islam
Hobi                             :Membaca buku sejarah dan motivasi
Motto                         :Berkarya setiap waktu untuk ibu dan mengabdi untuk masyarakat
Jabatan organisasi      :Dir. Marketing   

Moh. Singgih waluyo lahir di daerah Purbalingga tepatnya desa Pegandekan kec. Kemangkon kab. Purbalingga. Pasangan dari bpk. Samso dan ibu Siti aminah anak kedua dari tiga bersaudara dan sekarang berdomilisi di desa Kejuden kec. Plumbon kab. Cirebon. Aktifitas yang sedang digeluti ialah di dunia pendidikan (Pendidik di SMP SULTAN AGUNG SUMBER) serta sedang melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi yang berada di Cirebon. Yaitu STAI BUNGA BANGSA. Banyak ide-ide yang dilahirkan dari suatu perkuliahan yang di eksternalnya karena peranan yang sedang digeluti di dunia pendidikan sehingga memunculkan suatu keinginan,motivasi tinggi untuk membuat wadah agar dapat menampung suatu ide kreatif anak-anak muda sehingga bisa membantu menuju perubahan yang signifikan khususnya bagi dunia pendidikan. Harapan besar dari wadah ini (BATIC) Basic Academic Tekhnology Information and Communication sumbangsih karya Kuasai Dunia dengan Perpustakaan salah satu langkah terobosan untuk gemar membaca dan mudah di pamahami isi dari buku ini.
Semoga bermanfaat.
           
             
Wiryanto, lahir di Cirebon 22 Juni 1989. Pendidikan di lalui sejakTKQ & TPQ Sirojul Muta’allimin Getasan (1997), SD Negeri 1 Getasan (2002), MTs Salafiah Bode (2005), MA Negeri 1 Cirebon (2008), sekarang sedang menempuh program strata satu (S1) jurusan tarbiyah  prodi PAI di STAI Bunga Bangsa Cirebon tingkat akhir dan sedang meyusun skripsi. Sejak tahun 2009-sekarang bertugas sebagai guru DTA Sirojul Muta’allimin dan 2011-sekarang menjadi Kepala Perpustakaan sekaligus Pustakawan SD Negeri 1 Getasan. Banyak Orgaisasi yang diikuti yakni Pramuka MTs Salafiah, OSIS MTs Salafiah, OSIS MAN 1Cirebon, PSTD (PencakSilatTenagaDasar), BEM STAI BBC, MIM (MajelisInspirasiMahasiswa) BBC, BATIC (Basic Academic Tecnologi Information Comunication). TIM otomasiperpustakaandari MANUAL sampai DIGITAL Cirebon.deBEST (Basic Education & Social Teenagers) Getasan.


Nama saya Abdul Muiz saya lahir di Cirebon tepatnya di desa karangmangu blok Cantilan Rt/Rw 14/04. Riwayat pendidikan saya :
            TK Matlabul ulum tahun 1998
            MI Tarbiyatul atfal   Cirebon-2004
            MTs al-hidayah karangmangu 2005-2007
            MA agama Islam Mertapada 2008-2009
            STAI Bunga Bangsa 2011-2015

Yusuf akbar di lahirkan pada tanggal 28 juni 1994 di kota Cirebon.anak ke 3 dari keluarga yang sederhana. tepatnya di perbatasan Cirebon-majalengka desa walahar rt 03/01 kec.gempol kab.cirebon.
Riwayat pendidikan ia:
Pendidikan      : SDN 1 WALAHAR
                        :SMPN 1 LEUWIMUNDING
                        :SMKN 1 JAMBLANG
Organisasi yang pernah di ikuti ia adalah: OSIS,PMR,PENCAK SILAT,PECINTA ALAM.
Setelah lulus SMK ia sempat mengikuti pendaftaran kepolisian, namun belum waktunnya dapat ikut bersama teman yang lain untuk mengabdi kepada Negara. “Allah belum menghendaki” ^_~
Beberapa waktu teman mengajak ia untuk ikut pelatihan tentang perpustakaan.
Ia tertarik dan akhirnya ia ikut pelatihan tersebut. Dalam mengikuti pelatihan tersebut ia mendapatkan ilmu yang belum pernah ia ketahui dan terfikirkan oleh ia.
Dan sampai sekarang ini ia akan terus mencari apa yang belum ia ketahui kapan pun dan dimanapun.
Karena: “ingin mendapatkan hasil yang maxsimal perlu usaha yang maxsimal pula”^_^


Abdurokhim, ia lahir di cirebon pada tanggal 15 Desember 1994, adalah anak pertama dari dua bersaudara, dari pasangan Sholi (Ayah) dan Anisa (ibu). Ia bertempat tinggal disebuah desa kecil paling utara kecamatan klangenan kabupaten Cirebon, desa Slangit namanya.
Ia merupakan lulusan DTA Islamiyah desa Slangit yang merupakan salah satu pendidikan non formal yang pernah ia ikuti. dan juga salah satu lulusan SDN 2 Slangit, kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Klangenan, dan meneruskan sekolah di SMKN 1  Jamblang dengan jurusan Teknik Komputer Jaringan. Semejak SMK ia aktif beroganisasi diantaranya ia mengikuti eskul Pramuka sebagai Pradana 2010-2011, mengikuti Saka Wirakartika KODIM 0620, Osis selama dua angkatan 2009-2010 dan 2010-2011, termasuk juga pencak silat dan rohis, dan yang tengah diikuti saat ini adalah BATIC.
Sejak kecil ia terbiasa hidup sederhana, hidup sederhana dalam kesederhanaan nampak biasa saja tapi menjadi orang hebat yang tetap dalam kesederhanaan itu tak biasa, itulah capaian yang hendak ia raih dengan selalu berprestasi dan bermanfaat.
Dari banyak buku yang ada di dunia ini semoga buku ini menjadi satu diantara banyak buku yang memberikan banyak manfaat dan meningkatkan kualitas diri.




BIODATA DIRI
            Nama Ikhsan Nendi lahir di kota Cirebon 1 Agustus 1994, anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Bpk Madi Mulyadi dan Ibu Ati.R, sekarang saya bertempat tinggal di Perum Bumi Asri Pamijahan Blok E7 No.02 Rt 16/03 Kec.Plumbon Kab.Cirebon disana adalah  tempat tinggal yang sangat asri dan nyaman.Prinsip hidup “sukses dan bermanfaat bagi banyak orang”.Riwayat pendidikan Tk/Tpa Al-hasan, Tk/Tpa Az-Zahra, SDN 1 Pamijahan, SMPN 2 Plumbon, SMK Muhammadiyah Kota Cirebon. Selama sekolah saya mengikuti beberapa organisasi dari Pramuka, Osis, HW (Sekretaris), Mading (Peliput) dan organisasi yang non formal  Remaja Masjid(Sekretaris), Karang Taruna(Sekretaris) dan BATIC.Prestasi yang pernah saya dapatkan Juara 1 Gerak Jalan SMP tingkat Kab.Cirebon,Juara 3 Lomba Mading se-Muhammadiyah Kab/Kota Cirebon. Dengan dibuatnya buku ini semoga dapat berguna,bermanfaat dan bisa di pergunakan oleh pembaca dengan sebaik-baiknya.Terimakasih…

Biodata Diri Akyu
Nama saya Mohammad Ali Nurul Alam
tempat tanggal lahir cirebon,22 januari 1991.
Tentang saya:
Saya anak ke7 dari 9 bersaudara dan kk saya yang ke2 telah kembali ke sisi Allah SWT. saya lahir di gegesik hasil buah cinta dsari bapa dan ibu saya yang begitu sempurna beliau bernama Moh. Achid dan muslihah atau biasa saya panggil mama Achid dan mimi Mus, beliau adalah sosok yang begitu sempurna dan luar biasa karna telah mengasuh dan membesarkansya sampai saat ini...
Dua bulan setelah kelahiran saya i bu dan bapakku pindah kkedaerah kelahiran bapakdan ibuku sendiri yaitu daerah kalipasung kecamatan gebang kabupaten cirebon. Pada thn 1998 pada usia 6 tahun saya masuk sekolah SDN 1 kalipasung sampai tahun 2003 dan pendidikan saya dilanjutkan kejenjang yang lebih tinggi yaitu MTs Manbaul-hikmah gedongan, ender kkecamatan pangenan kab, cirebon sanpai tahun 2006 setelah lulus dari MTs saya bingung untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi lagi kana kondisi ekonomi dalam keluarga tidak cukup untuk membayar administrasi sekolah sehingga saya tdk dapat melanjutkan pendidikan di sekolah yang saya inginkan, tapi semangat untuk melanjutkan sekolah tidak berhenti sampai di situ, saya ikut kaka saya yang bernama moh.komaruzzaman dan moh. Agus syifa merantau ke pulau sumatra waktu itu msh dalam situasi libiur panjang dan msh masa-masa penerimaan siswa baru.
 saya ikut bekerja dan sinkat cerita Allah memberiukan jalan kepada saya melalui bos di tempat kerja saya. bos di miniplant saya kasian melihat saya, karna keinginan saya untuk sekolah sementara harus di tunda dulu, bos saya terketuk hatinya untuk membantu saya dan siap membayar admnistrasi di sekolah SLTA yang ada di sumatra dengan alasan beliau ingat di masa kecilnya tidak pernah mengenyam pendidikan padahal pada waktu itu beliau ingin sekalisekolah seperti teman-teman yang lain. Akhirnya aku di izinkan untuk sekolah di MA Hasanudin kupang teba bandarlampung sambil kerja, dan waktu untuk bekerja itu diberikan setelah pulang dari sekolah. Saya sekolah di MA hasanudin hanya 2 tahun saya pindah ke MA-NU buntet pesantren cirebon di kelas XII IPS, dan saya sekolah sambil bekerja di rumah makan padang  AJO TONJONG saya mengambil sif malam untuk bekerja di rumah makan tersebut sampai saya lulus sekolah.
Lulus sekolah saya kerja di beberapatempt perusahaan swasta slama 2 tahun dan bekerja saja itu membuat saya bosan dan akhirnya pada tahun 2011 saya memberanikan diri untuk melanjutkan sekolah dan sekarang saya kuliah di kampus STAI Bunga Bangsa cirebon dengan mengambil jurusan PAI.
Organisai yang pernah saya ikuti wakil ketua OSIS, pramuka, IRMAS, PMII, MENWA, Dewan Esekutif Mahasiswa (DEMA). BATIC.
Kesukaan saya adalah olah raga dan main musik saya sudah bergabung di tim sepak bola ( persip.fc, grandvera.fc, viscio.fc, metal fc) saya juga ikut grup qosidah dari umur 5 tahun sampai sekarang (Nurkalijati) bermain band dari kelas 1 MTs sampai sekarang dan grup band yang pernah bergabung yaitu CIMLO BAN, ARTSENIC BAND, KOPYOR BAND..
Itulah sklumit kisah tentang saya yang menurut saya adalah sedikit pengalaman yang sangat berharga bagi diri saya sebagai tolak ukur bahwa saya harus berjuang untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi tentunya dengan terus belajar. Karna sabda nabi Muhamm,ad SAW. Adalah "menuntut ilmu itu wajib bagi musilm laki-laki dan perempuan"
"menuntut ilmu dari dalam buaian sampai masuk keliang lahat"



BIODATA DIRI
Nama saya Dedy Setiawan umur 18 tahun. Saya lahir di Magelang 11 Februari 1994 Anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan bpk Kawid Haryono dan ibu Sulasmi saya sekarang tinggal di Perum Bumi Asri Pamijahan Desa Pamijahan D.06 No.17 Rt/Rw 15/03  Kec.Plumbon Kab.Cirebon. Riwayat pendidikan TK sejahtera, SDN 1 Pamijahan, SMPN 2 Plumbon, SMKN 1 Jamblang.Salah satu Prinsip hidup saya adalah ‘Dimana saya berpijak di situ ilmu akan datang’. Pengalaman Organisasi yang pernah saya ikuti adalah : Pramuka(Jurdat), Osis, Mpk (Wakil ketua), Pencak Silat,  non formal : Remaja masjid, Karang taruna(ketua) dan BATIC. Prestasi yang pernah saya dapatkan : Juara 1 gerak jalan tingkat SMP se-Kab.Cirebon, Juara 1 Lomba Band antar Kelas(SMKN 1 Jamblang).Alhamdulilah di umur saya yang ke 18 saya sudah membuat buku bersama kawan-kawan BATIC yang berjudul : Kuasai Dunia Dengan Perpustakaan. Semoga buku ini bermanfaat dalam segala lini dan dapat di terima oleh masyarakat Indonesia. Terimakasih…..



        BIODATA DIRI            
          Nurkhasanah,lahir dicirebon,10 maret 1988.Putri ke-5 dari delapan bersaudara pasangan Bapak H.moh.achid dan ibu muslikhah.Sekarang bertempat tinggal di desa kalipasung,blok pesantren Rt/03.Rw/08.No.49.Ia menghabiskan masa kanak-kanak di desa,bersekolah di SDN 1 Kalipasung dan melanjutkan sekolah menengah pertama di Mts Negeri Babakan ciledug lalu melanjutkan ke SMA AL-hikmah Benda,kec.sirampog,kab.brebes.prinsip hidupnya adalah ‘’Tidak ada batasan usia untuk terus belajar’’.pengalaman berorganisasi yang pernah ia ikuti adalah REMAS.ia mempunyai cita-cita ingin terus belajar selama hayat masih dikandung badan,dan selama ia masih mampu dan bisa membagi waktu tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri kelak.Alhamdulilah dengan rahmat dan ridhonya,ia dan kawan-kawan BATIC  dapat membuat buku yang berjudul:kuasai dunia dengan perpustakaan.Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan terima kasih…..

                                             BIODATA
Siti Hajar lahir di kota cirebon pada tanggal 2 juni 1992,dia terlahir dari pasangan ibu maukufah dan bapak musthofah. Dia bungsu dari 4 bersaudara. Si bungsu ini Hobinya adalah bertanya,dan selalu ingin tau akan sesuatu, sebelum mendapatkan jawaban dia tidak berhenti untuk bertanya.dia dikenal sebagai gadis yang periang dan bawel.
Moto hidupnya adalah “ think the best,do the best,feel the best and we can get the best”
Pada usia 5 tahun dia memulai pendidikan pertamanya di TK Al-anwariyyah(1997-1999)
Kemudian setelah lulus dari TK orang tuanya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan dia di MI Hidayatul Mubtadiin (1999-2004),setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya dia memutuskan untuk melanjutkan ke tingkat Tsanawiyah berbasis salafi(2004-2007),tepatnya di LPPA (Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Al-anwariyyah).
Setelah lulus dari Mts dia terpaksa putus sekolah karena ikut membantu pekerjaan orang tuanya menjadi baby sitter, setahun berselang dengan niat dan kegigihan yang dia miliki dia akhirnya dia berhasil melanjutkan sekolah di MA Daarul Fathonah(2008),tiap hari sambil jalan kaki sebelum berangkat sekolah dia berjualan gorengan keliling kampung dan menitipkan dagangan ibunya ke warung-warung langganan biasa.
Di MA daarul fathonah dia berhasil mendapatkan beasiswa selama 2tahun(2009-2010) pada pertengahan tahun 2011 dia telah resmi lulus dari MA Daarul Fathonah dengan peringkat 4,
Karena melihat prestasinya yang baik,gurunya menyarankan agar mendaftar ke IAIN dengan jalur beasiswa jurusan Ushuludin dan Dakwah,namun dia sudah punya pilihan sendiri untuk mendaftar ke STAI Bunga Bangsa Cirebon,dengan jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang nantinya kita akan di tempa menjadi seorang guru agama yang profesional,islami dan mandiri.
Di STAI Bunga Bangsa dia  rekrut untuk bergabung di organisasi kemahasiswaan yaitu DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) sebagai sekretaris bidang kekaryaan,selain aktif di DEMA dia juga bergabung di tim BATIC (Basic Academic Technology Information and Comunication).
Di komunitas ini (BATIC)nantinya akan  dibekali ilmu bagaimana caranya mengolah perpus yang baik dan benar,cara mengoperasikan perpus berbasis teknologi (IT),membuat sebuah karya dalam hidup,cara mendesain grafis,pokoknya berbagai hal yang berhubungan dengan teknologi yang canggih.



BIODATA
 
                        Siti Nurohmah lahir pada tanggal 8 Agustus 1993, ia dilahirkan kedunia dengan keadaan sehat Wal afiat didaerah Cirebon. Ia lahir sebagai anak keempat dari empat bersaudara.

                        Ketika berusia 4 tahun, Ia mengikuti kedua orang tuanya yang mencari usaha di daerah Cianjur. Kemudian, Untuk  pertama kalinya ia mengenyam pendidikan di MI Al-Manar, melihat perkembangan akademisnya yang setiap tahunnya lumayan gemilang membuat orangtuanya memutuskan agar  ia  melanjutkan ke SMP setelah lulus dari MI tersebut, maka ia memilih di SMP Darussalam. Menginjak umurnya yang ke 15 tahun, ia mulai ingin mencari pengalaman lebih dari pada masa-masanya ketika SMP, salah satunya yaitu jauh dari orangtua. Maka lulus dari SMP, ia melanjutkan sekolahnya di SMA Az-Zain Sukabumi. Di sana ia tinggal bersama dengan saudaranya. Selain mencari ilmu di sana, ia membantu saudaranya berjualan es buah. Ketika menduduki bangku SMA, ia mulai berani mencoba dan mengikuti banyak hal terutama organisasi. Menurutnya ‘pengalaman adalah guru yang berharga, dari pengalaman kita bisa banyak belajar’.

                        Lulus SMA, Keberuntungan merangkulnya ketika ada peluang melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah dengan jalur Tahfidz 1 juz di daerah Bogor di bawah dorongan guru-guru. Namun, ke dua orang tuanya tidak memberikan izin untuk mengikuti peluang tersebut. Maka, Ia lebih menuruti ke inginan orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah di Cirebon. Dimanapun belajarnya, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk terus mengenyam pendidikan dan ia yakin bahwa ia bisa mendapatkan ilmu yang lebih, dan bisa berguna bagi kehidupannya di STAI Bunga Bangsa Cirebon yang telah menerimaku menjadi salah satu mahasiswanya.


Riva Sholihatussa’adah Indriyani, lahir pada tanggal 04 Mei 1994, di Cirebon, Jawa Barat. Ia adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ia bertempat tinggal di Blok IV, Ds. Kebonturi, Kec. Arjawinangun Kab. Cirebon.Riwayat pendidikannya : SDN 1 Jungjang (tamat 2006), SMPN 1 Arjawinangun (tamat 2009), SMKN 1 Jamblang (tamat 2012).
Di antara organisasi sekolah yang pernah didikutinya : Palang Merah Remaja (PMR) di SMPN 1 Arjawinangun, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di SMKN 1 Jamblang, Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis) di SMKN 1 Jamblang, dan kini menjadi Anggota tim Batic dan menjadi Team Ahli sistem Informasi dan Perpustakaan (manual-Digital).
Pengalaman di Organisasi dan pergaulanlah yang bisa membuatnya seperti sekarang, Meski ia masih berumur 18 tahun ia telah menjadi seorang penulis dalam sebuah buku yang berjudul “Kuasai Dunia Dengan Perpustakaan” bersama kawan-kawannya. Ia memanjatkan rasa syukurnya kepada Allah SWT, yang telah memberikannya kemampuan untuk menulis sebuah buku. Dan berterimakasih kepada orang tua dan saudara-saudaranya yang selalu memberi dukungan dan semangat dalam segala aktivitasnya, serta berterimakasih juga untuk orang-orang disekelilingnya yang selalu membantu dan setia menemaninya. Semoga buku tersebut bisa bermanfaat bagi pembacanya.
 Iryanti, Lahir di Cirebon, 01 September 1994. Putri ketiga dari empat bersaudara pasangan Bpk. Rumekso (Alm.) dan ibu Mutiah ini menghabiskan masa kanak-kanak di Desa jemaras Kidul, Kec. Klangenan-Cirebon, yang hidup dikalangan keluarga yang amat teramat sederhana. Ia melanjutkan pendidikan menengah di SMP Negeri 2 Jamblang lalu di SMK Negeri 1 Jamblang dan hingga saat ini ia yang berusia 17 tahun yang sedang akan menginjak dunia perguruan tinggi di Universitas Bunga Bangsa Cirebon dan di Akademi Teknik Informatika Tunas Bangsa.
            Ia menyukai dunia sosial sejak remaja . Saat menjadi siswi di Sekolah Menengah Kejuruan.
Pengalaman Organisasi ia tekuni semenjak Sekolah Menengah pertama hingga saat ini, yaitu diantaranya PMR,PRAMUKA,PENCAK SILAT,dan Anggota Osis di Sekolah Menengah Kejuruan hingga kini menjadi Anggota tim Batic dan menjadi Team Ahli sistem Informasi dan Perpustakaan (manual-Digital). Prestasi yang pernah diraih diantaranya,  juara 2 tingkat kecamatan Lomba senam Ayo Bersatu  (SD), Juara 2 lomba kompetensi kelas (SD), Juara 3 tingkat Kabupaten Lomba Dongeng Sunda, Juara 1 lomba MTQ putri antar kelas (SMP). Dunia tinta ia geluti mulai tahun 2012, di sela-sela kesibukan menunaikan amanah organisasi dan tuntutan menyelesaikan studi. Penyuka warna biru ini adalah sosok yang ceria. Ia senang berkumpul dengan sahabat di kalangan manapun. Untuk kenal, bisa kontak di
iry1169@gmail.com. Buku yang anda baca ini merupakan buku yang sangat tepat sebagai panduan untuk anda dalam membenahi perpustakaan manual menjadi perpustakaan digital. Jadilah buku ini menjadi buku yang bermutu yang penting anda baca. Semoga bermanfaat. Amin.



Anak kedua dari  empat ber-sodara  ini bernama   MISBAH MUNIR , ya  Itu adalah nama saya yang telah diberikan orang tua . . .  23-JULI-1993 Tepat pada waktu itu terlahir di muka bumi  Kota PURWAKARTA .
YA
MISBAH MUNIR
Purwakarta, 23-JULI-1993
Ds.Cibatu . RT 05/02 Kec . Cibatu Kab Purwakarta
Pendikan  & Organisasi    :      SDN 1 CIBATU (2006)
                                                 SMPN  1 CEMPAKA  (2009)
                                                 SMA NEGRI CIBATU (2012)
Dan mahasiswa aktif STAI Bunga Bangsa  Cirebon.

Islam, dan hidup dengan berpegang prinsip  itulah ciri orang yang bertujuan ,Tak ada kebahagiaan yang akan terasa tanpa Ada  restu orang tua. Itulah yang sllu aku kejar .Untuk sllu ada dalam rido-nya, dalam setiap perjalanan hidup  ini  . Selamat Untukmu, Wahai kalbu yang halus dan mata yang mudah menangis . . . !!!
Semoga dengan terbit-nya buku otomasi perpustakaan (Manual-Digital) akan menbantu pustakawan sebagai bahan referensi.

(Basic Academic Tecnologi Information Comunication).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar